Wali Kota minta program gizi menyentuh langsung keluarga
Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, menegaskan bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus diwujudkan melalui kerja nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri kegiatan pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil di Kelurahan Pal Putih, Distrik Sorong Barat, pada Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan yang digelar di Lapangan Upacara SMP Negeri 2 Kota Sorong itu menjadi momen untuk menyalurkan dukungan gizi kepada kelompok rentan, sekaligus menegaskan bahwa kebijakan harus diikuti dengan implementasi di lapangan. Sebanyak 52 balita dari tiga posyandu setempat menjadi penerima manfaat langsung program ini.
"Jangan banyak berbicara, tetapi langsung bekerja,"
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menerjemahkan dukungan anggaran menjadi program yang konkret. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kelurahan Pal Putih yang memanfaatkan Dana Alokasi Umum untuk membantu pemenuhan gizi ibu dan anak, serta menekankan bahwa hasil kerja hari ini harus berdampak bagi kesejahteraan warga.
Intervensi gizi sebagai bagian dari upaya jangka panjang
Penyaluran makanan tambahan pada kegiatan tersebut difokuskan pada beberapa kelompok, antara lain:
- Balita stunting;
- Balita dengan gangguan pertumbuhan;
- Ibu hamil;
- Rumah Pemulihan Gizi.
Menurut Wali Kota, intervensi pemberian makanan tambahan merupakan salah satu langkah penting untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan memperkuat upaya menekan angka stunting. Ia mengingatkan bahwa pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak masa pertumbuhan anak karena kualitas generasi masa depan berkaitan erat dengan kualitas gizi saat tumbuh kembang.
"Kita harus bekerja. Apa yang kita lakukan hari ini harus memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak kita,"
Peran posyandu, keluarga, dan aparat
Kegiatan itu melibatkan tiga posyandu di Kelurahan Pal Putih: Posyandu Dahlia, Posyandu Edelweis, dan Posyandu Teratai. Wali Kota mengajak tidak hanya pemerintah, melainkan juga kader posyandu, keluarga, serta unsur TNI dan Polri untuk bersama-sama memperhatikan tumbuh kembang anak. Ia menekankan bahwa penanganan stunting tidak dapat dibebankan pada satu instansi saja, melainkan perlu kolaborasi berbagai pihak.
Pelibatan unsur masyarakat dan aparat dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan program serta memastikan bantuan sampai ke keluarga yang membutuhkan. Keberadaan Rumah Pemulihan Gizi disebut sebagai salah satu fasilitas yang mendukung upaya ini, khususnya untuk anak-anak yang memerlukan pemulihan gizi intensif.
Data ringkas penerima manfaat
| Lokasi | Penerima manfaat | Posyandu |
|---|---|---|
| Kelurahan Pal Putih, Sorong Barat | 52 balita (penerima makanan tambahan) | Posyandu Dahlia, Posyandu Edelweis, Posyandu Teratai |
Implikasi bagi kebijakan lokal
Bagi pemerintah kota, pelaksanaan kegiatan ini menjadi tolok ukur bagaimana anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum dapat langsung dimanfaatkan untuk layanan dasar. Selain itu, kegiatan semacam ini juga menegaskan perlunya mekanisme pemantauan dan evaluasi agar intervensi gizi mencapai target sasaran dan memberi dampak nyata terhadap penurunan prevalensi stunting di wilayah Sorong.
Warga diharapkan aktif mendukung program dengan berpartisipasi di posyandu, mengikuti arahan kesehatan, dan memastikan pemenuhan gizi keluarga. Bagi pihak kelurahan dan dinas terkait, tantangan berikutnya adalah mempertahankan kontinuitas program, memperkuat kapasitas kader, serta memastikan suplai dan distribusi makanan tambahan berjalan lancar.
Dengan pendekatan kerja nyata yang melibatkan berbagai unsur, pemerintah kota menargetkan penurunan angka stunting melalui kombinasi intervensi gizi, edukasi keluarga, dan sinergi antarinstansi di tingkat kelurahan hingga kota.