SEMARANG — Kebakaran rumah di Jalan Cendana Timur, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, menewaskan dua balita kakak beradik pada akhir Agustus 2026. Korban masing-masing bernama Nail Alkhalifi Utama (5 bulan) dan Arkana Mumtaz Utama (3 tahun). Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026, dan menimbulkan duka keluarga serta lingkungan sekitar.
Kronologi kejadian
Insiden bermula saat kondisi rumah dilaporkan terkunci dari dalam dan sedang dihuni oleh kedua balita serta seorang asisten rumah tangga (ART) berusia 59 tahun. Warga mendengar suara ledakan kecil tiga kali dari arah dapur, diikuti kemunculan asap tebal. Warga kemudian berinisiatif membuka pagar dan berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
- Api pertama kali muncul pada siang hari, Kamis, 27 Agustus 2026.
- Tiga penghuni rumah berhasil dievakuasi oleh warga, namun mengalami luka bakar serius.
- Korban dirujuk ke rumah sakit menggunakan kendaraan pribadi warga sebelum mendapat perawatan lanjutan.
Perawatan medis dan kematian korban
Salah satu korban, Nail Alkhalifi Utama, meninggal dunia pada Kamis malam setelah menjalani perawatan akibat luka bakar berat. Sang kakak, Arkana Mumtaz Utama, sempat dirawat intensif dan akhirnya dinyatakan meninggal pada Minggu dini hari, 30 Agustus 2026, di RSUP Dr. Kariadi Semarang.
Kedua jenazah kemudian dimakamkan secara berdampingan di TPU Someru–Kedung Winong. Kondisi lingkungan sekitar rumah masih dipenuhi tanda-tanda kesedihan: tenda dan deretan kursi terpasang di depan rumah di Jalan Meranti Barat I, Srondol Wetan, serta karangan bunga ucapan belasungkawa yang dipasang di pagar-pagar rumah tetangga. Salah satu karangan bunga datang dari Wali Kota Semarang.
Penanganan dan penyelidikan
Kapolsek Banyumanik, Kompol Hengky Prasetyo, membenarkan meninggalnya kedua balita dan menyatakan bahwa penyidik masih melakukan penyelidikan mendalam untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Dalam konfirmasi pada Minggu, 30 Agustus 2026, Kompol Hengky mengatakan:
"Siap, masih dalam penyelidikan."
Polisi memeriksa lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi, termasuk warga yang melakukan evakuasi dan asisten rumah tangga yang selamat. Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian belum mengumumkan hasil sementara terkait sumber api atau adanya unsur kelalaian.
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 27 Agustus 2026 | Kebakaran terjadi di rumah Jalan Cendana Timur; tiga penghuni dievakuasi |
| 27 Agustus 2026 (malam) | Nail Alkhalifi Utama meninggal dunia saat perawatan |
| 30 Agustus 2026 (dini hari) | Arkana Mumtaz Utama meninggal di RSUP Dr. Kariadi; kedua jenazah dimakamkan |
Dampak bagi warga dan rekomendasi keselamatan
Peristiwa ini memunculkan keprihatinan warga Srondol Wetan dan membuka kembali diskusi mengenai kesiapsiagaan kebakaran rumah, terutama di lingkungan padat penduduk. Upaya awal warga yang menggunakan APAR menunjukkan peran komunitas dalam menanggulangi kebakaran kecil, namun kasus ini juga memperingatkan pentingnya:
- pemasangan detektor asap dan alat pemadam yang terawat;
- pelatihan evakuasi keluarga dan tetangga;
- ketersediaan akses cepat ke petugas pemadam kebakaran.
Sampai ada keterangan resmi lebih lanjut dari penyidik, penyebab pasti kebakaran tetap belum dipastikan. Pihak keluarga dan warga berharap proses penyelidikan dapat segera mengungkap faktor pemicu agar kejadian serupa tidak terulang.
Berita ini akan diperbarui jika ada pernyataan resmi lanjutan dari aparat kepolisian atau pihak rumah sakit mengenai perkembangan kasus.