Mamuju Tengah — Sebuah kecelakaan lalu lintas antara kendaraan pikap dan sepeda motor berlangsung di Jalan Trans Sulawesi, Desa Salugatta, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah, pada Senin siang. Insiden itu menewaskan satu pengendara motor dan menyebabkan penumpangnya mengalami luka serius.
Peristiwa dan korban
Kepala Seksi Humas Polres Mamuju Tengah, Ipda Edward, menyatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.00 Wita. Mobil pikap yang dikemudikan seorang pria berinisial ZK (46) sedang melaju dari arah utara menuju selatan (Topoyo–Mamuju) dengan muatan galon ketika diduga kehilangan kendali dan menabrak sepeda motor yang datang dari arah berlawanan.
"Kecelakaan lalu lintas di Jalan Trans Sulawesi,"
Akibat benturan yang keras, pengendara motor berinisial SL (34) mengalami luka parah berupa robekan pada dada dan putus kaki kanan sehingga meninggal dunia. Penumpang motor, AD (22), menderita patah pada salah satu kaki dan dibawa ke fasilitas kesehatan setempat untuk perawatan.
Skenario penanganan di lokasi
Personel Satuan Lalu Lintas Polres Mamuju Tengah telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti dan merekonstruksi kronologi. Menurut keterangan polisi, langkah yang ditempuh antara lain mendatangi lokasi kejadian, mencari saksi, mengamankan barang bukti, serta mendatangi korban di Puskesmas Salugatta.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan kondisi pikap yang ringsek di bagian depan dan muatan galon berserakan di tepi jalan, sementara warga berkumpul di lokasi. Polisi turut terlihat melakukan pemeriksaan.
Dampak bagi lalu lintas dan masyarakat lokal
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran warga sekitar terhadap keselamatan di Jalan Trans Sulawesi, jalur penting yang menghubungkan beberapa kecamatan di Mamuju Tengah. Muatan barang seperti galon yang tidak terikat dengan baik dapat memperbesar risiko saat kecelakaan terjadi, demikian pula kecepatan dan kondisi kendaraan.
- Waktu kejadian: sekitar 12.00 Wita, Senin, 24 Agustus 2026.
- Lokasi: Desa Salugatta, Kecamatan Budong-budong, Kabupaten Mamuju Tengah.
- Pihak terlibat: Pikap dikemudikan ZK (46); pengendara motor SL (34) (meninggal); boncengan AD (22) (luka berat).
Data korban dan kondisi
| Inisial | Umur | Peran | Kondisi |
|---|---|---|---|
| SL | 34 | Pengendara motor | Luka robek di dada, putus kaki kanan, meninggal |
| AD | 22 | Boncengan motor | Patah kaki, dirujuk ke rumah sakit |
| ZK | 46 | Sopir pikap | Dalam pemeriksaan polisi |
Langkah penyelidikan
Polisi menyatakan masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor human error, kondisi kendaraanmaupun muatan. Pemeriksaan saksi dan pengumpulan barang bukti menjadi fokus awal agar kronologi kejadian dapat terungkap secara utuh.
Selain itu, petugas akan menilai apakah terdapat pelanggaran yang berdampak pada keselamatan lalu lintas, seperti kelayakan kendaraan, pengikatan muatan, atau pelanggaran kecepatan.
Imbauan keselamatan
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya praktik keselamatan di jalan, khususnya pada jalur antarkabupaten yang padat. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diterapkan:
- Mengikat muatan kendaraan dengan aman sehingga tidak bergeser saat melaju.
- Memastikan kondisi teknis kendaraan layak jalan sebelum berangkat.
- Mematuhi batas kecepatan dan jaga jarak antarkendaraan.
- Pengendara sepeda motor diimbau menggunakan helm dan perlindungan lain sesuai standar.
Pihak kepolisian belum menyampaikan apakah akan ada penetapan status hukum terhadap pengemudi pikap. Hingga pemberitaan ini diturunkan, proses penyelidikan dan pendataan korban masih berlangsung di Polres Mamuju Tengah.
WE NEWS akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi resmi lanjutan dari kepolisian setempat.