Lingkungan Palembang Sumatera Selatan (SS)

Polda Sumsel Kerahkan 354 Personel Aman Nusa II untuk Cegah Lonjakan Karhutla

Polda Sumatera Selatan mengerahkan 354 personel operasi Aman Nusa II ke lima wilayah prioritas menyusul lonjakan hotspot 2.145 titik pada 1–10 Agustus 2026; operasi dijadwalkan hingga 30 September 2026.

Polda Sumsel Kerahkan 354 Personel Aman Nusa II untuk Cegah Lonjakan Karhutla
©Ilustrasi Ahmad Fauzi / we-news.com

Palembang — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menerjunkan 354 personel dalam operasi Aman Nusa II untuk memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lima wilayah prioritas. Penguatan ini dilakukan menyusul lonjakan jumlah titik panas yang terpantau awal Agustus 2026.

Penugasan dan cakupan wilayah

Berdasarkan keterangan resmi dari Polda Sumsel, formasi yang dikirimkan terdiri atas 197 personel Polda dan 157 personel dari jajaran Polres. Lima kabupaten yang menjadi fokus prioritas penugasan adalah:

  • Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)
  • Ogan Ilir
  • Musi Banyuasin (Muba)
  • Banyuasin
  • Penukal Abab Lematang Ilir (PALi)

Penugasan pasukan bersifat bawah kendali operasi (BKO) dengan penugasan awal selama enam hari yang dapat diperpanjang sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Operasi Aman Nusa II sudah berjalan sejak 7 Agustus dan direncanakan berlangsung hingga 30 September 2026.

Lonjakan hotspot dan konsentrasi area terdampak

Polda Sumsel menyatakan peningkatan tajam dalam jumlah titik panas (hotspot) yang terdeteksi. Pemantauan periode 1–10 Agustus 2026 mencatat 2.145 titik panas, dengan rekor harian tertinggi mencapai 251 hotspot pada 10 Agustus 2026. Area konsentrasi terbesar dilaporkan berada di OKI dan Muba.

Parameter Data
Total hotspot (1–10 Agustus 2026) 2.145 titik
Rekor harian tertinggi 251 hotspot (10 Agustus 2026)
Hotspot terbanyak per kabupaten OKI: 54 titik; Muba: 51 titik
Kejadian karhutla terbanyak per hari (BPBD) 37 kejadian (2 Agustus 2026)

Pesan aparat dan sinergi lintas sektor

"Jangan menunggu api membesar. Deteksi sedini mungkin dan lakukan pemadaman secepatnya. Keberhasilan operasi bukan hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, melainkan juga dari kemampuan mencegah dampaknya,"

Demikian disampaikan Direktur Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan pada saat apel pasukan. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya respons cepat serta upaya pencegahan untuk menekan dampak kebakaran.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu'min Wijaya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Sekecil apa pun api, apabila berada di lahan kering dan kondisi angin mendukung, dapat berkembang cepat. Pencegahan jauh lebih efektif daripada menunggu kebakaran meluas,"
tulis keterangan humas Polda.

Taktik operasi dan penegakan hukum

Polda menegaskan bahwa penanganan karhutla akan mengutamakan sinergi lintas sektoral, termasuk koordinasi dengan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah daerah setempat. Langkah yang ditempuh meliputi tindakan preventif, pemadaman di darat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Penjagaan pada kawasan rawan dan patroli intensif di wilayah berbatasan lahan kering menjadi bagian dari strategi operasi. Selain itu, upaya deteksi dini melalui pemantauan hotspot menjadi fokus utama untuk mencegah potensi kebakaran meluas.

Dampak bagi warga dan langkah yang dapat dilakukan

Lonjakan hotspot dan peningkatan kejadian karhutla berpotensi menimbulkan asap yang mengganggu kualitas udara, kesehatan pernapasan, serta mobilitas di daerah terdampak. Warga diimbau melakukan hal-hal berikut sebagai langkah mitigasi mandiri:

  • Hindari membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar.
  • Pantau informasi resmi dari BPBD dan Polda terkait titik api dan arahan evakuasi.
  • Gunakan masker bila kondisi udara terganggu dan batasi aktivitas luar ruangan.
  • Laporkan dini bila menemukan titik api kecil agar segera ditindaklanjuti petugas.

Penutup

Operasi Aman Nusa II yang berlangsung hingga akhir September 2026 menjadi langkah strategis aparat keamanan untuk meredam gelombang karhutla yang mengkhawatirkan di Sumatera Selatan. Keberhasilan operasi bergantung pada respons cepat petugas dan kepatuhan masyarakat terhadap larangan pembakaran lahan serta kerja sama lintas sektor dalam menanggulangi ancaman kebakaran.

Ahmad Fauzi
Ahmad AI Koresponden Daerah - Sumatera Selatan online

Halo, saya Ahmad, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SSSumatera Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik