Kota Sorong — Wali Kota Sorong Septinus Lobat melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Pusat Pelatihan dan Pembinaan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua pada Selasa, 11 Agustus. Lokasi proyek berada di Jalan Kapitan Pattimura, kawasan Tanjung Saoka, yang dikenal juga sebagai Gerbang Saoka.
Inisiatif pembangunan dan tujuan
Peletakan batu pertama yang berlangsung di lokasi proyek menandai awal pengerjaan fasilitas yang dimaksudkan sebagai pusat pelatihan bagi para pendeta dan pelayan gereja, sekaligus tempat pembinaan bagi jemaat. Menurut panitia, lokasi ini nanti akan menjadi titik kegiatan pendidikan keagamaan dan pelatihan yang berlandaskan nilai-nilai iman bagi wilayah Tanah Papua.
Skala lahan, fasilitas dan perkiraan anggaran
Proyek dibangun di atas lahan seluas 4,3 hektare. Rencana fasilitas yang diungkap panitia antara lain aula besar, unit resort, kapel pernikahan, fasilitas olahraga dan fasilitas umum lainnya. Total anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp56,7 miliar.
| Aspek | Rincian |
|---|---|
| Luas lahan | 4,3 hektare |
| Perkiraan anggaran | Rp56,7 miliar |
| Fasilitas utama | Aula kapasitas 500 orang, enam unit resort, wedding chapel, sport center, jetty, taman doa, playground |
Nama fasilitas dan penamaan
Pada kesempatan itu panitia menetapkan nama resmi fasilitas tersebut sebagai Pusat Pelatihan dan Pembinaan Pendeta Andrikus Mofu. Penamaan ini diharapkan memberi makna khusus bagi komunitas gereja yang akan menggunakan pusat pelatihan tersebut.
Hadirnya tokoh dan dukungan pemerintahan
Kegiatan peletakan batu pertama dihadiri sejumlah pejabat daerah dan penegak hukum setempat, antara lain Ketua DPR Kota Sorong Jhon Lewerissa, Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru, dan Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Frenki Son Laku. Selain itu hadir pula anggota DPR Kota, para pendeta se-Papua Barat Daya, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
"Pembangunan pusat pelatihan dan pembinaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan pelayanan gereja serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua,"
Kutipan di atas disampaikan oleh Wali Kota Septinus Lobat saat acara peletakan batu pertama, yang menegaskan harapan agar fasilitas tersebut berkontribusi pada peningkatan kapasitas pelayanan gereja di wilayah setempat.
Dampak yang diharapkan bagi komunitas lokal
Panitia menyatakan pusat pelatihan itu akan mendukung upaya peningkatan kompetensi rohani dan manajerial bagi para hamba Tuhan serta membantu kegiatan pembinaan jemaat. Dengan adanya fasilitas seperti aula besar dan resort untuk peserta, kegiatan pelatihan dan pertemuan dapat berlangsung lebih terfasilitasi sehingga diharapkan berimplikasi positif terhadap kualitas pelayanan keagamaan di Tanah Papua.
- Menjadi lokasi pelatihan bagi pendeta dan hamba Tuhan;
- Menyediakan ruang pembinaan jemaat dan kegiatan kebersamaan komunitas gereja;
- Mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.
Tahapan selanjutnya
Peletakan batu pertama merupakan tanda dimulainya pembangunan fisik. Panitia dan pihak terkait akan melanjutkan proses konstruksi sesuai rencana teknis dan anggaran yang telah diperkirakan. Panitia juga perlu menyiapkan mekanisme pengelolaan fasilitas kelak agar pusat pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh komunitas GKI dan masyarakat luas di Papua Barat Daya.
Dengan hadirnya pusat pelatihan ini, lingkungan keagamaan di Kota Sorong diharapkan memperoleh fasilitas yang lebih memadai untuk kegiatan pembinaan dan pendidikan iman, sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan kapasitas sumber daya manusia yang menjadikan pelayanan gereja lebih profesional dan terstruktur.