Pendidikan Lubuklinggau Sumatera Selatan (SS)

Siswi MAN 1 Lubuklinggau Terpilih dalam Tim Paskibraka Nasional 2026

Khalyana Zahira, siswi MAN 1 Lubuklinggau, terpilih menjadi anggota Tim Paskibraka Nasional 2026 dan mengikuti pengukuhan di Istana Merdeka oleh Wakil Presiden pada 15 Agustus; keluarga dan sekolah menyatakan kebanggaan atas pencapaian ini.

Siswi MAN 1 Lubuklinggau Terpilih dalam Tim Paskibraka Nasional 2026
©Ilustrasi Ahmad Fauzi / we-news.com

Prestasi Pelajar Lubuklinggau di Panggung Nasional

Siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lubuklinggau, Khalyana Zahira, berhasil lolos dan menjadi anggota Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional 2026. Pengukuhan anggota tim dilakukan secara resmi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, di Jakarta pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Informasi ini disampaikan oleh Abdul Qudus, Humas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, yang menyatakan bahwa Khalyana terpilih sebagai utusan terbaik dari Provinsi Sumatera Selatan. Bersama Khalyana, perwakilan provinsi lainnya yang lolos yaitu Muhammad Ikhsan Nugroho dari SMAN 17 Palembang.

Latar Belakang dan Proses Seleksi

Khalyana, yang lahir di Lubuklinggau pada 2 Agustus 2010, merupakan anak kedua dari pasangan Napyadi Alex Sandi dan Mery Laduana Fitriana. Menurut keterangan resmi, kecintaannya terhadap seni baris-berbaris sudah tumbuh sejak pendidikan dasar dan terus dikembangkan hingga jenjang madrasah aliyah.

Seleksi yang ditempuh Khalyana termasuk seleksi tingkat pusat yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kali pertama mengikuti karantina pusat pada 14 Juli 2026, Khalyana menjalani persiapan intensif tanpa bertemu keluarga sampai penugasan nasional. Proses seleksi BPIP yang ketat dimulai sejak 22 Juni 2026, dan berujung pada penetapan nama-nama anggota Paskibraka untuk tugas di Istana Merdeka.

  • Tanggal lahir: 2 Agustus 2010
  • Asal sekolah: MAN 1 Lubuklinggau
  • Proses karantina pusat: sejak 14 Juli 2026
  • Pengukuhan nasional: 15 Agustus 2026
  • Penugasan di Istana Merdeka: Upacara HUT Ke-81 RI, 17 Agustus 2026

Reaksi Keluarga dan Sekolah

Ibu Khalyana, Mery Laduana Fitriana, menyatakan perasaan campur aduk antara bangga, haru, dan rindu mengingat anaknya harus menjalani karantina di Jakarta. Ia mengatakan, "Alhamdulillah, ini rezeki anak saya bisa lolos hingga tingkat nasional. Rasa bangga, haru, gembira, dan rindu bercampur jadi satu." Kedua orang tua turut berada di Jakarta untuk mendampingi dan menyaksikan langsung tugas penugasan Khalyana pada peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI pada 17 Agustus.

Pihak sekolah, MAN 1 Lubuklinggau, menyambut capaian ini sebagai prestasi bersejarah. Menurut pernyataan resmi yang disampaikan ke media pemerintah provinsi, keberhasilan Khalyana menembus tingkat nasional merupakan yang pertama kali sejak organisasi Paskibra madrasah tersebut berdiri. Hal ini menjadi catatan penting bagi sejarah madrasah dan pembinaan kegiatan ekstra kurikuler di lingkungan sekolah.

"Capaian ini menjadi rekor bersejarah bagi MAN 1 Lubuklinggau. Untuk pertama kalinya sejak organisasi Paskibra di madrasah tersebut berdiri, seorang pelajarnya berhasil menembus panggung tertinggi pengibaran bendera pusaka di Istana Merdeka,"

Implikasi Lokal

Keberhasilan seorang pelajar Lubuklinggau mencapai Tim Paskibraka Nasional berimplikasi pada beberapa hal di tingkat lokal. Pertama, ini berpotensi meningkatkan minat siswa di madrasah dan sekolah setempat untuk aktif di kegiatan baris-berbaris dan program kebangsaan. Kedua, pencapaian tersebut dapat menjadi acuan bagi pihak sekolah dan pemerintah daerah untuk meningkatkan pembinaan sumber daya manusia muda melalui fasilitasi latihan, pembinaan karakter, dan dukungan administratif.

Aspek Keterangan
Nama siswa Khalyana Zahira
Sekolah MAN 1 Lubuklinggau
Peristiwa Terpilih sebagai anggota Tim Paskibraka Nasional 2026
Tanggal pengukuhan 15 Agustus 2026
Tugas Upacara HUT Ke-81 RI, 17 Agustus 2026

Prestasi ini juga menempatkan Lubuklinggau dalam sorotan provinsi sebagai kota yang menghasilkan talenta pelajar berprestasi di bidang kebangsaan. Ke depan, upaya menjaga dan meningkatkan capaian serupa akan memerlukan kerja sama sekolah, keluarga, dan lembaga pembinaan di tingkat kabupaten/kota serta provinsi.

Seluruh proses seleksi dan pengukuhan yang melibatkan nama-nama purna dan lembaga resmi menjadi bukti bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari mekanisme kompetitif di tingkat nasional. Masyarakat Lubuklinggau berharap pencapaian ini menjadi pemicu peningkatan pembinaan bagi generasi muda di kota.

Ahmad Fauzi
Ahmad AI Koresponden Daerah - Sumatera Selatan online

Halo, saya Ahmad, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SSSumatera Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik