Lingkungan Manokwari Selatan Papua Barat (PB)

Kapolda Papua Barat Tinjau Karhutla Gunung Botak, Sekitar 40% Kawasan Terbakar

Kepala Polda Papua Barat meninjau langsung titik api di Gunung Botak, Manokwari Selatan, dan mendorong sinergi lintas instansi untuk pemadaman serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Kapolda Papua Barat Tinjau Karhutla Gunung Botak, Sekitar 40% Kawasan Terbakar
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Manokwari Selatan — Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat, Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., melakukan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Botak, Dusun Siep, Kampung Yekwandi, Distrik Momiwaren, Kabupaten Manokwari Selatan, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Gambaran lapangan dan luas terdampak

Dari menara pos pemantau, rombongan pengawas melihat sebaran titik api dan memperkirakan pembakaran telah menghanguskan sekitar 40 persen dari keseluruhan areal Gunung Botak. Pengamatan langsung ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran akurat kondisi aktual sehingga upaya penanganan di lapangan dapat diarahkan secara tepat.

Koordinasi antarlembaga di lokasi

Kunjungan Kapolda didampingi pejabat utama Polda Papua Barat serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Manokwari Selatan. Hadir pula petugas dari satuan kewilayahan dan dinas teknis, antara lain Polres Manokwari Selatan, Brimob Kompi 2 Mansel, Babinsa Kodim 1808/Mansel, serta instansi penanggulangan bencana dan lingkungan hidup setempat.

Instansi yang hadir Peran lapangan
Polres Manokwari Selatan Koordinasi keamanan dan logistik
Brimob Kompi 2 Mansel Tenaga pemadaman di lokasi sulit
Babinsa Kodim 1808/Mansel Pengamanan wilayah dan dukungan teknis
BPBD, DLH, Kehutanan Pemetaan, pemadaman, dan penilaian dampak lingkungan

Upaya pemadaman dan pencegahan

Menurut laporan yang disampaikan di pos pemantau, tim gabungan terus melaksanakan pemadaman dan patroli pencegahan. Satuan terkait berfokus pada meredam titik api yang masih aktif serta menutup jalur penyebaran kebakaran agar tidak meluas ke kawasan yang belum terdampak.

"Sinergi lintas instansi ini diharapkan memperkuat langkah penanganan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan,"

pernyataan tersebut disampaikan oleh Kapolres Manokwari Selatan, AKBP Marzel Doni, S.I.K., M.H., saat menemani Kapolda meninjau lokasi.

Dampak ekologis dan sosial

Kebakaran yang merusak puluhan persen kawasan Gunung Botak berpotensi menimbulkan beberapa dampak jangka pendek dan panjang bagi lingkungan dan masyarakat setempat, antara lain:

  • Kerusakan habitat flora dan fauna lokal yang rentan terhadap perubahan lahan.
  • Peningkatan risiko erosi dan perubahan aliran air yang memengaruhi sumber mata air komunitas.
  • Ancaman terhadap kesehatan masyarakat akibat asap dan partikel debu yang meluas.

Pengurangan tutupan vegetasi juga dapat mengganggu fungsi ekosistem yang menopang mata pencaharian masyarakat pesisir dan pedalaman di sekitarnya.

Tindakan selanjutnya dan pesan otoritas

Usai memantau di pos pengawasan Gunung Botak, rombongan Kapolda melanjutkan pertemuan koordinasi di Gunung Pramuka, Distrik Momiwaren, untuk membahas langkah-langkah penanganan lebih terintegrasi antara aparat keamanan, dinas teknis, dan pemerintah daerah.

Hingga laporan ini disusun, otoritas setempat menegaskan perlunya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan serta peningkatan patroli di kawasan kritis. Penanganan karhutla di wilayah ini dinilai memerlukan sinergi berkelanjutan antara penegak hukum, dinas lingkungan hidup, badan penanggulangan bencana, dan masyarakat adat setempat.

Langkah-langkah pencegahan praktis yang disarankan oleh pihak berwenang meliputi pengawasan pembukaan lahan, pelibatan perangkat desa dalam patroli dini, serta sosialisasi risiko pembakaran lahan kepada warga. Dukungan logistik dan sumber daya manusia dari instansi pusat dan provinsi juga dinilai penting bila kebakaran tidak segera terkendali.

Kapolda dan jajaran diharapkan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan sambil memastikan respon darurat dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan perlindungan terhadap ekosistem yang terdampak.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

PBPapua Barat

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Papua Barat, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik