PMI Banyuwangi tekankan aksi nyata pada peringatan HUT ke-81
Peringatan HUT ke-81 Palang Merah Indonesia (PMI) di Banyuwangi tidak hanya bersifat seremonial. Pada upacara yang dihelat di halaman Kantor PMI Banyuwangi, organisasi kemanusiaan itu menegaskan komitmen untuk hadir langsung membantu warga melalui berbagai program pelayanan sosial yang menyasar persoalan mendesak di lapangan.
Wakil Bupati Banyuwangi yang juga menjabat sebagai Ketua PMI Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan bahwa tema HUT tahun ini, "Peduli, Bergerak, Bersama", menjadi dorongan untuk menerjemahkan kepedulian menjadi tindakan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
"Di Banyuwangi, semangat tersebut kita implementasikan lewat berbagai aksi sosial yang relevan dengan permasalahan warga,"
Upacara peringatan diikuti ratusan peserta, termasuk anggota Palang Merah Remaja (PMR), relawan, serta karyawan dan karyawati PMI Banyuwangi. Menurut laporan resmi kegiatan, rangkaian aksi yang dijalankan meliputi droping air bersih, penyaluran paket sembako, pemberian sarana usaha bagi pedagang kaki lima, serta layanan operasi katarak gratis.
Distribusi air dan fokus pada daerah terdampak kekeringan
Salah satu program prioritas adalah penanganan dampak kekeringan. PMI Banyuwangi bekerja sama dengan PDAM mendistribusikan air bersih ke beberapa kecamatan yang terdampak musim kemarau. Secara kumulatif, jumlah air yang sudah didistribusikan tercatat sebesar 225.000 liter.
- Lokasi penyaluran: Kecamatan Tegaldlimo, Cluring, dan Bangorejo.
- Skema kerja sama: distribusi bersama PUDAM/PDAM setempat.
- Tujuan: mengurangi dampak kekeringan bagi kebutuhan rumah tangga dan sanitasi sementara.
Bantuan sosial dan layanan kesehatan mata
Selain droping air, PMI Banyuwangi menyalurkan bantuan sosial lain yang menyasar warga kurang mampu dan pelaku usaha kecil. Kegiatan tersebut meliputi penyaluran puluhan paket sembako serta bantuan berupa set meja dan kursi lipat untuk pedagang kaki lima, sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan usaha mikro.
Peningkatan akses layanan kesehatan juga menjadi fokus. PMI Banyuwangi menjadwalkan layanan operasi katarak gratis bagi 400 warga. Layanan ini direncanakan berlangsung pada tanggal 13 hingga 18 Oktober 2026, sebagai upaya menanggulangi gangguan penglihatan yang dapat mengganggu produktivitas dan kualitas hidup masyarakat.
Kolaborasi sebagai kunci efektivitas
Mujiono menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antarlembaga untuk memperluas dampak pelayanan kemanusiaan. Salah satu langkah kerja sama yang disebutkan adalah koordinasi dengan Baznas Banyuwangi dalam membantu penanganan persoalan sosial di masyarakat.
Kolaborasi ini dimaksudkan untuk menyinergikan sumber daya, mempercepat respons terhadap kebutuhan darurat, serta mengefektifkan program-program pemberdayaan bagi kelompok rentan.
Ringkasan program utama PMI Banyuwangi
| Program | Rincian |
|---|---|
| Droping air bersih | Distribusi 225.000 liter ke Tegaldlimo, Cluring, Bangorejo (kerja sama PUDAM) |
| Bantuan sembako | Penyaluran puluhan paket kepada keluarga kurang mampu |
| Dukungan sarana usaha | Pemberian meja dan kursi lipat bagi pedagang kaki lima |
| Operasi katarak gratis | Layanan untuk 400 warga, dijadwalkan 13–18 Oktober 2026 |
Pelaksanaan rangkaian aksi sosial ini menjadi tolak ukur peran PMI lokal dalam menghadapi persoalan kemanusiaan yang berskala kecil hingga menengah. Dengan pendekatan langsung serta kerja sama lintas sektor, PMI Banyuwangi berupaya memastikan bantuan sampai kepada penerima yang benar-benar membutuhkan.
Pemerintah kabupaten dan organisasi kemasyarakatan diharapkan terus mendukung inisiatif ini agar program kemanusiaan dapat berkelanjutan dan terintegrasi dengan upaya penanggulangan risiko lain, seperti kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau selanjutnya.
Peliputan kegiatan ini menegaskan peran PMI Banyuwangi sebagai lembaga yang tidak hanya menyelenggarakan kegiatan simbolik pada hari jadi, melainkan juga berfokus pada aksi nyata yang berdampak langsung pada kualitas hidup warga.