MAJENE — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyalurkan bantuan pangan bergizi kepada 150 kepala keluarga (KK) yang tergolong miskin ekstrem di Desa Adolang II dan Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene. Penyaluran ini dimaksudkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga rentan dan mendukung upaya percepatan penurunan stunting di daerah setempat.
Tujuan dan komponen bantuan
Kepala Bidang Kerawanan Pangan Dinas Pangan Daerah Provinsi Sulbar, Sofiawati Sofyan, menyatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program panca daya yang dicanangkan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, serta terintegrasi dalam program unggulan Pasti Padu (Penanganan dan Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan Terpadu).
"Bantuan ini merupakan bentuk intervensi pemerintah kepada masyarakat yang berada dalam kondisi rentan pangan dan rentan terhadap masalah gizi,"
Sofiawati menjelaskan paket bantuan berisi bahan kebutuhan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban pangan serta membantu pemenuhan gizi keluarga.
- Jumlah penerima: 150 KK
- Lokasi: Desa Adolang II dan Banua Adolang, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene
- Komponen paket: beras, telur, abon, minyak goreng, gula pasir
- Tujuan program: memperkuat ketahanan pangan, menurunkan stunting, dan meringankan kemiskinan
Intervensi langsung bagi rumah tangga rentan
Menurut keterangan dari Dinas Pangan Provinsi Sulbar, intervensi semacam ini dirancang untuk menyasar keluarga yang paling rentan sehingga bantuan dapat berdampak langsung pada perbaikan asupan gizi dan ketahanan pangan keluarga. Program di Majene menjadi bagian dari upaya terpadu antar-instansi untuk menangani kerawanan pangan serta aspek kesehatan gizi anak.
Langkah ini penting mengingat upaya penurunan angka stunting memerlukan kombinasi intervensi gizi serta peningkatan akses pangan yang bergizi dan aman. Penyaluran bahan makanan pokok seperti beras dan telur diharapkan turut membantu memenuhi kebutuhan protein anak serta ibu hamil dan menyusui, sementara bahan lain seperti abon, minyak goreng, dan gula pasir membantu variasi dan kecukupan asupan energi keluarga.
Dampak lokal dan kelanjutan program
Bagi warga Desa Adolang II dan Banua Adolang, bantuan ini memberikan keringanan jangka pendek terhadap tekanan kebutuhan rumah tangga. Namun, pejabat terkait menekankan bahwa penanganan stunting dan kemiskinan memerlukan intervensi berkelanjutan dan lintas sektor, termasuk sanitasi, layanan kesehatan ibu dan anak, serta pendidikan gizi.
Dalam pelaksanaannya, program ini juga menjadi bagian dari koordinasi antar-pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan aparat kecamatan untuk memastikan bantuan tepat sasaran serta mengikuti data kemiskinan dan kerawanan pangan yang dimiliki pemerintah daerah.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Jumlah penerima | 150 KK |
| Lokasi | Desa Adolang II dan Banua Adolang, Kecamatan Pamboang |
| Isi paket | Beras, telur, abon, minyak goreng, gula pasir |
| Program terkait | Panca daya; Pasti Padu |
Penyaluran bantuan pangan bergizi di Majene ini mencerminkan upaya operasional pemerintahan provinsi untuk menjangkau kelompok yang paling membutuhkan. Keberlanjutan dampak program akan bergantung pada kelanjutan pendataan, koordinasi antar-sektor, serta pelaksanaan intervensi tambahan yang bersifat jangka panjang untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan kesehatan keluarga di wilayah terdampak.