Masyarakat Pasuruan Jawa Timur (JI)

Wakapolres Perkuat Toleransi di Pasuruan Lewat Ibadah Bersama Jemaat GKJW

Wakapolres Pasuruan Kota menghadiri ibadah Minggu di GKJW Pasuruan sebagai bagian program Commander Wish 'Minggu Kasih', mengajak jemaat menjaga persatuan dan berperan dalam menjaga keamanan lingkungan.

Wakapolres Perkuat Toleransi di Pasuruan Lewat Ibadah Bersama Jemaat GKJW
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Polri hadir untuk merawat kerukunan

PASURUAN — Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Yokbeth Wally, S.I.K., memimpin rombongan personel Polres menghadiri ibadah bersama jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Pasuruan di Jalan Letjen Suprapto No. 22, Kelurahan Kandangsapi, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Commander Wish dengan program bertajuk Minggu Kasih.

Kehadiran unsur kepolisian disambut sekitar 100 jemaat yang mengikuti rangkaian ibadah secara khidmat. Acara tersebut menjadi wadah tatap muka langsung antara aparat kepolisian dan umat beragama untuk mengokohkan komunikasi, menumbuhkan rasa saling percaya, serta memperkuat nilai toleransi di tingkat lokal.

Pesan kamtibmas dan peran jemaat

Usai ibadah, Kompol Yokbeth menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat kepada para jemaat. Ia mengajak seluruh warga jemaat untuk aktif berperan serta menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan melaporkan segera apabila menemukan potensi gangguan keamanan kepada pihak kepolisian.

“Melalui program Minggu Kasih ini, kami ingin semakin dekat dengan masyarakat dan memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kerukunan, menjunjung tinggi toleransi, serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai.”

Pernyataan tersebut menegaskan pendekatan pre-emptive kepolisian yang menekankan pencegahan gangguan kamtibmas melalui kerja sama dengan elemen masyarakat lintas agama.

Respon gereja dan harapan kerja sama berkelanjutan

Pendeta Teguh Setyoadi, S.Th., penyelenggara ibadah GKJW Pasuruan, menyambut baik kehadiran Wakapolres beserta personel. Menurutnya, kebersamaan antara kepolisian dan umat menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan dan membangun sinergi demi menjaga ketenteraman lingkungan.

“Kami menyambut baik kehadiran Wakapolres Pasuruan Kota beserta personel dalam ibadah bersama jemaat GKJW. Kebersamaan ini menjadi momentum positif untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan umat beragama.”

Pendeta Teguh berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat berlanjut sehingga kontribusi jemaat terhadap aspek keamanan dan sosial di wilayah setempat semakin nyata.

Skema kegiatan dan pesan praktis

Kegiatan Minggu Kasih yang digelar di GKJW Pasuruan mencakup:

  • Partisipasi sekitar 100 jemaat dalam ibadah bersama;
  • Paparan dan imbauan kamtibmas oleh Wakapolres dan personel Polres Pasuruan Kota;
  • Dialog singkat antara pihak kepolisian dan perwakilan jemaat untuk memperkuat komunikasi.

Imbauan yang disampaikan berfokus pada kewaspadaan terhadap potensi gangguan, pelaporan dini, dan upaya bersama menjaga kerukunan antarumat beragama di Kota Pasuruan.

Data singkat kehadiran

PeranNama/Detail
WakapolresKompol Yokbeth Wally, S.I.K.
PendetaTeguh Setyoadi, S.Th.
Peserta± 100 jemaat GKJW Pasuruan

Hadirnya aparat kepolisian dalam kegiatan ibadah merupakan bagian dari strategi menjalin kepercayaan dan membangun kemitraan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman. Langkah ini diharapkan mampu memperkecil potensi kesalahpahaman dan mempercepat koordinasi ketika terjadi gangguan.

Bagi warga Pasuruan, inisiatif seperti Minggu Kasih menegaskan pentingnya peran bersama antara institusi negara dan komunitas agama dalam menciptakan suasana kota yang damai dan kondusif. Kepolisian setempat menghimbau agar masyarakat selalu aktif berkomunikasi dan melaporkan informasi terkait keamanan demi penanganan cepat dan tepat.

Pelaksanaan program Commander Wish oleh Polres Pasuruan Kota menunjukkan preferensi pendekatan humanis yang mengedepankan dialog serta kehadiran langsung di ruang publik sebagai upaya preventif terhadap gangguan kamtibmas di tingkat komunitas.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik