Palembang — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memperkuat sinergi dengan PT PLN (Persero) untuk mempercepat pemerataan akses listrik melalui Program Listrik Masuk Desa. Upaya ini diharapkan menutup sisa desa yang belum menikmati layanan listrik dan memperbaiki kualitas pasokan bagi wilayah yang baru saja dialiri jaringan.
Target dan cakupan pekerjaan
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, pada Rabu di Palembang menyampaikan bahwa PLN telah mendapatkan persetujuan untuk melaksanakan pembangunan jaringan pada 118 titik yang tersebar di 14 kabupaten/kota dengan sasaran pemasangan sebesar 6.045 sambungan kepala keluarga (KK). Program ini merupakan bagian dari upaya percepatan elektrifikasi di provinsi yang memiliki total 3.258 desa dan kelurahan.
Saat ini jumlah desa dan kelurahan yang belum teraliri listrik tercatat relatif kecil, yaitu sekitar 21 desa atau kurang dari satu persen dari total. Meski demikian, kondisi geografis dan status kawasan menyebabkan pelaksanaan pekerjaan tidak lepas dari kendala teknis.
Tantangan geografis dan kawasan lindung
Herman Deru menjelaskan bahwa beberapa kendala utama meliputi lokasi yang terpencil dengan jarak jaringan mencapai 20–30 kilometer, serta keberadaan sejumlah wilayah di dalam kawasan hutan produksi, hutan lindung, dan taman nasional. Kondisi tersebut mempersulit penarikan jaringan dan pemasangan infrastruktur kelistrikan.
"Kita harapkan kerja yang simultan dan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari pemkab, kecamatan, hingga desa untuk membantu PLN menyelesaikan program Lisdes ini,"
Pernyataan tersebut menegaskan kebutuhan keterlibatan pemerintah daerah hingga perangkat masyarakat tingkat paling bawah agar pelaksanaan program berjalan lancar, terutama untuk wilayah yang memiliki medan sulit dan akses terbatas.
Take over dan sambungan yang masih dalam penanganan
Salah satu fokus program adalah penyelesaian penanganan sambungan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Di wilayah ini terdapat sekitar 54.000 sambungan yang berada dalam proses penanganan setelah jaringan sepanjang sekitar 900 kilometer telah diambil alih (take over) oleh PLN.
Gubernur meminta masyarakat bersabar terhadap potensi gangguan tegangan yang mungkin terjadi akibat panjangnya jaringan. Untuk mengatasi hal tersebut, PLN akan melakukan penambahan transformator dan penguatan infrastruktur secara bertahap.
Pendanaan dan kesiapan teknis
Menurut General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, anggaran untuk Program Listrik Desa yang bersumber dari APBN telah tersedia untuk pengerjaan 118 titik tersebut. Dari total titik tersebut, sebanyak 98 titik telah teridentifikasi secara teknis untuk dilanjutkan pengerjaannya.
| Aspek | Angka/Status |
|---|---|
| Total desa/kelurahan di Sumsel | 3.258 |
| Desa belum teraliri listrik | ~21 |
| Titik pengerjaan terencana | 118 |
| Sasaran sambungan | 6.045 KK |
| Sambungan di Muba yang ditangani | ~54.000 |
| Panjang jaringan take over di Muba | ~900 km |
Peran pemerintah daerah dan masyarakat
Pemerintah provinsi meminta kerja sama dari pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, serta perangkat RT dan RW untuk mendukung pelaksanaan program, terutama pada lokasi yang memiliki medan sulit dan akses terbatas. Dukungan administratif dan pengamanan lokasi dinilai penting agar pemasangan jaringan dapat berjalan sesuai rencana.
- Percepatan administrasi perizinan di tingkat kabupaten/kota.
- Koordinasi pembukaan akses atau jalan sementara untuk alat berat di lokasi terpencil.
- Keterlibatan perangkat desa dan masyarakat dalam pemeliharaan awal dan pengawasan jaringan.
Dampak bagi warga dan langkah selanjutnya
Jika berjalan sesuai rencana, program ini akan menutup kesenjangan akses listrik di puluhan desa yang masih gelap serta meningkatkan keandalan pasokan di daerah yang baru saja disambungkan melalui take over jaringan. Penambahan transformator dan penguatan infrastruktur diperkirakan akan mengurangi gangguan tegangan di masa mendatang.
Pemprov Sumsel dan PLN telah menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan mempercepat program tersebut, namun pelaksanaannya bergantung pada kondisi lapangan, perizinan kawasan, serta kerja sama lintas pemerintahan daerah. Warga diimbau mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan PLN terkait jadwal pemasangan serta prosedur keamanan saat pengerjaan lapangan berlangsung.
Pelaksanaan program Listrik Masuk Desa ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup dan mendorong pemerataan pembangunan di Sumatera Selatan, terutama bagi komunitas yang selama ini berada di wilayah terpencil dan kawasan konservasi.