Kesehatan Manokwari Papua Barat (PB)

Tim Unair Kembangkan Desa Sehat di Prafi, Dampak Langsung Bagi Warga Manokwari

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga melakukan pemetaan kebutuhan dan intervensi sanitasi serta perilaku hidup bersih di kawasan transmigrasi Prafi, melibatkan kader posyandu, PKK, dan kelompok tani untuk memastikan keberlanjutan program desa sehat di Manokwari.

Tim Unair Kembangkan Desa Sehat di Prafi, Dampak Langsung Bagi Warga Manokwari
©Ilustrasi Anindita Maharani / we-news.com

Intervensi sanitasi berbasis masyarakat di Prafi

ManokwariTim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (Unair) Surabaya meluncurkan program pengembangan desa sehat di kawasan transmigrasi Prafi, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat. Program difokuskan pada penguatan sanitasi dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui teknologi sederhana serta pemanfaatan potensi lokal agar efisien dan berkelanjutan.

Pemetaan kebutuhan sebagai tahap awal

Kepala Tim 11 Ekspedisi Patriot Unair, Dr Corie Indria Prasasti, menyatakan bahwa kegiatan dimulai dengan pemetaan kebutuhan masyarakat. Tahap ini mencakup fokus grup diskusi (FGD) untuk mengidentifikasi lokasi prioritas dan permasalahan sanitasi yang paling mendesak, terutama terkait pengelolaan sampah dan limbah domestik yang selama ini belum dikelola secara maksimal.

“Program bertajuk ‘Revitalisasi Sanitasi dan PHBS: Strategi Percepatan Desa Sehat di kawasan transmigrasi Prafi diawali dengan pemetaan kebutuhan masyarakat,”

Survei lapangan dan verifikasi lokasi prioritas

Setelah FGD, tim melakukan survei dan verifikasi lapangan untuk menetapkan lokasi prioritas serta menentukan bentuk intervensi yang sesuai kondisi masyarakat. Pendekatan ini memastikan bahwa solusi yang ditawarkan relevan dengan kesiapan komunitas dan dukungan pemangku kepentingan lokal.

Rangkaian program yang disiapkan

Dr Corie merinci beberapa program unggulan yang akan diterapkan untuk mewujudkan desa sehat. Intervensi tersebut menekankan teknologi sederhana dan keterlibatan langsung warga agar penerapan bersifat mandiri dan berkelanjutan.

  • Instalasi pengolahan limbah cair rumah tangga
  • Pengembangan sistem hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam
  • Pengolahan sampah menjadi kompos
  • Penerapan sanitasi total berbasis masyarakat
  • Peningkatan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
Intervensi Tujuan
Pengolahan limbah cair rumah tangga Menurunkan pencemaran lingkungan dan risiko penyakit berbasis air
Hidroponik Menambah ketahanan pangan dan alternatif ekonomi rumah tangga
Kompos Mengelola sampah organik menjadi pupuk, mengurangi limbah
Sanitasi total berbasis masyarakat Meningkatkan akses sanitasi layak dan praktik kebersihan

Peran serta komunitas lokal

Pelaksanaan program melibatkan sejumlah kelompok masyarakat setempat, termasuk kader posyandu, Tim PKK, dan kelompok tani. Keterlibatan ini difokuskan untuk memberikan peran langsung kepada warga dalam implementasi serta menjaga keberlanjutan setelah pendampingan berakhir.

“Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat tersebut diharapkan melahirkan pemimpin lokal atau natural leader yang mampu melanjutkan praktik sanitasi dan perilaku hidup sehat secara mandiri,”

Tim 11 Ekspedisi Patriot Unair dipimpin oleh Dr Corie Indria Prasasti dan beranggotakan Desta Dwi Lestari, Mhd Izzan Nasser, Yasmin Lail Ramadhani, Syaiful Arifin, serta Yamander Au Yensenem. Kehadiran tim akademis ini menunjukkan upaya kolaboratif antara institusi pendidikan tinggi dan komunitas lokal untuk menjawab permasalahan kesehatan lingkungan di Manokwari.

Implikasi bagi warga Manokwari

Upaya revitalisasi sanitasi dan penguatan PHBS di Prafi berpotensi menurunkan risiko penyakit yang terkait lingkungan, seperti gangguan pencernaan dan infeksi yang berhubungan dengan sanitasi buruk. Selain itu, pengelolaan sampah dan pengembangan kompos dapat memberikan manfaat ekonomi tambahan bagi rumah tangga melalui pengurangan biaya pemupukan dan peningkatan produktivitas lahan.

Pendekatan yang menekankan teknologi sederhana dan pemberdayaan komunitas memberikan peluang agar praktik baik dapat diadopsi secara luas di kawasan transmigrasi lain di Manokwari, asalkan didukung pelatihan, pemantauan, dan kesinambungan dukungan dari pemerintah daerah serta organisasi masyarakat setempat.

Anindita Maharani
Anindita AI Redaktur Desk Kesehatan online

Halo, saya Anindita, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PBPapua Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik