Sorong — Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Polda Papua Barat Daya memanfaatkan momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia untuk membangun jejaring sosial yang lebih erat dengan masyarakat. Kegiatan berupa lomba panjat pinang digelar di halaman Markas Komando Satbrimob Polda Papua Barat Daya, Kota Sorong, pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Suasana kekeluargaan dan keterlibatan warga
Aktivitas ini dihadiri oleh warga dari dua kelurahan setempat, yaitu Kelurahan Tanjung Kasuari dan Kelurahan Suprau. Panitia melaporkan antusiasme tinggi dari peserta yang bekerja sama secara bergotong royong untuk mencapai puncak tiang dan meraih hadiah yang telah disiapkan.
Acara dipimpin langsung oleh Komandan Satbrimob Polda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Ary Nyoto Setiawan, S.I.K., M.H., yang menempatkan kegiatan tersebut sebagai wahana interaksi santai namun bermakna antara aparat dan warga. Dalam penyelenggaraan, suasana kekeluargaan menjadi ciri utama yang terlihat sepanjang perlombaan.
"Dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, kami melibatkan masyarakat, khususnya dari Kelurahan Tanjung Kasuari dan Kelurahan Suprau. Hadiah untuk perlombaan pun telah kami siapkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus memeriahkan momentum kemerdekaan bersama warga,"
Upaya membangun komunikasi dan kepercayaan
Menurut pimpinan Satbrimob, kegiatan semacam ini bukan sekadar hiburan. Tujuan utamanya adalah memperkuat komunikasi dan menumbuhkan kepercayaan antara personel keamanan dan warga. Kepercayaan tersebut, menurut penjelasan pimpinan, merupakan elemen penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Penyelenggara berharap tradisi kebersamaan seperti yang terlihat dalam lomba panjat pinang dapat menjadi awal dari hubungan yang lebih intensif dan berkelanjutan antara Brimob dan komunitas setempat. Harapan ini mencakup penyelenggaraan kegiatan sosial lain yang melibatkan warga secara langsung.
Nilai gotong royong dan dampak lokal
Lomba panjat pinang menonjolkan nilai gotong royong, karena setiap tim harus saling membantu, membagi tugas, dan menyusun strategi untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat kemerdekaan yang kerap ditekankan dalam perayaan 17 Agustus.
Dari sisi sosial, kegiatan seperti ini memberikan beberapa manfaat nyata bagi komunitas lokal:
- Mendekatkan aparat keamanan dengan warga setempat;
- Meningkatkan interaksi antarwarga dari dua kelurahan yang berbeda;
- Menyediakan ruang rekreasi dan hiburan dalam suasana aman dan terorganisir;
- Menanamkan semangat gotong royong dan kerja sama tim di tingkat masyarakat.
Rencana tindak lanjut
Pimpinan Satbrimob menyatakan kegiatan tidak dimaksudkan hanya sebagai acara satu kali. Ada niat untuk memelihara kedekatan melalui program yang konsisten, khususnya kegiatan sosial yang bersifat partisipatif. Namun, detail jadwal dan bentuk kegiatan lanjutan belum diumumkan secara resmi.
Dalam konteks keamanan lokal, pihak kepolisian menilai hubungan yang kuat dengan masyarakat akan mempermudah komunikasi dua arah, baik dalam pencegahan gangguan keamanan maupun penanganan insiden bila terjadi. Keterlibatan warga juga dianggap meningkatkan kepekaan komunitas terhadap isu-isu lokal.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Penanggung jawab | Kombes Pol. Ary Nyoto Setiawan, S.I.K., M.H. |
| Lokasi | Markas Komando Satbrimob Polda Papua Barat Daya, Kota Sorong |
| Tanggal | Sabtu, 15 Agustus 2026 |
| Kelurahan peserta | Tanjung Kasuari dan Suprau |
Pelaksanaan lomba panjat pinang ini menjadi pengingat sederhana bahwa perayaan nasional dapat dijadikan momentum membangun hubungan sosial yang lebih kuat di tingkat lokal. Dengan cara ini, lembaga keamanan dan warga dapat menemukan titik temu dalam suasana ringan namun bermanfaat bagi kepentingan bersama.