Kunjungan dan sambutan
MANOKWARI — Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI), Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M., melakukan kunjungan kerja dan tatap muka dengan personel serta keluarga besar Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari pada Senin, 31 Agustus 2026. Rombongan tiba di Manokwari sekitar pukul 09.05 WIT dan diterima oleh Kepala Fasharkan Manokwari, jajaran Jalasenastri Cabang 4 Daerah Kodalral XIV, serta Forkopimda Papua Barat.
Apresiasi dan penegasan peran strategis
Dalam arahannya, Pangkoarmada RI memberi apresiasi atas capaian Fasharkan Manokwari dan Rumah Sakit dr. Azhar Zahir Manokwari. Menurutnya, kedua institusi tersebut berkontribusi menepis stigma negatif tentang wilayah timur Indonesia.
"Fasharkan dan Rumah Sakit dr. Azhar Zahir Manokwari di penghujung timur Indonesia ini mampu mengubah cakrawala pandang. Wilayah ini tidak seperti yang digambarkan sebagian orang. Manokwari itu indah, aman, dan sarat pembangunan,"
Pernyataan itu menegaskan pentingnya peran Fasharkan Manokwari tidak hanya dalam tugas pemeliharaan unsur armada, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam percepatan pembangunan daerah dan upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Fokus pada sumber daya manusia dan logistik
Pangkoarmada RI menyoroti kebutuhan penguatan sumber daya manusia (SDM) teknis, termasuk peran pegawai negeri sipil (PNS) sebagai tenaga ahli teknik. Ia juga mengisyaratkan kesiapan Fasharkan Manokwari untuk mendukung program pembuatan kapal nasional serta peningkatan sarana Rumkital Manokwari agar dapat berfungsi lebih efektif sebagai rujukan layanan kesehatan masyarakat di wilayah.
- Penguatan SDM teknis dan peran PNS sebagai tenaga ahli.
- Dukungan Fasharkan terhadap program pembuatan kapal nasional.
- Peningkatan sarana Rumah Sakit dr. Azhar Zahir sebagai rujukan kesehatan.
- Pengembangan konsep rest area maritim pada koridor Alki III untuk memperkuat pertahanan dan menarik potensi ekonomi.
- Pemberdayaan ekonomi keluarga prajurit melalui inovasi Jalasenastri.
Gagasan pemanfaatan Alki III dan implikasi ekonomi
Salah satu gagasan yang disorot dalam pertemuan adalah pemanfaatan jalur pelayaran Alur Laut Kepulauan Indonesia (Alki) III melalui konsep "rest area maritim". Ide ini dimaksudkan untuk memperkuat pertahanan maritim sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pemerintah daerah melalui peningkatan aktivitas pelayaran dan layanan pendukung di sepanjang koridor tersebut.
Walaupun belum dipaparkan rencana teknis atau jadwal pelaksanaan, gagasan ini menunjukkan arah kebijakan yang mengintegrasikan aspek pertahanan dan ekonomi wilayah. Bagi pemangku kepentingan di Papua Barat, penerapan konsep tersebut akan menuntut koordinasi lintas sektoral antara unsur TNI AL, pemerintah daerah, otoritas pelabuhan, dan pelaku usaha lokal.
Arahan kepada komandan satuan dan pemberdayaan keluarga
Pangkoarmada RI menginstruksikan para komandan satuan untuk memahami kondisi prajurit dan keluarga secara presisi, mengenali dinamika persoalan lapangan, serta berani mengambil keputusan cepat dan bertanggung jawab. Selain aspek operasional, perhatian juga diberikan pada pemberdayaan ekonomi keluarga prajurit. Ia meminta agar Jalasenastri terus aktif menciptakan inovasi ekonomi kreatif bagi keluarga prajurit.
Data kunjungan
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Tanggal | 31 Agustus 2026 |
| Waktu Kedatangan | 09.05 WIT |
| Lokasi | Fasharkan Manokwari dan Rumkital dr. Azhar Zahir Manokwari |
| Tokoh Utama | Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, S.E., M.M. (Pangkoarmada RI) |
Kunjungan ini menempatkan Fasharkan Manokwari sebagai simpul strategis yang tidak hanya berfungsi pada dimensi pertahanan, tetapi juga berpotensi berkontribusi pada pembangunan dan layanan publik. Realisasi gagasan yang disampaikan akan bergantung pada langkah-langkah teknis, alokasi sumber daya, serta sinergi antara militer, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.