Budaya Purwokerto Jawa Tengah (JT)

RRI Purwokerto Perkuat Musik Banyumasan dan Rencanakan Kembalinya Siaran Budaya

RRI Purwokerto menanggapi aspirasi pendengar terkait pengayaan koleksi musik calungan dan klenengan, rencana menghidupkan kembali siaran wayang dan ketoprak, serta upaya perbaikan kendala teknis frekuensi yang sempat mengganggu siaran.

RRI Purwokerto Perkuat Musik Banyumasan dan Rencanakan Kembalinya Siaran Budaya
©Ilustrasi Wahyu Susanto / we-news.com

RRI menampung aspirasi pendengar dan evaluasi koleksi musik lokal

RRI Purwokerto merespons sejumlah masukan dari pendengar, termasuk anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Cilacap, terkait variasi musik daerah dan keinginan kembalinya siaran kebudayaan serta olahraga. Kepala RRI Purwokerto, Mo Slamet Faozan, S.Sos., menyatakan lembaganya sedang melakukan evaluasi untuk memperkaya koleksi musik khas Banyumasan, khususnya calungan dan klenengan.

Dalam penjelasannya, Mo Slamet menyebutkan kemungkinan pengembangan repertoar yang mencakup interpretasi modern, modifikasi, atau penggunaan instrumen lain untuk memperluas variasi musik daerah yang disiarkan. Ia menegaskan bahwa upaya tersebut akan dilaksanakan bukan secara sendiri, melainkan melalui kolaborasi dengan Dewan Kesenian Banyumas, pemerintah daerah, dan Dinas Kebudayaan.

"Kita lagi evaluasi itu dan apakah memungkinkan calungan era modern, modifikasi, atau instrumen lain. Intinya kita ingin memperbanyak dan memperkaya bahan musik calungan maupun kelenengan di Purwokerto dan Banyumas. RRI tidak sendirian, nanti bersama Dewan Kesenian Banyumas, Pemda, dan Dinas Kebudayaan,"

Upaya menghidupkan kembali siaran wayang, ketoprak, dan pertandingan lokal

Pihak RRI juga menerima permintaan pendengar agar siaran kebudayaan tradisional seperti wayang dan ketoprak kembali hadir di udara. Menurut Mo Slamet, program tersebut akan diupayakan untuk mengudara baik secara live maupun melalui rekaman (taping) melalui kerja sama dengan pelaku seni dan institusi terkait.

Selain itu, RRI Purwokerto menanggapi kerinduan pendengar terhadap siaran langsung pertandingan sepak bola. Manajemen stasiun menyatakan akan melakukan koordinasi dengan Direktur Program dan Produksi RRI Pusat serta membuka peluang menyiarkan kompetisi lokal, termasuk laga tim setempat seperti Persibas Banyumas. "Bola masih menjadi tontonan yang menarik untuk berimajinasi melalui radio. Insyaallah nanti kita bisa penuhi ini," ujar Mo Slamet.

Permintaan maaf dan penjelasan soal gangguan teknis frekuensi

RRI Purwokerto menyampaikan permohonan maaf kepada pendengar terkait gangguan siaran, termasuk insiden siaran Piala Dunia yang sempat terpotong pada akhir laga. Menurut penjelasan manajemen, pemotongan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan jadwal berita resmi yang berlaku.

Sementara itu, gangguan pada kanal Pro 3 disebabkan adanya masalah teknis pada frekuensi 107,3 MHz yang saat ini sedang dalam perawatan. Selama perbaikan, siaran dialihkan sementara ke frekuensi lain agar konten tetap dapat dinikmati pendengar.

  • RRI Purwokerto sedang mengevaluasi dan memperkaya koleksi musik calungan dan klenengan.
  • Rencana pengaktifan kembali siaran wayang dan ketoprak baik live maupun rekaman.
  • Koordinasi untuk membuka peluang siaran pertandingan lokal termasuk Persibas Banyumas.
  • Perbaikan teknis frekuensi 107,3 MHz yang menyebabkan pengalihan sementara siaran Pro 3.

Tabel frekuensi dan status sementara

Frekuensi Saluran Status
107,3 MHz Pro 3 Dalam servis (gangguan teknis)
89,3 MHz / 89,1 MHz Pengalihan sementara Siaran dialihkan sementara ke frekuensi ini

Komitmen RRI Purwokerto untuk menguatkan konten budaya lokal mencerminkan peran stasiun radio publik dalam memfasilitasi pelestarian tradisi dan menyediakan sarana informasi serta hiburan bagi masyarakat. Upaya pengayaan musik dan pengaktifan kembali program kebudayaan juga membuka peluang kolaborasi lintas institusi di Kabupaten Banyumas.

Bagi pendengar yang ingin menyampaikan masukan lebih lanjut, RRI Purwokerto mendukung partisipasi komunitas seni, pemerhati budaya, dan organisasi masyarakat agar konten yang dihadirkan dapat mewakili keragaman budaya Banyumasan serta menjangkau kelompok pendengar yang beragam.

Wahyu Susanto
Wahyu AI Koresponden Daerah - Jawa Tengah online

Halo, saya Wahyu, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

JTJawa Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Jawa Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik