PALembang — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan meningkatkan operasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui rangkaian kegiatan preventif yang dilaksanakan secara masif di wilayah rawan. Pada hari Senin, Polda Sumsel mencatat pelaksanaan 374 kegiatan mitigasi yang terbagi dalam patroli, imbauan, dan sosialisasi kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan dan target pencegahan
Berdasarkan data yang dirilis Bidang Humas Polda Sumsel, rincian kegiatan mitigasi pada hari tersebut adalah sebagai berikut:
| Jenis Kegiatan | Jumlah |
|---|---|
| Patroli | 189 |
| Imbauan | 99 |
| Sosialisasi | 86 |
| Total | 374 |
Patroli ditempatkan pada titik-titik yang memiliki potensi kebakaran untuk mendeteksi munculnya titik api lebih cepat. Sementara itu, kegiatan imbauan dan sosialisasi diarahkan untuk meningkatkan kesadaran warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan setiap indikasi kebakaran di lingkungan mereka.
Peran masyarakat dan strategi Polda
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya, menyatakan bahwa strategi yang diterapkan bersifat menyeluruh, yakni mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelaporan dan pengawasan lingkungan.
"Patroli, imbauan dan sosialisasi terus kami tingkatkan sebagai langkah pencegahan. Personel di lapangan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayahnya dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan Karhutla,"
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada tindakan pemadaman setelah kejadian, tetapi diawali dari upaya preventif yang sistematis. Polda Sumsel memakai slogan "24/7 Nyago Bumi Sriwijaya" sebagai wujud komitmen kehadiran petugas secara berkelanjutan.
Langkah operasional di lapangan
Untuk memperjelas jenis tindakan yang ditempuh, berikut rangkuman taktik dan kegiatan operasional yang ditekankan oleh Polda:
- Patroli intensif pada wilayah yang berisiko tinggi terjadi kebakaran;
- Penyuluhan kepada masyarakat terkait bahaya pembakaran lahan dan alternatif membuka lahan;
- Imbauan proaktif melalui pertemuan komunitas, penyebaran leaflet, dan dialog dengan tokoh lokal;
- Penyediaan jalur pelaporan cepat untuk melaporkan titik api atau aktivitas mencurigakan;
- Koordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi eskalasi karhutla.
Dampak dan pentingnya keterlibatan warga
Polda Sumsel menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu dalam mencegah kebakaran meluas. Partisipasi warga tidak hanya berupa kepatuhan pada imbauan, tetapi juga aktif melaporkan kondisi lingkungan. Upaya kolektif ini penting mengingat potensi kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan akibat kabut asap, dan ancaman terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pada musim kering.
Dengan terus dilakukannya patroli dan kegiatan edukasi, Polda berharap angka kasus karhutla dapat ditekan. Namun efektivitas tindakan ini bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan dan respons cepat ketika laporan muncul.
Catatan bagi warga
Bagi warga yang ingin berperan aktif, langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Tidak membuka lahan dengan cara membakar;
- Mengawasi area sekitar dan segera melapor bila menemukan titik api;
- Mengikuti sosialisasi dan membagikan informasi pencegahan kepada tetangga;
- Bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan aparat desa untuk memperkuat patroli lokal.
Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam upaya mencegah dan menanggulangi karhutla. Langkah-langkah preventif yang terencana diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran yang berdampak luas bagi kesehatan dan ekonomi warga Sumatera Selatan.