Suasana pulang sekolah berubah menjadi aman dan ceria
Lubuklinggau — Suasana halaman SD Negeri 11 Lubuklinggau dipenuhi keceriaan ketika bel pulang berbunyi, Senin (10/8/2026). Siswa berbaris rapi menuju Bus Sekolah Gratis milik Satbrimob Polda Sumatera Selatan Batalyon B Pelopor yang ditempatkan untuk mengantar mereka pulang dengan pengawasan personel Brimob.
Program yang rutin dijalankan Batalyon B Pelopor ini menjadi salah satu wujud kehadiran Polri di bidang pendidikan. Selain memfasilitasi akses transportasi yang aman, kehadiran bus turut memberikan ketenangan bagi orang tua karena anak-anak diawasi oleh petugas saat perjalanan pulang.
Interaksi petugas dan pelajar
Para siswa menaiki bus dengan tertib dan penuh antusias. Selama perjalanan terdengar gelak tawa dan obrolan ringan antara murid dan anggota Brimob yang sedang bertugas. Selain fungsi transportasi, kegiatan ini dimanfaatkan untuk membangun kedekatan antara Korps Brimob dengan generasi muda.
- Pengawalan dan pengawasan selama perjalanan pulang sekolah.
- Pengenalan tugas Korps Brimob kepada pelajar.
- Penyampaian nilai disiplin, kepedulian, dan semangat berprestasi.
Dalam kesempatan tersebut, petugas menggunakan bahasa sederhana agar materi mudah diterima anak-anak. Topik yang dikenalkan meliputi tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, peran dalam penanggulangan bencana, serta kegiatan kemanusiaan yang dilakukan Korps Brimob untuk membantu masyarakat.
"Kami ingin anak-anak merasa aman dan nyaman saat berangkat maupun pulang sekolah. Kehadiran bus sekolah ini bukan hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi media untuk membangun kedekatan dengan para pelajar serta menanamkan nilai-nilai disiplin, kepedulian, dan semangat meraih cita-cita,"
Kutipan tersebut disampaikan oleh Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sumatera Selatan, AKBP Andiyano, S.K.M., M.H., sebagai penjelasan tujuan program dan manfaat yang diharapkan bagi peserta didik.
Manfaat program bagi sekolah dan keluarga
Pihak sekolah dan orang tua menyambut inisiatif tersebut karena mengurangi kekhawatiran terkait keselamatan anak saat pulang sekolah. Program ini juga membuka ruang bagi dialog antara aparatur keamanan dan komunitas sekolah sehingga membangun saling percaya sejak usia dini.
| Aspek | Manfaat |
|---|---|
| Transportasi | Memberi alternatif pulang sekolah yang aman dan teratur |
| Pendidikan karakter | Menanamkan disiplin dan kepedulian melalui interaksi langsung |
| Kepercayaan masyarakat | Meningkatkan kedekatan antara Polri dan generasi muda |
Pelaksanaan program juga menjadi kesempatan bagi personel untuk mengenali kebutuhan sekolah terkait keamanan dan kemungkinan dukungan lain yang dapat diberikan dalam situasi darurat atau kegiatan kemanusiaan.
Implikasi untuk Lubuklinggau
Bagi warga Lubuklinggau, inisiatif seperti ini relevan dalam konteks keselamatan anak sekolah dan penguatan fungsi pendekatan polisi terhadap masyarakat. Jika dilanjutkan dan dikembangkan, program tersebut dapat menjadi model kerja sama antara institusi keamanan dan sekolah lain di kota.
Sementara itu, pihak sekolah diharapkan terus berkoordinasi dengan Satbrimob untuk memastikan jadwal, rute, dan protokol keselamatan terpenuhi. Kepada orang tua, keterlibatan aktif dalam memantau program akan membantu menjaga keberlanjutan layanan tersebut.
Pelayanan semacam ini menunjukkan upaya aparat keamanan di Sumatera Selatan untuk berperan tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam mendukung kesejahteraan dan pembinaan generasi muda di Lubuklinggau.