Penyaluran sebagai bentuk kepedulian pada anak berkebutuhan khusus
Manokwari — Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua Barat menyalurkan puluhan paket makanan tambahan bergizi kepada siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Panca Kasih dan penghuni Yayasan Ikhsan Al-Mau'un di Kabupaten Manokwari. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (Hantaru) ke-66.
Kepala Kantor Wilayah BPN Papua Barat, Keliopas Fenitiruma, mengatakan penyaluran itu merupakan wujud kepedulian lembaga terhadap anak-anak yang mengalami keterbatasan serta anak yatim piatu. Menurutnya, bantuan ini diharapkan mampu memotivasi para penerima untuk tetap semangat mengikuti proses belajar.
"Peringatan Hantaru ke-66 tahun ini, kami selenggarakan kegiatan bakti sosial yang menyasar peserta didik SLB dan panti asuhan,"
Fenitiruma menegaskan bahwa anak-anak berkebutuhan khusus dan anak yatim piatu berhak mendapatkan dukungan untuk menunjang pertumbuhan, kesehatan, serta akses terhadap pendidikan tanpa diskriminasi. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan kelanjutan dari program yang sama pada tahun sebelumnya.
Pengakuan terhadap tenaga pendidik dan kesinambungan bantuan
Kepala SLB Negeri Terpadu Panca Kasih Manokwari, Haryati, menyatakan apresiasinya atas perhatian BPN Papua Barat. SLB Panca Kasih merupakan satu-satunya sekolah luar biasa terpadu di provinsi ini, sehingga sekolah wajib melayani lima jenis kekhususan: tunarungu, tunanetra, tunagrahita, tunadaksa, dan autisme.
Haryati juga menyoroti dedikasi guru-guru yang banyak berstatus honorer namun tetap bekerja dengan penuh kesabaran dalam mendidik anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, dukungan dari lembaga pemerintah dapat membantu meringankan tantangan operasional sekolah dan meningkatkan kesejahteraan peserta didik.
- Jenis bantuan: paket makanan tambahan bergizi.
- Penerima utama: siswa SLB Panca Kasih dan anak di Yayasan Ikhsan Al-Mau'un.
- Konteks: kegiatan bakti sosial dalam rangka Hantaru ke-66.
Impak lokal dan catatan kelanjutan
Penyaluran makanan bergizi dimaknai sebagai bentuk komitmen BPN untuk berperan lebih luas dari sekadar urusan administrasi pertanahan. Keliopas menyebutkan bahwa tahun sebelumnya bantuan yang diberikan berupa alat tulis, sementara untuk 2026 bentuk bantuan diganti menjadi paket makanan tambahan.
Secara lokal, bantuan semacam ini dapat berdampak langsung pada keseharian siswa SLB yang membutuhkan asupan bergizi untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif. Selain itu, adanya perhatian dari lembaga pemerintah menambah pengakuan terhadap kebutuhan layanan pendidikan inklusif di Manokwari, termasuk kebutuhan pendanaan bagi tenaga pendidik yang masih banyak berstatus nonpegawainegerian.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Penyelenggara | Kantor Wilayah BPN Papua Barat |
| Penerima | SLB Panca Kasih Manokwari; Yayasan Ikhsan Al-Mau'un |
| Bentuk bantuan | Paket makanan tambahan bergizi |
| Momentum | Peringatan Hantaru ke-66 |
Aktivitas bakti sosial ini sekaligus menjadi pengingat bagi pihak terkait di daerah untuk meninjau kesinambungan dukungan bagi sekolah luar biasa. Dalam jangka menengah, upaya yang lebih sistematis diperlukan—termasuk dukungan gizi terencana, pelatihan bagi guru, dan pemenuhan sarana—agar layanan pendidikan inklusif di Manokwari dapat semakin kuat.
Hingga pemberitaan ini diturunkan, BPN Papua Barat belum merinci jumlah pasti paket yang dibagikan atau rencana lanjutan program serupa. Namun pihak sekolah dan yayasan penerima menyambut baik bantuan serta berharap akan ada dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak demi kesejahteraan anak-anak berkebutuhan khusus dan yatim piatu di wilayah setempat.