Sorong — Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, melakukan kunjungan malam ke Rumah Sakit Umum Daerah Sele Be Solu pada Jumat, 14 Agustus 2026, untuk meninjau tiga warga yang menjadi korban insiden penembakan di Kabupaten Maybrat.
Respons cepat pemerintah provinsi
Kunjungan dilakukan setelah gubernur memberikan arahan kepada wakil gubernur untuk segera mengoordinasikan rujukan dan penanganan medis. Menurut keterangan yang disampaikan, koordinasi dilakukan antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Pemerintah Kabupaten Maybrat, serta manajemen RSUD Sele Be Solu guna memastikan kesiapan fasilitas sebelum kedatangan pasien.
"Saya langsung koordinasi dengan Sekda dan dengan direktur rumah sakit supaya dilakukan persiapan untuk menyambut datangnya pasien,"
Wagub didampingi sejumlah unsur Forkopimda, termasuk Sekda Papua Barat Daya Yacob Kareth, Ketua DPRP Papua Barat Daya Ortis Sagrim, Danrem 181/Praja Vira Tama Sorong Kolonel Inf. Slamet Riadi, dan Kapolresta Sorong Kota Kombes Pol. Amry Siahaan.
Penanganan medis dan jaminan pembiayaan
Ketiga pasien tiba di RSUD Sele Be Solu sekitar pukul 20.00 WIT dan langsung mendapatkan tindakan medis darurat. Menurut pejabat rumah sakit dan pernyataan wakil gubernur, ruang operasi serta kebutuhan medis lainnya telah dipersiapkan sebelumnya untuk memenuhi kebutuhan perawatan segera.
Wakil gubernur memastikan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh pemerintah provinsi. Jika diperlukan rujukan ke rumah sakit lain, pemerintah juga akan menanggung biaya tersebut. Kondisi ketiga korban saat ini terus dipantau oleh tim medis, dan perkembangan perawatan akan dilaporkan secara berkala.
Situasi keamanan dan upaya penanganan sosial
Insiden yang terjadi di Maybrat memicu ketegangan di lokasi. Laporan menyebutkan adanya aksi pemalangan jalan dan pembakaran ban sebagai reaksi spontan warga. Pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda serta tokoh adat dan tokoh masyarakat aktif melakukan mediasi untuk mendinginkan suasana dan menjaga ketertiban umum.
Aparat TNI dan Polri telah diberi tugas menyelidiki peristiwa itu. Hingga laporan ini dibuat, pelaku belum dapat dipastikan dan diduga merupakan orang tidak dikenal (OTK). Penyelidikan diarahkan untuk mengungkap kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab agar dapat ditindaklanjuti secara hukum.
Dampak lokal dan kepedulian masyarakat
Peristiwa ini menjadi sumber keprihatinan di daerah. Ketua DPRP Papua Barat Daya menyatakan situasi tersebut menimbulkan kepedulan bersama dan mendorong perlunya langkah cepat untuk pemulihan. Warga setempat menyampaikan kekhawatiran terhadap keamanan dan meminta agar proses hukum berjalan transparan.
- Korban: Tiga warga dari Kabupaten Maybrat dirujuk ke RSUD Sele Be Solu.
- Waktu kedatangan: Sekitar pukul 20.00 WIT.
- Penanganan: Pemerintah provinsi menjamin biaya pengobatan dan kesiapan fasilitas medis.
Data ringkas penanganan
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah korban dirawat | 3 orang |
| Lokasi perawatan | RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong |
| Waktu kedatangan pasien | Sekitar pukul 20.00 WIT |
| Penanggung biaya | Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya |
Pemerintah daerah menghimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang. Selain itu, upaya pemulihan sosial dilakukan bersama tokoh adat untuk menjamin keamanan dan menahan eskalasi konflik yang dapat berdampak luas bagi komunitas di Maybrat dan sekitarnya.
Tim medis di RSUD Sele Be Solu akan terus memantau kondisi pasien dan memberikan laporan perkembangan kepada pihak keluarga serta pemerintah daerah. Sementara itu, aparat keamanan melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap motif dan pelaku insiden.