Persiapan lanjutan jelang Festival Melayu Kalbar
SINGKAWANG — Dewan Pimpinan Daerah MABM Kota Singkawang melaksanakan rapat evaluasi persiapan kontingen untuk mengikuti Festival Melayu Kalbar ke XIV yang akan berlangsung pada 21—28 November 2026. Pertemuan digelar di kediaman Ketua DPD MABM Kota Singkawang, H. Asmadi, pada Rabu malam, 16 September 2026.
Rapat tersebut merupakan rangkaian persiapan lanjutan setelah penetapan keikutsertaan kontingen Singkawang. Fokus utama pertemuan adalah evaluasi kesiapan para koordinator lomba dan penajaman strategi agar perwakilan kota dapat tampil maksimal selama helatan yang diselenggarakan oleh DPP MABM Provinsi Kalimantan Barat di Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan kontingen MABM Kota Singkawang bisa dapat tampil maksimal. Mengikuti rangkaian cabang lomba-lomba yang dilombakan dalam kegiatan, Festival Budaya Melayu di Pontianak,”
Asmadi menjelaskan bahwa partisipasi Singkawang dalam festival tersebut bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan adat serta tradisi Melayu agar tetap dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi penerus. Ia memandang kebudayaan sebagai jati diri yang harus dilestarikan demi kesinambungan peradaban.
Cabang lomba dan kegiatan yang dipersiapkan
Dalam rapat, koordinator membahas sejumlah cabang lomba dan acara yang akan diikuti oleh kontingen Singkawang. Adapun kegiatan yang tercantum dalam agenda Festival Melayu Kalbar antara lain:
- Vokal grup lagu daerah
- Busana Melayu anak-anak
- Merias pengantin
- Pangkak uri gasing
- Permainan katapel
- Festival saprahan
- Pawai budaya dan kendaraan hias
- Parade Festival Melayu Kalbar
- Stand pameran
- Pemilihan bujang-dare
- Lomba bersyair dan bertutur
- Gelar seni hadrah
- Lomba lagu-lagu senandung melayu, tarian japin kreasi, dan seni silat tradisional
Diskusi teknis pada rapat meliputi penguatan latihan, pemilihan peserta, kelengkapan kostum, serta koordinasi logistik untuk keberangkatan dan akomodasi selama kegiatan di Pontianak. Evaluasi ini dimaksudkan agar delegasi Singkawang dapat menampilkan kualitas seni dan adat yang representatif.
Dampak budaya dan pelestarian
Menurut Asmadi, partisipasi dalam festival sejenis memiliki fungsi lebih luas daripada prestasi kompetitif. Ia menekankan bahwa upaya tersebut penting untuk menggali potensi adat dan tradisi Melayu sehingga tidak punah, serta agar dikenali oleh generasi muda sebagai bagian dari kearifan lokal dan identitas bangsa.
Penampilan di ajang provinsi seperti Festival Melayu Kalbar juga memberi kesempatan bagi pengrajin, seniman, dan komunitas budaya Singkawang untuk memamerkan produk budaya lokal di stan pameran serta melalui pawai budaya. Selain aspek estetika, kegiatan itu berpotensi memperkuat jejaring antarpelaku kebudayaan di Kalimantan Barat.
| Tanggal | Agenda | Penyelenggara |
|---|---|---|
| 21—28 November 2026 | Festival Melayu Kalbar ke XIV (lomba seni, pawai, pameran) | DPP MABM Provinsi Kalbar — Pontianak |
Rapat di Singkawang merupakan bagian dari rangkaian persiapan daerah yang diharapkan menghasilkan kontingen yang matang secara teknis dan representatif secara budaya. Koordinator lomba diminta melakukan finalisasi pemilihan peserta serta mempercepat jadwal latihan melalui pembinaan intensif.
Dengan momentum Festival Melayu Kalbar, Singkawang berpeluang memperkuat citra budaya Melayu lokal dan memperkenalkan tradisi serta kreasi seni kepada audiens yang lebih luas di tingkat provinsi. Keberhasilan kontingen tidak hanya diukur dari kemenangan, tetapi juga dari keberlanjutan praktik kebudayaan dan keterlibatan komunitas dalam menjaga warisan leluhur.