Pembelian Masif Lahan Data Center di Kota Deltamas
Kawasan industri Cikarang, khususnya wilayah Kota Deltamas, mencatat pergeseran permintaan lahan yang signifikan pada sembilan bulan pertama 2026. Sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pusat data atau data center membeli sebagian besar lahan industri yang tersedia, sehingga menjadi pendorong utama kenaikan pendapatan pengembang kawasan, PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS).
Empat Pembeli Menguasai Mayoritas Transaksi
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi perusahaan, empat pembeli utama menyerap porsi besar dari penjualan lahan DMAS hingga September 2026. Rincian nilai pembelian yang diumumkan adalah sebagai berikut:
| Perusahaan | Nilai Pembelian (Rp) |
|---|---|
| PT Microsoft Operations Indonesia | Rp795,96 miliar |
| PT Digital Gayana Ekagrata | Rp741,50 miliar |
| PT Princeton Digital Group | Rp446,12 miliar |
| PT Indoedge Real Estate and Data Center | Rp276,06 miliar |
Jika dijumlahkan, nilai pembelian keempat perusahaan tersebut mencapai sekitar Rp2,26 triliun, yang diperkirakan lebih dari 85 persen dari total transaksi kepada kelompok pembeli utama DMAS pada periode itu.
Dampak terhadap Kinerja Keuangan Puradelta
Pencapaian penjualan lahan industri menjadi kontributor utama kinerja keuangan Perseroan. Dalam laporan yang dirilis DMAS, pendapatan yang dicatat selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp2,65 triliun, meningkat hampir 3,4 kali lipat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Dari angka tersebut, penjualan lahan industri menyumbang sekitar Rp2,54 triliun atau sekitar 96 persen dari total pendapatan.
"Sebagian besar pendapatan Perseroan di sembilan bulan pertama tahun 2026 berasal dari penjualan lahan industri, khususnya kepada sektor data center,"
Keterangan itu disampaikan oleh Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, dalam pengumuman kepada publik di Jakarta pada 24 Oktober 2026.
Konsekuensi Lokal dan Tantangan Ke depan
Bagi warga dan pemangku kepentingan di Cikarang, pergeseran permintaan lahan ini membawa beberapa implikasi. Di satu sisi, kehadiran investasi pusat data dapat membuka peluang lapangan kerja tidak hanya pada tahap konstruksi, tetapi juga untuk layanan pendukung seperti keamanan, fasilitas, dan utilitas. Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi di kawasan industri dapat mendorong permintaan infrastruktur pendukung seperti listrik, jaringan telekomunikasi, dan transportasi.
Namun, dominasi beberapa pembeli besar juga menghadirkan risiko konsentrasi bagi pengembang lahan. Tergantungnya pendapatan DMAS pada sejumlah besar transaksi dari sektor tunggal — dalam hal ini data center — membuat kinerja perusahaan rentan terhadap perubahan jadwal investasi atau keputusan korporasi para pembeli tersebut. Jika pembeli utama menunda atau mengurangi investasi, dampaknya terhadap penjualan lahan dan pendapatan dapat terasa signifikan pada periode berikutnya.
- Investasi pusat data meningkatkan kebutuhan pasokan listrik dan konektivitas di Cikarang.
- Dominasi pembeli besar meningkatkan risiko ketergantungan pendapatan bagi pengembang kawasan.
- Peluang lapangan kerja muncul, namun memerlukan kesiapan tenaga kerja lokal dan dukungan infrastruktur.
Catatan untuk Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Pemerintah daerah perlu memetakan kebutuhan infrastruktur yang mendesak dan menyiapkan kebijakan yang seimbang agar manfaat investasi dapat dirasakan luas oleh masyarakat Cikarang. Ketersediaan tenaga kerja terampil, perencanaan tata ruang yang matang, serta jaminan pasokan energi dan air menjadi faktor kunci untuk memaksimalkan dampak positif sekaligus mengurangi potensi masalah sosial dan lingkungan.
Seiring perkembangan permintaan lahan untuk pusat data, pemantauan berkelanjutan terhadap tata kelola lahan dan transparansi perizinan akan membantu menjaga stabilitas pertumbuhan kawasan industri Cikarang agar manfaatnya dirasakan oleh lebih banyak pihak.
Peliputan lebih lanjut akan difokuskan pada penelusuran lokasi pembangunan, rencana investasi pihak pembeli, serta langkah yang diambil pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dan tenaga kerja lokal.