Program Sipahingarang sasar desa dengan angka pernikahan dini tinggi
MAJENE — Forum Generasi Berencana (GenRe) Sulawesi Barat akan menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan dini di Desa Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene, pada 9 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sipahingarang batch dua yang didanai lembaga yang disebut Jarum melalui proposal Forum GenRe Sulbar.
Informasi rencana sosialisasi disampaikan oleh Aldi J. Pawali, Duta GenRe Sulbar, saat mengikuti dialog interaktif tentang Pengarusutamaan Gender di RRI Pro 1 Mamuju, Selasa, 25 Agustus 2026. Desa Tammerodo Sendana dipilih karena tercatat memiliki angka pernikahan dini yang relatif tinggi di Kabupaten Majene.
Melibatkan orang tua sebagai kunci perubahan perilaku
Dalam penjelasannya, Aldi menegaskan alasan pelibatan orang tua dalam sosialisasi. Menurutnya, pendekatan yang hanya menyasar remaja selama ini belum cukup mengubah praktik pernikahan usia anak di lapangan. Faktor keluarga, termasuk pola pikir orang tua dan kondisi ekonomi, turut menjadi pendorong praktik tersebut.
"Kita mengajak kolaborasi kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat yang baru untuk kemudian melakukan sosialisasi, nanti puncaknya tanggal 9 untuk sosialisasi kepada orang tua juga,"
Aldi menambahkan, berdasarkan temuan di lapangan, motivasi orang tua kerap berperan dalam keputusan menikahkan anak sejak dini. Ia memberikan salah satu contoh faktor ekonomi sebagai pemicu: orang tua yang melihat pernikahan anak sebagai cara untuk menyelesaikan persoalan utang keluarga.
Tujuan jangka panjang: regulasi desa untuk mencegah pernikahan usia anak
Program Sipahingarang batch pertama telah melibatkan tujuh desa dan kelurahan di Kabupaten Majene. Untuk batch kedua, Forum GenRe Sulbar menargetkan kegiatan yang tidak hanya bersifat sosialisasi, tetapi juga membangun kapasitas lokal agar upaya pencegahan dapat berkelanjutan.
Salah satu target yang disebutkan adalah mendorong lahirnya peraturan desa (perdes) yang secara khusus mengatur pencegahan pernikahan dini. Aldi mengharapkan regulasi di tingkat desa tersebut mampu menurunkan angka pernikahan anak dan mempengaruhi praktik sosial di masyarakat.
| Agenda | Rencana |
|---|---|
| Lokasi | Desa Tammerodo Sendana, Kabupaten Majene |
| Tanggal | 9 September 2026 |
| Peserta sasaran | Remaja dan orang tua |
Kolaborasi dan keberlanjutan
Pelibatan kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat menjadi bagian dari strategi kolaboratif yang diharapkan memperkuat legitimasi dan akses terhadap program-program pencegahan. Forum GenRe Sulbar juga mempertimbangkan sumber daya manusia di tingkat desa sebagai faktor penting agar intervensi dapat dikelola secara berkelanjutan.
Langkah mendorong perdes diharapkan menjadi mekanisme hukum lokal yang melengkapi upaya edukasi, sehingga tindakan pencegahan tidak hanya bergantung pada kegiatan sporadis tetapi berlandaskan aturan yang mengatur praktik pernikahan usia anak.
Dampak bagi masyarakat Majene
- Meningkatkan kesadaran remaja dan orang tua mengenai risiko dan konsekuensi pernikahan dini terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan anak.
- Mendorong kebijakan lokal berupa peraturan desa yang dapat mengatur batas usia pernikahan dan mekanisme penanggulangannya.
- Memperkuat jejaring antar-lembaga (GenRe, BKKBN, dan mitra pendanaan) untuk program pencegahan yang berkelanjutan.
Kegiatan sosialisasi di Tammerodo Sendana menjadi langkah konkret yang dinilai strategis oleh Forum GenRe Sulbar. Dengan melibatkan orang tua dan otoritas setempat, program ini berharap mampu merubah pola pikir yang selama ini mempengaruhi praktik pernikahan anak di beberapa wilayah di Majene.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal rinci, materi sosialisasi, dan pihak-pihak yang akan terlibat diperkirakan akan diumumkan oleh Forum GenRe Sulbar dan mitra terkait menjelang pelaksanaan 9 September 2026.