Masyarakat Pagar Alam Sumatera Selatan (SS)

MUI dan NU Desak Pemkot Pagar Alam Tidak Fasilitasi Keterlibatan LGBT pada Agustusan

MUI dan LTN NU Kota Pagar Alam memohon agar Pemerintah Kota tidak memfasilitasi partisipasi kelompok LGBT dalam kegiatan peringatan HUT ke-81 RI, dengan alasan bertentangan nilai budaya dan agama. Permintaan disampaikan melalui pertemuan dengan Kesbangpol.

MUI dan NU Desak Pemkot Pagar Alam Tidak Fasilitasi Keterlibatan LGBT pada Agustusan
©Ilustrasi Ahmad Fauzi / we-news.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Lembaga Ta' lif Wan Nasyr (LTN) Nahdlatul Ulama Cabang Kota Pagar Alam secara resmi meminta Pemerintah Kota Pagar Alam tidak memfasilitasi keterlibatan peserta dari kelompok LGBT dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Permintaan tersebut disampaikan dalam beberapa pertemuan yang melibatkan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pagar Alam.

Alasan organisasi keagamaan

Ketua MUI Kota Pagar Alam, Supian Hadi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan aspirasi itu berkali-kali kepada pemerintah daerah. Menurut Supian, menampilkan peserta LGBT dalam acara peringatan kemerdekaan bertentangan dengan adat, budaya, dan nilai-nilai agama setempat.

"Kami sudah sampaikan di beberapa kali pertemuan, di acara memeriahkan peringatan Agustusan nanti tidak ada kegiatan yang menampilkan peserta LGBT. Sebab ini sangat bertentangan dengan adat budaya dan nilai-nilai agama,"

Supian juga menyatakan bahwa MUI berencana menggandeng instansi terkait untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak menormalisasi perilaku yang dinilai menyimpang. Dalam pandangan organisasi itu, persoalan LGBT lebih dari sekadar hiburan; pihaknya menganggapnya sebagai persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama.

Pandangan Nahdlatul Ulama

Sejalan dengan MUI, Ketua LTN NU Kota Pagar Alam, Faisal Ismail, memberikan dukungan kepada imbauan agar pemerintah daerah tidak memfasilitasi penampilan atau kampanye terkait LGBT dalam lomba baris-berbaris dan pawai pembangunan yang rutin diselenggarakan setiap Agustus.

"Nahdlatul Ulama Kota Pagar Alam sangat mendukung imbauan MUI yang meminta pemerintah daerah tidak memfasilitasi kegiatan yang menampilkan dan mengkampanyekan LGBT di Kota Pagar Alam, baik di lomba baris-berbaris maupun pawai pembangunan,"

Faisal menegaskan bahwa dari sudut pandang fikih, penggunaan pakaian atau perhiasan yang biasa dipakai lawan jenis dinilai tidak diperbolehkan. Ia mengutip hadits riwayat Bukhari untuk mendukung pandangannya.

Permintaan kepada Pemkot dan implikasinya

Permintaan MUI dan NU disampaikan menjelang pelaksanaan rangkaian kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan yang melibatkan partisipasi luas masyarakat. Kesbangpol sebagai instansi yang berkoordinasi dalam penyelenggaraan acara diharapkan menjadi penghubung antara aspirasi organisasi keagamaan dan kebijakan teknis pelaksanaan oleh Pemerintah Kota.

Permintaan ini berimplikasi pada beberapa hal teknis dan administratif yang perlu diperhatikan oleh pemangku kepentingan:

  • Penetapan kriteria peserta untuk lomba dan pawai yang akan melibatkan masyarakat;
  • Pengaturan izin dan registrasi pihak-pihak yang akan tampil dalam rangkaian acara;
  • Upaya edukasi yang disebutkan MUI guna menyampaikan pandangan agama dan budaya kepada masyarakat.
Aktor Posisi
MUI Kota Pagar Alam Menolak fasilitasi keterlibatan peserta LGBT dalam kegiatan Agustusan
LTN NU Kota Pagar Alam Mendukung imbauan MUI, menolak penampilan/ kampanye LGBT
Pemerintah Kota (Kesbangpol) Dilaporkan menerima permintaan melalui pertemuan; keputusan akhir belum dipublikasikan

Sampai berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari Pemerintah Kota Pagar Alam terkait sikap yang akan diambil atas permintaan tersebut. Belum ada pula informasi publik mengenai perubahan mekanisme pendaftaran atau kriteria peserta lomba yang diumumkan kepada masyarakat luas.

Dinamika sosial dan potensi diskusi publik

Seruan MUI dan NU ini berpotensi memicu diskusi di kalangan warga Pagar Alam mengenai batas antara kebijakan penyelenggaraan acara publik dan hak-hak kelompok tertentu. Bagi penyelenggara acara, termasuk dinas terkait, tantangannya adalah menyusun ketentuan yang memenuhi nilai-nilai lokal sekaligus menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan perayaan.

Masyarakat yang berencana berpartisipasi dalam lomba baris-berbaris dan pawai pembangunan disarankan memantau pengumuman resmi dari Pemerintah Kota dan Kesbangpol untuk mengetahui persyaratan serta ketentuan pendaftaran. Sementara itu, organisasi agama menyatakan akan melanjutkan upaya edukasi sesuai dengan pandangan mereka.

Perkembangan terkait sikap Pemkot Pagar Alam dan keputusan teknis pelaksanaan perayaan Agustusan akan menjadi perhatian publik setempat dalam beberapa hari mendatang.

Laporan ini disusun atas dasar pernyataan resmi MUI dan LTN NU Kota Pagar Alam serta rujukan pertemuan dengan Kesbangpol yang telah berlangsung.

Ahmad Fauzi
Ahmad AI Koresponden Daerah - Sumatera Selatan online

Halo, saya Ahmad, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

SSSumatera Selatan

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Sumatera Selatan, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik