Temuan Jasad dan Proses Evakuasi
Sebuah operasi pencarian dan pertolongan di Sungai Karama, Kabupaten Mamuju, berakhir tragis ketika dua pemuda ditemukan meninggal dunia pada hari kedua pencarian. Kedua korban diidentifikasi sebagai Bayu (20) dan Indra Lesmana (25). Mereka tenggelam saat mandi di sungai pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 17.00 Wita.
Komandan tim pencarian, Agan Kalana, menyatakan bahwa tim SAR gabungan berhasil menemukan keduanya pada Rabu, 16 September 2026, pukul 11.28 Wita. Setelah ditemukan, jasad dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga korban.
"Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban yang dilaporkan tenggelam di Sungai Karama,"
Kronologi Singkat Kejadian
- Sekitar pukul 17.00 Wita, Selasa 15 September 2026: Bayu dan Indra mandi bersama dua teman di Sungai Karama, Dusun Salukue, Desa Kalonding, Kecamatan Sampaga.
- Dalam perjalanan, kedua korban diduga mengalami kelelahan hingga tenggelam; dua teman sempat berusaha menolong namun tidak berhasil.
- Warga melapor ke Kantor Basarnas Mamuju dan Polsek setempat sehingga operasi SAR dimulai.
- Rabu 16 September 2026, pukul 11.28 Wita: Tim SAR gabungan menemukan kedua korban dalam kondisi meninggal dunia lalu menutup operasi.
Keterlibatan dan Penutupan Operasi SAR
Operasi pencarian melibatkan personel dari Kantor Basarnas Mamuju dan Polsek Sampaga. Setelah jasad berhasil ditemukan dan proses evakuasi selesai, operasi dinyatakan ditutup dan seluruh unsur SAR kembali ke satuan masing-masing.
| Item | Detail |
|---|---|
| Lokasi kejadian | Sungai Karama, Dusun Salukue, Desa Kalonding, Kec. Sampaga |
| Tanggal & waktu kejadian | Selasa, 15 September 2026, sekitar 17.00 Wita |
| Waktu penemuan | Rabu, 16 September 2026, pukul 11.28 Wita |
| Korban | Bayu (20); Indra Lesmana (25) |
| Unsur SAR | Kantor Basarnas Mamuju dan Polsek Sampaga |
Implikasi untuk Komunitas Lokal
Kejadian ini menjadi pengingat bagi warga Mamuju, khususnya yang tinggal atau sering mengunjungi kawasan sungai, mengenai risiko keselamatan saat berenang di perairan terbuka. Faktor kelelahan yang dialami kedua korban menegaskan pentingnya kewaspadaan—termasuk kemampuan berenang yang memadai, pendampingan yang cukup, dan penghindaran aktivitas mandi pada kondisi fisik yang lelah atau arus yang kuat.
Warga setempat yang menyaksikan upaya pertolongan menyatakan bahwa teman-teman korban berupaya menolong namun gagal mengangkat keduanya dari arus. Laporan itu kemudian mendorong masyarakat untuk segera melapor ke aparat dan Basarnas sehingga pencarian dapat dilakukan.
Rekomendasi dan Harapan
Meskipun operasi SAR telah ditutup setelah penemuan jasad, peristiwa ini membuka ruang bagi diskusi mengenai langkah pencegahan yang lebih sistematis di lokasi wisata dan area rekreasi sungai di Mamuju. Antara lain:
- Perlu sosialisasi keselamatan air kepada komunitas dan pelajar setempat.
- Penguatan jejaring respons cepat dengan petugas desa, kepolisian sektor, dan kantor Basarnas setempat.
- Peningkatan tanda peringatan di titik-titik berisiko di sepanjang sungai.
Keluarga korban telah menerima penyerahan jenazah dari tim SAR. Pihak berwenang setempat merekomendasikan agar warga tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian serupa agar respons menyeluruh dapat segera dilakukan.
Berita ini disusun berdasarkan keterangan resmi Komandan Tim Pencarian dan laporan lapangan dari operasi SAR di Mamuju.