Langkah cepat pemerintah hadapi darurat air
Pemerintah Kabupaten Pasuruan membangun 32 tandon air permanen di 15 desa yang paling terdampak kekeringan. Proyek ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Pasuruan 2026 dengan nilai total sekitar Rp 1,1 miliar, menurut keterangan resmi dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang.
Lokasi dan kapasitas tandon
Menurut Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Eko Bagus Wicaksono, tandon-tandon tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Lumbang, Winongan, Pasrepan, dan Kejayan. Penempatan paling banyak ditujukan pada Kecamatan Lumbang dan Pasrepan karena kedua wilayah itu memiliki konsentrasi desa terdampak paling dominan.
| Butir | Jumlah |
|---|---|
| Total tandon | 32 unit |
| Jumlah desa terdampak | 15 desa |
| Kecamatan terdampak | 4 kecamatan |
| Kapasitas per tandon | 5.100 liter |
| Anggaran | Rp 1,1 miliar |
Operasional dan pengisian air
Pembangunan tandon dikerjakan segera sebagai tindak lanjut instruksi Bupati Rusdi Sutejo untuk merespons kondisi darurat. Pengisian air ke tandon menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan karena lembaga itu memiliki armada yang dapat mengangkut dan memasok air ke lokasi-lokasi terdampak.
"Karena ini sifatnya darurat dan sangat dibutuhkan, sesuai arahan beliau kami diminta untuk membangun banyak tandon air. Masyarakat sangat senang,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Eko Bagus Wicaksono pada Kamis, 27 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa pengisian air dilakukan setiap hari selama masa darurat kekeringan atau sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Manfaat dan harapan pemanfaatan jangka panjang
Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang meminta agar warga penerima manfaat turut menjaga dan merawat fasilitas tandon agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. Menurut penjelasan dinas, air dari tandon dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga seperti memasak, minum, mandi, hingga kebutuhan ternak sapi.
- Pengoperasian harian diatur melalui kerja sama teknis antara Dinas Cipta Karya dan BPBD.
- Masyarakat diharapkan ikut merawat agar fasilitas bertahan lama.
- Tandon berkapasitas ribuan liter dimaksudkan untuk mereduksi dampak puncak kemarau.
Pembangunan tandon saat ini telah rampung dan sudah mulai dimanfaatkan warga sejak awal Agustus 2026, menurut keterangan pelaksana proyek. Pemerintah daerah menilai langkah ini sebagai penanganan cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih selama kondisi darurat kekeringan berlangsung.
Sementara itu, kepala desa dan warga di beberapa lokasi menyambut keberadaan tandon dengan antusias karena membantu mengurangi beban pengadaan air harian. Pemerintah daerah berharap fasilitas ini dapat menjadi solusi sementara sampai upaya jangka panjang penanganan krisis air, seperti peningkatan jaringan air bersih dan konservasi sumber daya air, dapat direncanakan dan dilaksanakan.
Komponen berikutnya yang perlu diawasi adalah mekanisme distribusi, pengaturan prioritas pemanfaatan, serta pemeliharaan oleh komunitas setempat agar investasi APBD tersebut memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat di zona rawan kekeringan Kabupaten Pasuruan.