Lingkungan Manokwari Papua Barat (PB)

Asap Pembakaran di TPA Sowi Ganggu Warga Manokwari, Dinas Lingkungan Diminta Bertindak

Pembakaran sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sowi pada 11 Agustus 2026 menimbulkan kepulan asap tebal yang dirasakan warga Manokwari hingga Amban. Masyarakat menuntut klarifikasi dan tindakan dari dinas terkait atas potensi dampak kesehatan dan lingkungan.

Asap Pembakaran di TPA Sowi Ganggu Warga Manokwari, Dinas Lingkungan Diminta Bertindak
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Insiden dan area terdampak

Manokwari — Kebakaran atau pembakaran sampah terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sowi, Manokwari, Papua Barat, pada Selasa, 11 Agustus 2026 sekitar pukul 16.00–17.00 WIT. Kepulan asap tebal dilaporkan mengganggu permukiman di sekitar Anday, Arfai, Sowi, dan Wosi, serta dirasakan sampai wilayah Amban.

Dampak kesehatan dan lingkungan

Masyarakat yang menjadi sumber informasi menyatakan kepulan asap dan partikel hasil pembakaran mengganggu aktivitas sehari-hari. Keluhan yang muncul antara lain:

  • gangguan pernapasan seperti berisiko ISPA dan sesak napas;
  • iritasi pada mata dan tenggorokan, terutama pada anak-anak, lanjut usia, dan warga dengan riwayat penyakit pernapasan;
  • bau menyengat yang mengurangi kenyamanan dan mempengaruhi mobilitas warga;
  • potensi penyebaran bakteri dan risiko kontaminasi karena sampah yang terbakar mencakup sampah organik dan sisa material;
  • abu dan residu pembakaran yang berisiko mencemari kualitas air dan tanah di sekitar TPA;
  • gangguan jarak pandang pada jalur dilalui asap yang dapat membahayakan pengendara.

Tuntutan masyarakat dan pertanyaan kepada dinas

Seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan tokoh pemuda, mendesak dinas terkait untuk memberikan penjelasan dan bertanggung jawab atas insiden tersebut. Mereka menuntut kepastian apakah pembakaran terjadi karena tindakan pihak tidak dikenal atau dilakukan oleh petugas yang bertugas di lokasi TPA. Tekanan publik didasari kekhawatiran terhadap dampak kesehatan dan lingkungan serta kebutuhan untuk penegakan hukum jika terbukti ada kelalaian atau tindakan disengaja.

"Apabila pembakaran terbukti dilakukan oleh pihak tidak dikenal, maka pelaku harus ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun apabila pembakaran dilakukan oleh petugas, maka tindakan tegas serupa juga harus diberlakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan efek jera."

Data ringkas dampak dan lokasi

Aspek Keterangan
Waktu kejadian 11 Agustus 2026, sekitar 16.00–17.00 WIT
Lokasi TPA Sowi, berdampak pada Anday, Arfai, Sowi, Wosi, dan Amban
Dampak utama Asap tebal, gangguan pernapasan, iritasi, bau menyengat, risiko pencemaran air/tanah

Implikasi kebijakan dan langkah yang diharapkan

Kejadian ini menyoroti beberapa isu tata kelola lingkungan dan operasional TPA di Manokwari. Di antaranya: perlunya prosedur penanganan sampah yang mencegah pembakaran terbuka; pengawasan dan pengaturan tugas petugas TPA; serta kesiapan dinas lingkungan hidup untuk menanggulangi dan memberi penjelasan publik ketika insiden terjadi. Warga menuntut tindakan tegas bila ditemukan kelalaian serta klarifikasi sumber api dan penyebab pembakaran.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan masyarakat, tuntutan utama mencakup:

  • penyelidikan penyebab pembakaran;
  • transparansi dari dinas terkait mengenai temuan dan langkah korektif;
  • penegakan hukum jika ada pihak yang melanggar ketentuan;
  • pencegahan berkelanjutan untuk melindungi kesehatan warga.

Pihak dinas terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Manokwari, belum tercantum dalam keterangan awal yang terverifikasi pada laporan sumber ini. Masyarakat berharap dinas segera merespons dengan rincian hasil pemeriksaan lapangan dan tindakan mitigasi yang akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.

Insiden pembakaran sampah di TPA Sowi memberi penekanan pada kebutuhan koordinasi antarlembaga — termasuk dinas lingkungan hidup, kesehatan, dan dinas terkait pengelolaan kebersihan kota — agar upaya penanggulangan dan pencegahan dapat terlaksana secara efektif demi keselamatan dan kenyamanan warga Manokwari.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PBPapua Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik