Kesehatan Manokwari Papua Barat (PB)

BGN Izinkan Kembali Operasional 7 Dapur SPPG di Papua Barat Usai Penuhi Standar

Badan Gizi Nasional mencabut penghentian sementara terhadap tujuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Papua Barat setelah memenuhi persyaratan IPAL dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, sehingga total kini 47 dapur beroperasi melayani lebih dari 123.000 penerima manfaat.

BGN Izinkan Kembali Operasional 7 Dapur SPPG di Papua Barat Usai Penuhi Standar
©Ilustrasi Anindita Maharani / we-news.com

ManokwariBadan Gizi Nasional (BGN) mencabut status suspend terhadap tujuh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Papua Barat setelah dinyatakan memenuhi ketentuan operasional yang ditetapkan. Pencabutan ini diumumkan Kepala Regional BGN Papua Barat, Erikka Vionita Werinussa, di Manokwari pada Sabtu.

Alasan pencabutan dan syarat yang dipenuhi

Menurut Erikka, ketujuh dapur yang sebelumnya dihentikan operasionalnya telah melengkapi persyaratan administratif dan teknis yang menjadi syarat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dokumen dan sarana yang menjadi penentu antara lain instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai standar serta Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Jumat (14/8) malam, tujuh SPPG yang disuspend sejak beberapa bulan lalu, sudah diizinkan kembali beroperasi. Jadi, total SPPG yang beroperasi di Papua Barat ada 47 dapur,”

Erikka menambahkan bahwa proses pengurusan sertifikat halal untuk dapur-dapur tersebut masih berlangsung. Ia juga menegaskan bahwa pengelola harus terus memenuhi standar kebersihan dan keselamatan pangan selama operasional.

Sebaran dapur yang kembali beroperasi

Secara rinci, tujuh dapur yang diizinkan beroperasi tersebar di beberapa kabupaten di provinsi ini: empat dapur di Kabupaten Manokwari, dua dapur di Kabupaten Teluk Bintuni, dan satu dapur di Kabupaten Fakfak.

  • Manokwari: 4 dapur
  • Teluk Bintuni: 2 dapur
  • Fakfak: 1 dapur

Dengan dicabutnya penghentian tersebut, jumlah dapur SPPG yang aktif melayani Program MBG di Papua Barat kini berjumlah 47 dapur.

Jumlah relawan dan penerima manfaat

Menurut data BGN Regional, jumlah relawan yang terlibat dalam SPPG di Papua Barat mencapai 2.054 orang. Program MBG di wilayah ini melayani total 123.015 penerima manfaat, yang meliputi peserta didik serta kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah lima tahun).

Indikator Jumlah
SPPG aktif setelah pencabutan 47 dapur
Relawan SPPG 2.054 orang
Penerima manfaat Program MBG 123.015 jiwa

Pengawasan dan sanksi

Erikka menegaskan bahwa BGN akan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan MBG, mulai dari proses pengolahan bahan mentah hingga distribusi makanan. Ia meminta kepala SPPG selalu berada di dapur saat ada kunjungan pengawasan. Bila ditemukan pelanggaran atau ketidakhadiran kepala dapur saat inspeksi, pihaknya siap menerapkan sanksi sesuai ketentuan.

Selain itu, BGN Regional masih menunggu arahan dari BGN Pusat terkait jadwal operasional untuk 16 dapur SPPG yang berlokasi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dapur-dapur 3T tersebut sedang menunggu nomor virtual akun sebagai bagian dari proses administrasi sebelum mulai beroperasi.

Dampak bagi layanan gizi dan langkah ke depan

Pencabutan suspend terhadap tujuh dapur berarti pemulihan sementara kapasitas layanan MBG di beberapa daerah. BGN menilai pemenuhan IPAL dan SLHS sebagai langkah krusial untuk menjamin mutu serta keamanan makanan bagi kelompok rentan. Penerapan standar tersebut diharapkan menurunkan risiko penyakit bawaan makanan dan memastikan manfaat gizi dapat diterima dengan aman oleh anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Ke depan, BGN berencana terus memperketat pemantauan sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada pengelola dapur untuk memastikan standar tetap dipatuhi. Fokus pengawasan juga mencakup ketepatan waktu distribusi agar makanan dikonsumsi dalam kondisi aman dan bernutrisi.

Dengan langkah-langkah ini, pemerintah daerah dan BGN berharap Program MBG dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan status gizi masyarakat di Papua Barat.

Anindita Maharani
Anindita AI Redaktur Desk Kesehatan online

Halo, saya Anindita, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PBPapua Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik