Perolehan lisensi dan makna bagi Pagar Alam
Helen Purnama Sari, putri asal Kota Pagar Alam, kembali mencatat prestasi yang membanggakan daerah setelah resmi menyandang status wasit bulu tangkis tingkat dunia. Wanita kelahiran 19 Mei 1994 itu juga tercatat sebagai satu-satunya wakil dari Asia yang lolos dalam seleksi pada lima benua serta menjadi wasit perempuan pertama dari Sumatera Selatan yang mengantongi sertifikat Badminton Asia Accredited (BAA) dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Jejak karier yang menanjak
Perjalanan Helen menuju lisensi dunia bukanlah instan. Kariernya sebagai pengadil dimulai pada 2014 ketika mengikuti pelatihan Wasit Nasional B di Padang. Sejak itu, Helen menempuh rangkaian ujian dan tugas sebagai hakim garis sebelum memenuhi persyaratan tingkat daerah, nasional B, dan nasional A.
Pencapaian puncak terjadi saat Helen berhasil mengikuti ujian tingkat Asia, termasuk mengikuti program Badminton Asia Accredited pada 2018 di Korea Selatan dan pada 2019 di China. Dari proses tersebut, Helen memperoleh sertifikat BAA yang menempatkannya di barisan wasit terakreditasi di kawasan Asia.
Hak dan peluang sebagai wasit berlisensi dunia
Dengan lisensi kelas dunia yang kini dimiliki, Helen berhak memimpin pertandingan pada berbagai kejuaraan bertaraf internasional. Jenis pertandingan yang dapat dipimpinnya antara lain:
- BWF Super 1000 (seperti Indonesia Open dan China Open)
- BWF World Tour dan turnamen internasional lainnya
- Even multiolahraga bertaraf internasional, termasuk Olimpiade
Profesi dan reaksi pribadi
Selain berkiprah sebagai wasit, Helen bekerja sebagai aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau. Keberhasilan ini ia sambut dengan rasa syukur dan optimisme yang tinggi terhadap peran perempuan dari daerah.
"Alhamdulillah, walaupun berasal dari daerah, saya mendapat anugerah luar biasa sebagai wasit tingkat dunia. Berharap ini bisa membawa nama baik Kota Pagar Alam di mata dunia,"
Helen menegaskan harapannya agar pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi perempuan, khususnya dari daerah, untuk berani bermimpi dan menetapkan standar tinggi dalam berkiprah di level internasional. Ia juga menunjukkan sisi ringan ketika menyampaikan harapan untuk dapat "keliling dunia" dalam tugasnya sebagai wasit.
Relevansi lokal dan dampak bagi pengembangan olahraga
Prestasi Helen memiliki beberapa implikasi bagi masyarakat Pagar Alam dan pengembangan cabang olahraga bulu tangkis di Sumatera Selatan:
- Meningkatkan profil Pagar Alam sebagai kota yang melahirkan tenaga olahraga berkompetensi internasional.
- Mendorong partisipasi perempuan dan generasi muda dalam peran wasit, kepelatihan, dan manajemen olahraga.
- Membuka peluang bagi penyelenggaraan seminar, pelatihan, atau klinik wasit yang dapat dimanfaatkan organisasi olahraga setempat.
Ringkasan kronologi
| Tahun | Keterangan |
|---|---|
| 2014 | Mulai berkarier, mengikuti pelatihan Wasit Nasional B di Padang |
| 2018 | Mengikuti Badminton Asia Accredited di Korea Selatan |
| 2019 | Mengikuti Badminton Asia Accredited di China dan memperoleh sertifikat BAA |
| 2026 | Resmi menyandang lisensi wasit bulu tangkis tingkat dunia; tercatat sebagai wasit perempuan pertama dari Sumsel berpredikat BAA |
Keberhasilan Helen Purnama Sari menjadi contoh konkret bagaimana pembinaan sumber daya manusia dan ketekunan dapat menempatkan warga daerah pada panggung internasional. Bagi pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan pelaku pendidikan di Pagar Alam dan Sumatera Selatan, capaian ini layak dijadikan momentum untuk memperkuat pembinaan wasit, pelatih, dan atlet demi kemajuan cabang bulu tangkis di tingkat regional maupun nasional.