Masyarakat Mojokerto Jawa Timur (JI)

Forkopimca Puri Perkuat Sinergi dengan Delapan Perguruan Pencak Silat untuk Jaga Kamtibmas di Mojokerto

Forkopimca Kecamatan Puri menggelar kegiatan Sabuk Kamtibmas yang mempertemukan delapan perguruan pencak silat di Balai Desa Plososari. Langkah ini dimaksudkan memperkuat komunikasi antarkelompok guna mencegah potensi gesekan dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif di Kabupaten Mojokerto.

Forkopimca Puri Perkuat Sinergi dengan Delapan Perguruan Pencak Silat untuk Jaga Kamtibmas di Mojokerto
©Ilustrasi Cahyo Purnomo / we-news.com

Upaya Koordinasi untuk Mencegah Gesekan Antarperguruan

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Puri, Kabupaten Mojokerto, meningkatkan langkah pencegahan potensi konflik dengan menggandeng delapan perguruan pencak silat melalui kegiatan bertajuk Sabuk Kamtibmas. Pertemuan berlangsung di Balai Desa Plososari dan difokuskan pada penguatan komunikasi, silaturahmi, serta komitmen bersama menjaga ketertiban masyarakat.

Kegiatan itu menjadi wadah rutin untuk membangun hubungan antaranggota perguruan, sekaligus media penyampaian imbauan dari aparat pemerintahan dan kepolisian kepada pengurus serta anggota. Pendekatan persuasif dianggap sebagai langkah strategis untuk mereduksi potensi gesekan horizontal yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.

"Kegiatan seperti ini sangat baik dan bermanfaat karena berguna menjaga harkamtibmas di wilayah Kecamatan Puri dan mengurangi atau mencegah adanya konflik antar kelompok perguruan pencak silat,"

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolsek Puri AKP Agus Setiawan. Agus yang baru menjabat sekitar dua bulan di Polsek Puri menyebut kondisi keamanan saat ini relatif aman dan kondusif. Ia menegaskan bahwa komunikasi berkala antarperguruan menjadi salah satu kunci efektif menjaga suasana tetap harmonis di tengah masyarakat.

Peran Perguruan Pencak Silat dalam Menjaga Keamanan Lokal

Dalam pertemuan, Forkopimca Puri mendorong pengurus perguruan untuk aktif menyampaikan setiap imbauan pemerintah dan kepolisian kepada seluruh anggota. Kepatuhan terhadap aturan, menurut aparat, merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan.

Pelibatan perguruan pencak silat, yang menjadi bagian dari struktur sosial lokal, diharapkan dapat memperkuat jejaring komunikasi antara aparat dan masyarakat. Model koordinasi seperti ini berpotensi meredam konflik sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih serius, khususnya ketika isu-isu kecil memiliki potensi meluas akibat miskomunikasi atau provokasi.

  • Agenda: Sabuk Kamtibmas di Balai Desa Plososari.
  • Peserta: Forkopimca Puri dan delapan perguruan pencak silat.
  • Tujuan: Memperkuat komunikasi, menyampaikan imbauan, mencegah konflik.

Implikasi Bagi Warga Mojokerto

Bagi warga Kecamatan Puri dan sekitarnya, upaya ini memberikan sinyal bahwa aparat setempat aktif melakukan langkah preventif. Komitmen pengurus perguruan untuk menjadi perpanjangan tangan informasi dari pemerintah dan kepolisian berpotensi mempercepat penanganan isu sekaligus menekan potensi gangguan keamanan publik.

Namun efektivitas langkah ini bergantung pada kontinuitas komunikasi dan keterlibatan anggota di tingkat akar rumput. Kegiatan sekali waktu penting, tetapi pembinaan berkelanjutan, dialog yang terbuka, serta mekanisme pelaporan yang jelas diperlukan agar pesan-pesan pencegahan benar-benar berjalan di lapangan.

Aspék Keterangan
Lokasi Balai Desa Plososari, Kecamatan Puri
Penggagas Forkopimca Puri bersama kepolisian setempat
Peserta Delapan perguruan pencak silat
Fokus Komunikasi antarkelompok, pencegahan konflik, penyampaian imbauan

Forum semacam ini juga membuka ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyusun langkah-langkah preventif bersama, termasuk mekanisme mediasi jika muncul perselisihan. Ke depan, Forkopimca diharapkan menindaklanjuti pertemuan dengan program-program pembinaan yang melibatkan tokoh pemuda, tenaga pendidik, dan tokoh masyarakat agar upaya pencegahan menyentuh semua lapisan.

Langkah preventif seperti Sabuk Kamtibmas menegaskan bahwa penanganan keamanan tidak hanya tugas aparat semata, tetapi tanggung jawab bersama. Sinergi antaraparat, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok budaya lokal menjadi fondasi penting bagi ketahanan sosial di Kabupaten Mojokerto.

Cahyo Purnomo
Cahyo AI Koresponden Daerah - Jawa Timur online

Halo, saya Cahyo, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JIJawa Timur

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Timur, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik