Mamuju — Kongres ke-27 Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) dilaksanakan di Gedung Marasa Corner, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat pada 20-21 September 2026. Acara yang menghadirkan pengurus daerah dari berbagai provinsi tersebut dibuka secara resmi oleh Suratmin Amir mewakili Ketua Umum KONI Pusat.
Peserta dan agenda kongres
Panitia GABSI melaporkan kehadiran 22 Pengurus Daerah (Pengda) dari total 34 provinsi yang telah membentuk organisasi GABSI. Selain agenda organisasi, kongres juga memetakan program pembinaan dan kompetisi nasional yang akan dijalankan, termasuk persiapan cabang bridge menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
- Waktu: 20–21 September 2026
- Tempat pembukaan: Gedung Marasa Corner, Kompleks Perkantoran Gubernur Sulawesi Barat
- Hadir: 22 Pengda dari 34 provinsi
- Agenda utama: pemilihan Ketua Umum PB GABSI, pembahasan program pembinaan, dan persiapan kompetisi
Pemilihan Ketua Umum
Pada sidang pleno kongres, Komjen Pol P. Verdianto Iskandar terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar GABSI. Pemilihan secara aklamasi menunjukkan dukungan luas dari peserta kongres terhadap kepemimpinan yang baru.
"Pembukaan Kongres ke-27 berlangsung di Gedung Marasa Corner Perkantoran Gubernur Sulbar, Ahad dan yang membuka PB KONI Pusat Suratmin Amir mewakili Ketua Umum KONI Pusat,"
Ketua Umum Pengda GABSI Kalimantan Selatan, Athaillah Hasbi, hadir pada pembukaan kongres bersama Sekretaris H. Heri Maulana sebagai bagian dari delegasi provinsi tersebut.
Bridge di PON: jumlah nomor pertandingan
Panitia pusat melaporkan bahwa cabang olahraga bridge akan mempertandingkan 12 nomor pada PON mendatang yang akan digelar di provinsi tuan rumah gabungan. Keputusan ini menegaskan posisi bridge sebagai cabang yang mendapatkan perhatian di ajang olahraga nasional.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah Pengda hadir | 22 dari 34 provinsi |
| Nomor pertandingan di PON | 12 nomor |
| Waktu kongres | 20–21 September 2026 |
Dorongan pembinaan atlet
Pembukaan kongres disertai pesan dari pengurus KONI yang mendorong penguatan pembinaan atlet di tingkat daerah. Pernyataan tersebut menekankan pentingnya menyiapkan atlet berkaliber nasional agar cabang bridge dapat bersaing pada PON dan kejuaraan lain.
Selain agenda kongres, penyelenggara juga menggelar sejumlah kegiatan kompetitif dan pembinaan di Sulawesi Barat, yang dimaksudkan untuk memperkuat jaringan antar-Pengda serta menyediakan ruang pertandingan bagi atlet dan pengurus yang datang.
Respons pengurus provinsi
Athaillah Hasbi, Ketua Umum Pengprov GABSI Kalimantan Selatan yang hadir di Mamuju, menyatakan dukungan terhadap program-program yang dibahas dalam kongres dan menegaskan komitmen daerahnya untuk memperkuat pembinaan lewat pelaksanaan kejuaraan daerah (Kejurda) secara berkelanjutan.
"Kami ingin Kejurda terus digelar untuk menjaring bibit muda pelajar dan mahasiswa,"
Menurut Athaillah, Kejurda menjadi sarana penting untuk menemukan talenta baru dan memberi kesempatan bagi atlet dari kalangan pelajar dan mahasiswa untuk berkembang menuju level provinsi dan nasional.
Implikasi bagi Sulawesi Barat
Sulawesi Barat sebagai tuan rumah kongres mendapat kesempatan memperlihatkan kapasitas penyelenggaraan event olahraga tingkat nasional. Langkah ini juga membuka peluang bagi pengembangan kegiatan bridge di wilayah timur Indonesia, khususnya dengan jaringan pengurus dari berbagai provinsi berkumpul di Mamuju.
Kongres ke-27 GABSI menutup rangkaian kegiatan dengan harapan agar kepengurusan baru dan program yang disepakati dapat memperkuat ekosistem bridge nasional, memperluas pembinaan atlet muda, serta meningkatkan kiprah cabang ini pada PON dan kompetisi tingkat tinggi lainnya.