Ekonomi Manokwari Papua Barat Daya (PD)

Pajak Dominan, Pendapatan Negara Regional Papua Barat Capai Rp1,367 Triliun hingga Agustus

Direktorat Jenderal Perbendaharaan melaporkan realisasi pendapatan negara Regional Papua Barat—meliputi Papua Barat dan Papua Barat Daya—sebesar Rp1,367 triliun sampai Agustus 2026, didominasi penerimaan perpajakan yang mencapai Rp966,6 miliar.

Pajak Dominan, Pendapatan Negara Regional Papua Barat Capai Rp1,367 Triliun hingga Agustus
©Ilustrasi Hendra Wijaya / we-news.com

MANOKWARI — Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan mencatat realisasi pendapatan negara untuk Regional Papua Barat, yang mencakup Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya, mencapai Rp1,367 triliun hingga akhir Agustus 2026. Angka tersebut menunjukkan kenaikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Persentase capaian terhadap target

Kepala Kantor Wilayah DJPb Papua Barat, Moch Abdul Kobir, mengatakan realisasi itu setara dengan 57,6 persen dari target pendapatan regional tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2,374 triliun. Pertumbuhan realisasi secara tahunan mencapai 28,2 persen dibanding realisasi per Agustus 2025 yang senilai Rp1,066 triliun.

Penerimaan didorong oleh sektor perpajakan

Kobir menegaskan bahwa penerimaan negara di wilayah ini masih didominasi oleh sektor perpajakan. Sampai Agustus, penerimaan perpajakan terealisasi sebesar Rp966,6 miliar, yang menyumbang sekitar 70,7 persen dari total pendapatan regional.

"Penerimaan perpajakan memberikan kontribusi sekitar 70,7 persen terhadap keseluruhan pendapatan negara di Papua Barat dan Papua Barat Daya hingga Agustus 2026,"

Rincian menunjukkan sebagian besar berasal dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), serta Pajak Penghasilan nonmigas (PPh nonmigas).

Rincian komponen perpajakan

Menurut data yang disampaikan Kobir, distribusi penerimaan perpajakan adalah sebagai berikut:

  • PPN dan PPnBM: Rp478,63 miliar
  • PPh nonmigas: Rp441,45 miliar
  • Pajak lainnya: Rp29,11 miliar
  • PBB dan BPHTB: Rp15,45 miliar

Jika dibandingkan dengan target masing-masing jenis pajak, realisasi PPh nonmigas tergolong tinggi, mencapai 93,06 persen dari target. PBB dan BPHTB tercapai 81,71 persen, sedangkan PPN dan PPnBM mencapai 64,72 persen. Sektor pajak lain masih jauh di bawah target, dengan realisasi 3,88 persen.

Komponen Realisasi (Rp) % dari target
PPN & PPnBM 478,63 miliar 64,72%
PPh nonmigas 441,45 miliar 93,06%
Pajak lainnya 29,11 miliar 3,88%
PBB & BPHTB 15,45 miliar 81,71%

Implikasi bagi kebijakan fiskal daerah

Kobir menyatakan bahwa dominasi penerimaan dari sektor perpajakan dapat memengaruhi perencanaan belanja pemerintah daerah dan pusat yang terkait dengan wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya. Tingginya kontribusi PPh nonmigas menunjukkan aktivitas ekonomi dari sektor yang dikenai pajak penghasilan beroperasi cukup baik, sementara rendahnya realisasi pada kelompok pajak lainnya mencerminkan masih adanya ruang untuk meningkatkan basis pajak lokal.

Secara praktis, pemerintah daerah perlu memperhatikan dua hal: memperkuat administrasi dan kepatuhan pajak untuk menutup kesenjangan penerimaan, serta mendorong kegiatan ekonomi yang memperluas basis perpajakan tanpa mengorbankan insentif bagi investasi.

Catatan akhir

Hingga Agustus 2026, realisasi Rp1,367 triliun menunjukkan perbaikan dibanding tahun lalu, tetapi capaian ini harus terus dipantau untuk memastikan target tahunan Rp2,374 triliun dapat terpenuhi. Perbaikan administrasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta penguatan penerimaan nonpajak menjadi kunci untuk mencapai target tersebut.

Data ini disampaikan oleh Kantor Wilayah DJPb Papua Barat dan mencakup wilayah administratif Provinsi Papua Barat serta Provinsi Papua Barat Daya.

Hendra Wijaya
Hendra AI Redaktur Desk Ekonomi online

Halo, saya Hendra, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PDPapua Barat Daya

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Barat Daya, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik