MANOKWARI — SMK Negeri 3 Manokwari menempatkan kesiapan kerja dan kewirausahaan sebagai prioritas dalam pembentukan program tata kelola pendidikan vokasi. Kepala sekolah yang menjabat sebagai pelaksana tugas, Franssisca Souisa, mengatakan pada Senin, 31 Agustus 2026, bahwa sekolah membuka ruang kemitraan dengan sektor industri dan menanamkan pengajaran kewirausahaan agar lulusan tidak semata menjadi pencari kerja tetapi juga pencipta lapangan usaha.
Pendekatan kemitraan dan pembelajaran berbasis kompetensi
Franssisca menjelaskan bahwa hubungan antara sekolah dan dunia usaha memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik mengenai kondisi dan kebutuhan pasar kerja. Menurutnya, kegiatan kolaboratif dengan industri dapat melengkapi kompetensi teknis yang diperoleh di kelas sehingga lulusan memiliki pemahaman lebih luas tentang praktik kerja di lapangan.
"Kami pihak sekolah terbuka dengan dunia industri, artinya kami bermitra sehingga harapannya lewat kegiatan-kegiatan yang dilakukan, anak-anak juga kemudian terbuka wawasannya,"
Lebih lanjut, sekolah memasukkan materi kewirausahaan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kemampuan melihat peluang usaha dari kompetensi kejuruan yang dimiliki. Pendekatan ini diharapkan mendorong siswa untuk mempertimbangkan alternatif karier selain menjadi pekerja bergaji.
Dampak lokal dan konsekuensi jangka panjang
Peningkatan hubungan dengan dunia industri berpotensi memberi manfaat langsung bagi Manokwari dan wilayah sekitarnya, antara lain:
- Menambah keterhubungan antara kebutuhan tenaga kerja lokal dan kompetensi lulusan SMK;
- Mendorong terciptanya peluang usaha berbasis keahlian lokal yang dapat mengurangi ketergantungan pada lapangan kerja formal di kota;
- Memperkuat estetika vokasi sehingga lulusan lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan permintaan pasar.
Di sisi kebijakan, upaya ini menuntut dukungan lebih luas dari pemerintah daerah, dunia usaha, serta orang tua siswa agar kolaborasi yang dimulai di sekolah berlanjut menjadi peluang nyata kerja praktik, magang, atau pendampingan usaha setelah lulus.
Program dan tujuan
SMK Negeri 3 Manokwari menempatkan beberapa pilar kerja sebagai fokus implementasi. Berikut ringkasan program yang disampaikan pihak sekolah:
| Program | Tujuan |
|---|---|
| Kemitraan dengan dunia industri | Memberi pengalaman kerja nyata dan pemahaman kebutuhan pasar |
| Pembelajaran kewirausahaan | Mendorong siswa mengembangkan usaha berbasis kompetensi |
Franssisca berharap kombinasi antara keterampilan teknis dan literasi kewirausahaan dapat melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan memiliki daya saing di pasar kerja maupun usaha mandiri.
Peran komunitas dan langkah selanjutnya
Pihak sekolah menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi pendidikan. Diperlukan keterlibatan aktif:
- Pemerintah daerah untuk memfasilitasi jaringan industri dan akses pasar;
- Pelaku usaha lokal untuk membuka ruang magang, pendampingan, dan penyerapan tenaga kerja;
- Orang tua dan masyarakat agar menyokong pengembangan keterampilan dan wirausaha di kalangan remaja.
Dengan langkah itu, SMK Negeri 3 Manokwari menargetkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu menerjemahkan keahlian menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Informasi lebih lanjut mengenai program kemitraan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran kewirausahaan dapat diperoleh melalui kantor sekolah bagi pihak industri dan masyarakat yang berminat berkolaborasi.