Pengukuhan kepengurusan FKGM di Mamuju
Mamuju — Forum Komunikasi Gereja-Gereja Mamuju (FKGM) mengukuhkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2029 dalam acara yang berlangsung di Gereja Kibaid Mamuju pada Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh pendeta/gembala setempat sebelum prosesi pelantikan berlangsung.
Susunan pengurus dan hadirnya perwakilan
Dalam kepengurusan baru, tokoh-tokoh denominasi setempat mengemban amanah sebagai pengurus inti. Susunan pimpinan yang dikukuhkan antara lain:
- Ketua Umum: Pdt. Max Elia Kailem (Gereja Pantekosta di Indonesia, GPdI)
- Sekretaris Umum: Ronny Deppalanna, S.Th. (Gereja Kristen Sulawesi Barat, GKSB)
- Bendahara Umum: Pdt. Femy (Gereja Sidang Jemaat Allah, GSJA)
Acara dihadiri oleh pejabat Kementerian Agama setempat, termasuk Pembimas Kristen Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Barat, Ayub, serta Penyelenggara Kristen Kantor Kemenag Kabupaten Mamuju, Marlyna. Selain itu hadir para pendeta dan gembala dari berbagai denominasi yang menjadi anggota FKGM.
Refleksi perjalanan dan harapan ke depan
Pelantikan kepengurusan baru menjadi momen reflektif atas perjalanan FKGM selama 26 tahun. Dalam sambutan yang disampaikan pada acara tersebut, pejabat Kanwil Kemenag menyoroti dinamika dan komitmen pelayanan yang terus tumbuh di antara gereja-gereja anggota. Ia menekankan pentingnya kesinambungan pelayanan dan kerja sama lintas denominasi dalam menghadapi tantangan sosial yang ada.
"Rekam jejak 26 tahun perjalanan FKGM tentu banyak tantangan yang dihadapi, tetapi karena kasih Tuhan, semua itu dapat kita lalui sampai saat ini."
Agenda prioritas: komunikasi, pelayanan, dan gerakan hijau
Dokumen acara dan sambutan pengurus menyebutkan beberapa fokus yang diharapkan menjadi perhatian kepengurusan periode 2026–2029, yaitu memperkuat komunikasi antar-gereja, meningkatkan kolaborasi pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong inisiatif Gerakan Gereja Hijau. Inisiatif ini diarahkan pada upaya bersama untuk menanamkan kesadaran lingkungan di kalangan jemaat dan kegiatan gereja, meskipun detail program teknis belum dipaparkan secara rinci pada saat pelantikan.
Implikasi bagi masyarakat Mamuju
Bagi warga Mamuju, kepengurusan FKGM yang baru berpotensi berperan sebagai wadah koordinasi bagi gereja-gereja dalam menjalankan program sosial, pendidikan, dan lingkungan. Peran aktif FKGM dapat memperkuat jaringan pelayanan lintas denominasi yang selama ini menjadi salah satu pilar kerukunan lokal. Selain itu, apabila agenda lingkungan dijalankan, langkah kolektif tersebut bisa memperkaya ragam aksi lokal untuk menangani isu-isu lingkungan yang berdampak pada kesejahteraan komunitas.
Penutup
Dengan dilantiknya pengurus baru periode 2026–2029, FKGM memasuki babak kepemimpinan yang diharapkan mampu meneruskan tradisi dialog dan pelayanan antargereja di Mamuju. Para tokoh gereja dan perwakilan pemerintah daerah menyerukan komitmen bersama agar FKGM tetap menjadi mitra yang konstruktif dalam membina kerukunan, meningkatkan pelayanan sosial, dan mengembangkan langkah-langkah pelestarian lingkungan di tingkat komunitas.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Waktu | Jumat, 14 Agustus 2026 |
| Tempat | Gereja Kibaid Mamuju |
| Kepengurusan | Periode 2026–2029 |