Kota Sorong digoyang gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,7 pada Minggu malam, kata Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Getaran tercatat terjadi pada pukul 21.47 WIT dan dirasakan lemah oleh penduduk setempat.
Parameter gempa dan karakteristiknya
Menurut keterangan resmi BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 0,71° LS dan 131,38° BT, berjarak sekitar 21 km arah timur laut dari pusat Kota Sorong dengan kedalaman 2 km. Berdasarkan intensitas yang dilaporkan, getaran dirasakan dengan skala II MMI di Sorong.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,71° LS dan 131,38° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 21 km arah timur laut Kota Sorong, Papua Barat Daya pada kedalaman 2 km,"
BMKG mengklasifikasikan peristiwa ini sebagai gempa dangkal yang diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. Karena kedalaman relatif kecil, gempa dangkal umumnya dapat menghasilkan getaran yang lebih kuat di permukaan dekat episenter, namun dalam kejadian ini intensitas yang tercatat tetap termasuk ringan.
Peringatan tsunami dan rekomendasi keselamatan
Hasil pemodelan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Pernyataan resmi BMKG menegaskan hal tersebut sehingga warga pesisir tidak perlu melakukan evakuasi terpadu terkait ancaman gelombang laut.
- Waktu kejadian: 21.47 WIT
- Magnitudo: 3,7
- Koordinat episenter: 0,71° LS, 131,38° BT
- Jarak episenter: 21 km timur laut Kota Sorong
- Kedalaman: 2 km (dangkal)
- Skala guncangan: II MMI di Sorong
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Magnitudo | 3,7 |
| Waktu | 21.47 WIT |
| Lokasi | 21 km timur laut Kota Sorong (0,71° LS, 131,38° BT) |
| Kedalaman | 2 km |
| Potensi tsunami | Tidak |
Implikasi bagi masyarakat dan langkah mitigasi
Meskipun gempa ini tergolong kecil, sifatnya yang dangkal mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan khususnya di daerah rawan sesar. Dampak utama dari gempa berskala rendah biasanya terbatas pada perasaan getaran dan kekhawatiran warga. Namun kebijakan mitigasi gempa sebaiknya tetap ditegakkan untuk mengurangi risiko bagi bangunan dan fasilitas kritis.
Beberapa langkah mitigasi dan kewaspadaan sederhana yang dapat dilakukan warga dan pihak berwenang meliputi:
- Memastikan bangunan publik dan rumah tinggal memenuhi standar konstruksi tahan gempa sesuai kemampuan lokal.
- Mempersiapkan kit darurat berisi obat-obatan dasar, air minum, dan penerangan yang mudah dijangkau.
- Mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi terkait untuk pembaruan data seputar gempa.
- Melakukan simulasi evakuasi di lingkungan untuk mengurangi kepanikan saat terjadi guncangan lebih kuat.
Dengan frekuensi gempa yang sering terjadi di wilayah Indonesia, termasuk Papua Barat Daya yang berada di ring of fire, peningkatan literasi kebencanaan dan kesiapsiagaan komunitas menjadi langkah penting untuk mengurangi kerentanan.
BMKG tetap menjadi sumber utama informasi seismik bagi publik. Warga Sorong diimbau selalu memantau kanal resmi BMKG untuk pembaruan parameter gempa dan petunjuk keselamatan bila diperlukan.