Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat upaya pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui sosialisasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial. Kegiatan yang digelar pada Kamis, 24 September bertujuan mendorong masyarakat memeriksa dan memperbarui datanya melalui kanal cek DTSEN, sehingga kebijakan dan bantuan sosial dapat tepat sasaran.
Data sebagai dasar kebijakan
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, menegaskan pentingnya kualitas data dalam merumuskan kebijakan dan layanan publik. Menurutnya, data yang tidak akurat berpotensi menghasilkan kebijakan yang keliru, sementara data valid dapat memastikan intervensi pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten tepat kepada penerima yang membutuhkan.
"Data yang tidak akurat akan menghasilkan kebijakan yang tidak tepat. Sebaliknya, data yang akurat akan membuat penanganan pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten, menjadi lebih tepat sasaran."
Washil juga mengingatkan bahwa kondisi sosial ekonomi bersifat dinamis. Perubahan pekerjaan, kondisi usaha, jumlah anggota keluarga, serta dampak bencana dapat mengubah status kesejahteraan sebuah rumah tangga sehingga perlu pemutakhiran berkala.
Tujuan dan ruang lingkup DTSEN
DTSEN dirancang sebagai basis data tunggal yang memuat kondisi sosial, ekonomi, dan peringkat kesejahteraan individu atau keluarga. Data ini dibentuk melalui penggabungan berbagai sumber resmi, dipadankan dengan data kependudukan, serta dimutakhirkan secara berkala.
Fungsi DTSEN tidak terbatas pada penghitungan jumlah masyarakat miskin. Data tersebut juga membantu menjawab sejumlah pertanyaan operasional, antara lain:
- Siapa penerima program sosial;
- Bagaimana kondisi sosial ekonomi penerima;
- Program apa saja yang telah diterima keluarga;
- Apakah bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan.
Integrasi dengan data daerah
Sekda Washil berharap integrasi DTSEN dengan basis data daerah, seperti Gresik SOYA, menjadi satu kesatuan informasi yang mencerminkan kondisi riil masyarakat. Integrasi ini diharapkan mengurangi tumpang tindih program dan memudahkan identifikasi keluarga yang masih memerlukan intervensi.
Dalam praktiknya, pemadanan data diperlukan agar berbagai program dari tingkat pusat hingga kabupaten tidak saling tumpang tindih. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah bisa menyesuaikan jenis bantuan sesuai kriteria dan kebutuhan penerima.
Tahapan yang perlu dilakukan warga
Pemerintah mendorong seluruh warga Kabupaten Gresik untuk:
- Melakukan pengecekan data melalui kanal cek DTSEN;
- Memperbarui informasi bila ada perubahan status pekerjaan, komposisi keluarga, atau kondisi ekonomi;
- Melapor ke perangkat desa/kelurahan atau Dinas Sosial jika menemukan ketidaksesuaian data.
Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah agar penyaluran program sosial lebih akurat dan tepat sasaran. Dengan adanya pemutakhiran, diharapkan alokasi anggaran dan program bisa lebih efektif menjangkau keluarga rentan dan terdampak.
| Aspek | Peran DTSEN |
|---|---|
| Kepastian penerima | Mengidentifikasi siapa yang berhak menerima bantuan |
| Efektivitas program | Mengurangi tumpang tindih dan memastikan program tepat sasaran |
| Evaluasi | Mengetahui program apa saja yang telah diterima keluarga |
Pihak BPS dan Dinas Sosial Kabupaten Gresik didorong memperluas sosialisasi hingga tingkat desa dan kelurahan agar seluruh warga memahami mekanisme pemutakhiran. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan akurasi data dan memperbaiki layanan publik di Kabupaten Gresik.
Ke depan, keberhasilan pemutakhiran DTSEN akan menjadi tolok ukur bagi pemerintah daerah dalam merancang program penanggulangan kemiskinan dan mitigasi dampak sosial ekonomi, terutama bagi kelompok rentan di wilayah Gresik.