Pemerintah Daerah Saksikan Pameran Hasil Pembinaan
Pada acara penyerahan Remisi Umum dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Bupati Poso Verna Gladies Ingkiriwang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) meninjau pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Poso, Senin, 17 Agustus 2026.
Ragam produk sebagai bagian dari program pembinaan
Pameran menampilkan beragam produk hasil pembinaan kemandirian yang dikembangkan oleh WBP. Produk yang dipajang meliputi:
- bunga kerajinan;
- tas rajut;
- produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM);
- minyak kelapa murni (VCO);
- abon; dan
- keripik pisang.
Seluruh produk tersebut merupakan bagian dari program pembinaan yang diarahkan untuk mempersiapkan WBP kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang dapat menjadi modal hidup.
Apresiasi dan harapan dari bupati
"Saya sangat mengapresiasi hasil karya warga binaan. Ini menunjukkan mereka diberikan kesempatan untuk belajar, berkarya, dan mengembangkan keterampilan,"
Demikian disampaikan Bupati Verna Gladies Ingkiriwang saat meninjau pameran. Verna menekankan bahwa pembinaan tidak semata-mata menjalani masa pidana, melainkan harus memberi ruang bagi proses belajar dan produktivitas. Ia berharap upaya peningkatan kualitas, kemasan, dan pemasaran dapat terus dilakukan sehingga produk memiliki nilai ekonomi dan mendukung proses reintegrasi sosial.
Komitmen Rutan terhadap pembinaan berkelanjutan
Kepala Rutan Kelas IIB Poso, Nasir, mengatakan pameran ini merupakan bagian dari hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia menegaskan komitmen rutan untuk memberikan ruang bagi WBP mengembangkan potensi serta keterampilan selama masa pembinaan.
"Kami berkomitmen terus memberikan ruang kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi dan keterampilan mereka,"
Nasir juga menyampaikan harapan agar dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai pihak dapat membuka akses pemasaran yang lebih luas sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas.
Dampak lokal dan kebutuhan lanjutan
Pameran ini memberi gambaran nyata terkait pendekatan pembinaan yang mengedepankan kemandirian ekonomi. Bagi masyarakat Poso, inisiatif semacam ini berpotensi:
- mengurangi stigma terhadap mantan napi dengan menunjukkan kemampuan produktif;
- menguatkan ekosistem UMKM lokal melalui produk-produk yang dapat dipasarkan secara lebih luas; dan
- memperkuat peran pemerintah daerah dan mitra dalam membuka akses pasar dan pelatihan lanjutan.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Waktu acara | 17 Agustus 2026 (bersamaan penyerahan Remisi Umum) |
| Lokasi | Rutan Kelas IIB Poso |
| Produk utama | Bunga kerajinan, tas rajut, VCO, abon, keripik pisang, produk UMKM |
Pentinya, langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa produk yang sudah teruji dalam skala pameran memperoleh pembinaan dalam hal kualitas, kemasan, dan strategi pemasaran. Dukungan teknis dan akses pasar menjadi kunci agar keterampilan yang dibina dapat berujung pada kemandirian ekonomi dan reintegrasi sosial yang lebih kuat.
Pameran tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa program pemasyarakatan yang mengedepankan kemampuan hidup layak dan keterampilan praktis dapat memberi manfaat bagi WBP dan masyarakat luas di Poso. Kolaborasi antara rutan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung diperlukan untuk menerjemahkan potensi produk menjadi peluang ekonomi nyata bagi warga binaan setelah keluar dari lembaga pemasyarakatan.