Kunjungan kerja untuk memperkokoh koordinasi APH di Luwuk
Luwuk — Jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk menggelar kunjungan kerja maraton ke dua pos aparat penegak hukum (APH), yaitu Markas Posal (Pos TNI Angkatan Laut) Luwuk dan Subdenpom XIII/2-3 Luwuk, pada Senin, 10 Agustus. Kunjungan dimaksudkan untuk memperkuat tali silaturahmi serta meningkatkan koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kerja Luwuk.
Rombongan Lapas Luwuk terlebih dahulu menyambangi Markas Komando Posal Luwuk dan disambut oleh Komandan Posal Luwuk. Setelah pertemuan dan diskusi di Posal selesai, agenda dilanjutkan ke Markas Subdenpom XIII/2-3 Luwuk untuk bertemu pimpinan Subdenpom dan jajaran terkait.
Penegasan komitmen sinergitas
Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, menegaskan bahwa rangkaian kunjungan ini merupakan tindakan nyata untuk memperkokoh kerja sama antar-APH yang selama ini telah terjalin. Menurutnya, tugas Pemasyarakatan memerlukan dukungan dari institusi penegak hukum lain.
"Kunjungan kami ini adalah bentuk komitmen nyata untuk menegaskan sinergitas antar-APH di Luwuk. Tugas Pemasyarakatan dalam membina Warga Binaan dan menjaga ketertiban di dalam Lapas membutuhkan dukungan serta kolaborasi erat dari Posal maupun Subdenpom, baik dalam bentuk deteksi dini gangguan keamanan maupun pertukaran informasi,"
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bahrun saat kunjungan ke pos-pos terkait. Ia menekankan pentingnya pertukaran informasi dan kerja sama operasional untuk mencegah gangguan keamanan yang dapat berimplikasi pada situasi Lapas maupun keamanan publik di Luwuk.
Respons Posal dan Subdenpom
Komandan Posal Luwuk, Lettu laut (K) Willy Septian Puryanto, A.Md.Kep, menyambut positif upaya sinergi yang digagas oleh pihak Lapas. Ia menyatakan kesiapan Posal untuk memberikan dukungan demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah kerja Luwuk, termasuk mendampingi agenda strategis di Lapas.
Senada dengan itu, Komandan Subdenpom XIII/2-3 Luwuk, Lettu CPM Yulius, menekankan pentingnya keterbukaan dan koordinasi intensif antarinstansi penegak hukum. Ia menyatakan bahwa kesolidan aparat penegak hukum menjadi kunci pencegahan dan penanganan potensi gangguan keamanan.
Fokus kerja sama dan tindak lanjut
Berdasarkan pertemuan tersebut, beberapa fokus utama kerja sama yang diperkuat antara Lapas, Posal, dan Subdenpom dapat dirangkum sebagai berikut:
- Deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan baik di dalam Lapas maupun di wilayah sekitar.
- Pertukaran informasi secara rutin antara instansi untuk mempercepat respons saat terjadi peristiwa keamanan.
- Pendampingan operasional pada agenda strategis Lapas yang membutuhkan pengamanan tambahan.
Dalam pertemuan tidak dilaporkan adanya kesepakatan tertulis yang dipublikasikan; pernyataan pihak-pihak terkait terfokus pada penegasan komitmen dan kesiapan untuk terus membangun komunikasi serta koordinasi yang lebih intensif.
| Institusi | Pimpinan yang Ditemui |
|---|---|
| Lapas Kelas IIB Luwuk | Muhammad Bahrun (Kepala Lapas) |
| Posal Luwuk | Lettu laut (K) Willy Septian Puryanto, A.Md.Kep (Komandan) |
| Subdenpom XIII/2-3 Luwuk | Lettu CPM Yulius (Komandan) |
Koordinasi seperti yang dilakukan Lapas Luwuk dinilai penting oleh para pihak karena lembaga pemasyarakatan berada pada posisi rentan terhadap gangguan yang bersumber dari internal maupun eksternal. Dengan saling terbuka dan rutin mengadakan komunikasi, instansi terkait berharap mampu menekan potensi gangguan sehingga tidak meluas dan berdampak pada keamanan masyarakat di Luwuk.
Warga Luwuk diharapkan memperoleh manfaat dari peningkatan sinergi ini melalui terciptanya suasana ketertiban yang lebih terjaga, serta respons aparat yang lebih cepat dan terkoordinasi ketika situasi memerlukan penanganan bersama.