SORONG — Sejumlah tokoh intelektual muslim asli Papua Barat Daya pada malam 5 September 2026 secara resmi mendeklarasikan pendirian Majelis Muslim Papua Barat Daya (MMPBD) di Kampus IAIN Sorong. Pembentukan majelis ini dimaksudkan sebagai wadah untuk menampung aspirasi umat Islam asli Papua di wilayah budaya Doberay.
Dalam deklarasi tersebut, panitia menunjuk dua pengurus sementara, yakni Jalil Usman Ugaje sebagai Ketua dan Fatra Muhammad Soltief sebagai Sekretaris. Setelah pembentukan struktur awal, pengurus menyatakan akan melengkapi persyaratan administratif dan melakukan konsolidasi organisasi ke tingkat kabupaten dan kota di Provinsi Papua Barat Daya.
"Pada malam ini, 5 September 2026, kami bersepakat membentuk Majelis Muslim Papua Barat Daya. Ke depan majelis ini menjadi media untuk mengakomodir aspirasi umat Islam di Provinsi Papua Barat Daya,"
Jalil menjelaskan bahwa majelis tersebut diharapkan menjadi saluran suara bagi komunitas Muslim asli Papua, khususnya di kawasan Sorong Raya. Menurutnya, eksistensi MMPBD penting untuk memastikan kepentingan sosial dan kultural umat Muslim asli Papua terwakili dalam berbagai forum pembangunan dan pengambilan kebijakan.
Sekretaris sementara, Fatra Muhammad Soltief, menegaskan urgensi kehadiran organisasi di tengah masyarakat adat di wilayah budaya Doberay. Ia menyatakan bahwa pembentukan majelis merupakan respons terhadap kebutuhan representasi yang spesifik bagi Muslim asli Papua dalam konteks lokal.
Langkah ke depan: legalitas dan konsolidasi
Usai deklarasi, pengurus sementara menyusun dua agenda prioritas. Pertama, melengkapi persyaratan legal organisasi agar MMPBD dapat beroperasi secara resmi. Kedua, melakukan kunjungan dan konsolidasi ke kabupaten dan kota di provinsi untuk membentuk kepengurusan daerah dan cabang-cabang.
- Melengkapi dokumen hukum organisasi (legalitas).
- Mengadakan pertemuan dan konsolidasi di tingkat kabupaten/kota.
- Merancang program yang mengakomodir aspirasi dan pembangunan masyarakat lokal.
Rencana konsolidasi diharapkan membuka ruang partisipasi lebih luas bagi tokoh-tokoh Muslim asli Papua dari berbagai daerah di Doberay. Pengurus menyebutkan bahwa struktur yang kini terbentuk bersifat sementara hingga mekanisme pemilihan pengurus definitif dilaksanakan pada tahap berikutnya.
Relevansi bagi masyarakat Doberay
Para pendiri menyoroti bahwa keberadaan MMPBD berkaitan erat dengan upaya mendorong pembangunan sosial dan ekonomi berbasis kearifan lokal serta memperkuat jejaring antar-komunitas Muslim asli Papua. Mereka berharap majelis dapat menjadi mitra bagi pemerintah daerah dan organisasi masyarakat lain dalam merumuskan inisiatif yang selaras dengan kebutuhan setempat.
Meskipun pernyataan sikap dan langkah awal telah diumumkan, pengurus belum memaparkan detail program kerja atau jadwal konsolidasi ke tiap kabupaten/kota. Warga dan tokoh masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan selanjutnya diimbau mengikuti pengumuman resmi dari MMPBD atau kontak yang akan diumumkan oleh pengurus.
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Ketua Sementara | Jalil Usman Ugaje |
| Sekretaris Sementara | Fatra Muhammad Soltief |
Deklarasi MMPBD menjadi bagian dari perkembangan organisasi umat yang berakar pada identitas lokal di Papua Barat Daya. Langkah berikutnya yang dinantikan publik adalah proses legalisasi dan penyusunan program kerja yang konkret agar majelis dapat segera berkontribusi terhadap pembangunan dan keharmonisan sosial di wilayah Doberay.