PALEMBANG — Seorang anggota polisi berinisial JE menjadi korban pembegalan saat bekerja sebagai ojek pangkalan (opang) di Palembang. Peristiwa terjadi pada dini hari Jumat, 7 Agustus 2026, di Jalan Inspektur Marzuki, tepatnya di samping SDN 25, Kelurahan Siring Agung, Kecamatan Ilir Barat I.
Peristiwa dan kondisi korban
Berdasarkan laporan yang diterima SPKT Polrestabes Palembang, istri korban, Ema Huzairoh (44), menyatakan suaminya sebelumnya menjemput dua penumpang di kawasan Jalan Soekarno-Hatta. Sesampainya di lokasi tujuan, JE diduga diserang oleh pelaku. Serangan dilaporkan melibatkan pemukulan dengan balok dan penusukan.
Akibat serangan tersebut, JE menderita beberapa luka, antara lain empat luka tusuk di bagian perut, memar di wajah kanan dan kiri, luka robek di bawah mata serta pada bibir, serta sejumlah luka sayatan pada kedua lengan. Selain melukai korban, pelaku juga membawa kabur sepeda motor korban, jenis Honda BeAT berwarna putih, tahun 2019, nomor polisi BG-6384-ACK.
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Korban | JE (anggota polisi, berstatus aktif di Polda Sumsel) |
| Pelapor | Ema Huzairoh (istri korban), melapor 9 Agustus 2026 |
| Lokasi | Jalan Inspektur Marzuki, samping SDN 25, Siring Agung, Ilir Barat I |
| Waktu Kejadian | 07 Agustus 2026, sekitar pukul 03.00 WIB |
| Barang Hilang | Motor Honda BeAT, putih, thn 2019, BG-6384-ACK |
| Nomor Laporan | LP/B/2677/VIII/2026/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel (9 Agustus 2026) |
Tindakan kepolisian
Kasatreskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, membenarkan adanya laporan dan mengatakan pihaknya sedang mengejar pelaku. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan:
"Laporan korban sudah kita terima dan anggota sedang melakukan penyelidikan terhadap aksi begal tersebut."
Penyelidikan difokuskan pada identifikasi pelaku dan upaya menemukan kendaraan yang dibawa kabur. Laporan resmi tercatat dengan nomor LP yang disebutkan, dan penanganan berlangsung di Polrestabes Palembang.
Implikasi bagi warga Palembang
Peristiwa ini menyoroti risiko yang dihadapi warga yang bekerja sebagai ojek pangkalan, termasuk Aparatur Sipil Negara atau perangkat keamanan yang mencari penghasilan tambahan. Kejadian pada malam dan dini hari menimbulkan kekhawatiran terkait tingkat keamanan di rute-rute tertentu, terutama di area terminal dan jalur yang digunakan armada antar-kota.
Warga yang beraktivitas atau bekerja pada jam malam diimbau meningkatkan kewaspadaan. Untuk mempermudah pemantauan dan pelaporan, berikut hal yang dapat diperhatikan:
- Hindari menjemput penumpang yang tidak dikenal sendirian pada jam malam di lokasi sepi.
- Catat atau foto nomor polisi kendaraan penumpang bila memungkinkan.
- Segera laporkan ke kepolisian terdekat jika terjadi tindakan mencurigakan atau tindak kekerasan.
Penutup
Kejadian ini masih dalam penyelidikan kepolisian dan belum ada informasi mengenai penangkapan pelaku. Polrestabes Palembang terus melakukan pengejaran untuk mengungkap identitas dan keberadaan tersangka serta mengamankan barang bukti. Masyarakat diharapkan kooperatif memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
Informasi berdasarkan laporan pelapor dan pernyataan resmi Kasatreskrim Polrestabes Palembang.