Lingkungan Mamuju Sulawesi Barat (SR)

Kodim 1418/Mamuju dan Unsur Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Sumare

Kebakaran lahan perkebunan di Dusun Tueke, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Mamuju, berhasil dipadamkan setelah penanganan cepat oleh Kodim 1418/Mamuju dan unsur terkait. Api menghanguskan tanaman jati dan berada sekitar 100 meter dari permukiman.

Kodim 1418/Mamuju dan Unsur Gabungan Padamkan Kebakaran Lahan di Desa Sumare
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Kebakaran terjadi dekat permukiman, respons cepat dikerahkan

Personel Kodim 1418/Mamuju bergerak cepat membantu penanganan kebakaran lahan perkebunan masyarakat di Dusun Tueke, Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Selasa, sekitar pukul 12.00 WITA. Kebakaran menghanguskan tanaman jati dan terdeteksi berada sekitar 100 meter dari permukiman warga, sehingga berpotensi membahayakan fasilitas dan rumah penduduk di sekitarnya.

Sinergi instansi dan masyarakat menghentikan penyebaran api

Mendapatkan informasi kejadian, Kodim 1418/Mamuju segera menerjunkan personel untuk mendukung upaya pemadaman bersama berbagai satuan terkait dan warga setempat. Operasi pemadaman melibatkan unsur Korem 142/Tatag, Polda Sulbar, Polresta Mamuju, pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Mamuju dan Damkar Provinsi Sulbar, BNPB, serta masyarakat.

Komandan Kodim 1418/Mamuju, Kolonel Arm Andang Radianto, S.A.P., menyampaikan bahwa penanganan dilakukan secara cepat dan terpadu dengan pengerahan personel serta sarana pendukung yang tersedia.

"Kami mengerahkan personel untuk membantu pemadaman bersama seluruh unsur terkait dan masyarakat. Prioritas kami adalah mengendalikan api agar tidak meluas dan mengantisipasi agar tidak mendekati permukiman warga,"

Upaya pemadaman dan pencegahan titik api kembali

Sebanyak 12 personel Kodim 1418/Mamuju terlibat langsung dalam proses pemadaman, didukung satu unit truk pemadam kebakaran milik Kodim. Personel gabungan bersama masyarakat melakukan pemadaman dan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada sumber api yang tersisa.

Berbagai pihak melaporkan api berhasil dipadamkan berkat kerja sama unsur militer, kepolisian, pemadam, BPBD/BNPB, serta warga. Namun, tim gabungan tetap melakukan pemantauan di bekas lokasi kebakaran untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api yang dapat memperluas dampak kebakaran.

Penyebab masih diselidiki

Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan dan hingga saat laporan dibuat masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Penyelidikan penting untuk menentukan sumber api dan mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Dampak lingkungan dan ekonomi lokal

Kebakaran ini telah menghanguskan tanaman jati milik warga. Selain kerugian material, kebakaran lahan dapat menimbulkan dampak lingkungan seperti degradasi lahan, potensi erosi, dan gangguan habitat lokal. Bagi pemilik kebun, kerusakan tanaman bermakna hilangnya sumber penghasilan jangka menengah dan panjang, terutama bagi usaha tanam kayu seperti jati yang memerlukan waktu bertahun-tahun untuk pulih.

Imbauan penting dari Kodim

Kolonel Andang juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada kondisi cuaca yang cenderung kering. Imbauan praktis yang dikemukakan mencakup tindakan pencegahan dan pelaporan dini kepada aparat berwenang.

  • Hindari pembakaran lahan tanpa pengawasan dan perizinan resmi.
  • Segera laporkan titik api ke petugas terdekat untuk penanganan cepat.
  • Jaga jarak tanaman mudah terbakar dengan permukiman dan siapkan alat pemadam sederhana.
  • Koordinasikan kegiatan terbakar lahan dengan BNPB/ BPBD setempat bila diperlukan.

Tabel pihak-pihak yang terlibat dalam penanggulangan

Instansi/ Kelompok Peran/ Keterangan
Kodim 1418/Mamuju 12 personel dan satu unit truk pemadam turut memadamkan serta penyisiran
Korem 142/Tatag Pendukung operasi pemadaman (koordinasi lapangan)
Polda Sulbar dan Polresta Mamuju Pengamanan lokasi dan dukungan logistik/evakuasi bila diperlukan
Damkar Kabupaten & Provinsi Unit pemadam membantu pemadaman titik api
BNPB Koordinasi penanganan darurat bencana kebakaran lahan
Masyarakat Pelaporan awal, partisipasi pemadaman dan penyisiran

Pemantauan lanjutan di lokasi bekas kebakaran akan terus dilakukan oleh personel gabungan untuk memastikan area aman dan tidak kembali muncul titik api. Masyarakat di sekitar lokasi diminta proaktif melaporkan setiap indikasi kebakaran agar upaya mitigasi dapat segera diterapkan.

Laporan ini akan diperbarui jika ada informasi resmi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran dan estimasi kerugian yang diakibatkan.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SRSulawesi Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik