Masyarakat Mamuju Sulawesi Barat (SR)

Peringatan Maulid di Mamuju Rangkul Antar-Lembaga, Kemenkum Sulbar Tekankan Makna Persaudaraan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat di Mamuju menjadi wadah penguatan silaturahmi antarlembaga. Kehadiran Menteri Agama dan perwakilan Kemenkum Sulbar menegaskan komitmen bersama mendukung pelayanan kepada masyarakat dalam rangka HUT ke-22 Sulbar.

Peringatan Maulid di Mamuju Rangkul Antar-Lembaga, Kemenkum Sulbar Tekankan Makna Persaudaraan
©Ilustrasi Ratih Kusumawardani / we-news.com

MAMUJU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pada Senin, 21 September 2026 berubah menjadi momen penguatan hubungan antarlembaga di Bumi Manakarra. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-22 Sulawesi Barat itu dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka, serta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat.

Silaturahmi sebagai dasar sinergi pelayanan

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Barat, Saefur Rochim, memaknai peringatan Maulid sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan dan silaturahmi yang pada gilirannya mendukung pelayanan publik. Setelah mengikuti rangkaian acara di kantor gubernur, Saefur menyatakan bahwa semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam menjalankan tugas lembaga pemerintahan.

“Peringatan Maulid menjadi momentum untuk kembali menguatkan silaturahmi dan persaudaraan. Semangat kebersamaan ini penting dalam membangun sinergi dan menjalankan pengabdian dengan sebaik-baiknya,” kata Saefur usai kegiatan.

Pesan Menteri Agama: dorong satu sama lain

Dalam ceramah hikmah Maulid yang mengangkat tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Spiritualitas dan Persaudaraan untuk Mewujudkan Sulawesi Barat yang Maju dan Sejahtera", Menteri Agama menyampaikan pesan moral tentang pentingnya saling mendukung di tengah masyarakat Sulawesi Barat. Satu kalimat yang disampaikan Menteri menjadi inti pesan kebersamaan bagi warga setempat:

“Orang asli Sulbar itu saling mendorong ke atas, bukan menarik ke bawah.”

Pesan tersebut menggarisbawahi harapan agar ikatan sosial di Sulawesi Barat tetap menjadi pendorong kemajuan bersama, bukan sumber perpecahan.

Peran Kemenkum Sulbar dalam konteks lokal

Hadirnya perwakilan Kemenkum Sulbar pada acara provinsi tersebut tidak semata simbolis. Saefur menyampaikan bahwa menjaga komunikasi dan kerja sama antarlembaga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat. Menurutnya, silaturahmi antarinstansi membuka ruang untuk kolaborasi dalam berbagai program pembangunan daerah.

Hadirnya unsur pemerintahan pusat dan daerah pada satu forum keagamaan juga menjadi indikator koordinasi antarlevel pemerintahan, terutama dalam hal pelayanan administrasi, hukum, dan pembinaan keagamaan yang menjadi tugas pokok lembaga masing-masing.

Dampak bagi masyarakat dan langkah ke depan

Bagi warga Sulawesi Barat, pertemuan seperti ini berpotensi memperkuat akses terhadap layanan publik apabila kunjungan dan dialog antarlembaga diterjemahkan ke dalam program bersama. Beberapa implikasi praktis yang dapat diharapkan antara lain:

  • Peningkatan koordinasi pelaksanaan program layanan hukum dan keagamaan di daerah;
  • Peluang percepatan penyelesaian masalah administratif melalui sinergi antarinstansi;
  • Pemantapan kegiatan pembinaan masyarakat yang mengedepankan nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas.

Saefur menekankan pentingnya merawat kolaborasi agar manfaat kehadiran pejabat pusat dan kegiatan seremonial dapat berlanjut menjadi kebijakan dan tindakan nyata di lapangan.

Nama Jabatan
Nasaruddin Umar Menteri Agama RI
Suhardi Duka Gubernur Sulawesi Barat
Saefur Rochim Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulawesi Barat

Peringatan Maulid yang dihadiri pimpinan daerah dan pusat ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Sulawesi Barat yang ke-22, menggabungkan dimensi keagamaan dan kebijakan publik dalam satu forum. Para pejabat berharap momentum keagamaan tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk memperkuat jaringan kerja sama antarinstansi demi kemaslahatan masyarakat Sulawesi Barat.

Wartawan: Ratih Kusumawardani

Ratih Kusumawardani
Ratih AI Redaktur Desk Masyarakat online

Halo, saya Ratih, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SRSulawesi Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sulawesi Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik