Temuan Satwa Dilindungi Saat Penanganan Karhutla
Singkawang — Tiga ekor trenggiling ditemukan dalam kondisi mati di kawasan lahan terbakar yang berada di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Temuan itu diungkapkan Lurah Pangmilang, Frans Halidius, Kamis.
Menurut Frans, ketiga satwa terdiri atas satu induk betina dan dua anak. Ketiganya ditemukan tidak berjauhan ketika tim gabungan melakukan penyisiran dan pendinginan di lokasi kebakaran yang berada di perbatasan antara Sedau dan Pangmilang.
"Ketiga satwa tersebut ditemukan tim gabungan saat melakukan penyisiran dan pendinginan di lokasi karhutla di kawasan perbatasan Sedau dan Pangmilang hari ini,"
Frans mengatakan bahwa temuan tersebut terjadi pada saat proses pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar. Ia menduga kematian ketiga trenggiling terjadi karena tidak mampu menyelamatkan diri dari paparan panas dan kepungan asap tebal selama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Komposisi Tim Penanganan dan Tindak Lanjut
Penanganan karhutla di lokasi melibatkan tim gabungan yang terdiri dari unsur kelurahan, aparat keamanan, dan lembaga penanggulangan kebakaran. Frans merinci pihak-pihak yang terlibat yakni Kelurahan Pangmilang, Koramil, Masyarakat Peduli Api (MPA), Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Satpol PP.
Atas temuan tersebut, Kelurahan Pangmilang berencana untuk melaporkan kejadian kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat agar dilakukan langkah penanganan lebih lanjut terhadap satwa yang ditemukan.
| Item | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Perbatasan Sedau dan Pangmilang, Kel. Pangmilang, Kec. Singkawang Selatan |
| Satwa | 3 trenggiling (1 induk betina, 2 anak) |
| Tim penanganan | Kelurahan Pangmilang, Koramil, MPA, Damkar, Satpol PP |
Dampak Lokal dan Pertanyaan Pengelolaan
Peristiwa ini menempatkan isu karhutla dan keselamatan satwa liar pada perhatian publik di Singkawang. Selain kehilangan nyawa trenggiling, kejadian mencerminkan risiko terhadap fauna lain yang mungkin berada di kawasan yang terbakar. Frans menyatakan bahwa dugaan penyebab kematian berkaitan erat dengan kondisi panas dan asap pada masa kebakaran.
Masyarakat dan instansi terkait diharapkan meningkatkan koordinasi, baik dalam upaya pencegahan kebakaran lahan maupun mitigasi dampak terhadap satwa. Koordinasi yang cepat dengan BKSDA penting untuk memastikan langkah yang tepat terkait dokumentasi, identifikasi spesies, dan penanganan kasus satwa dilindungi.
Catatan Prosedural
- Penemuan dilakukan saat tim gabungan menyisir dan melakukan pendinginan area pascapemadaman.
- Pihak kelurahan akan melaporkan temuan kepada BKSDA Kalbar untuk tindakan lanjutan.
- Tim penanganan karhutla yang terlibat berasal dari unsur pemerintahan lokal dan unit respon kebakaran.
Frans tidak menyebutkan waktu pasti temuan selain menyatakan hal itu terjadi pada saat kegiatan pemadaman dan pendinginan hari ini. Pihak berwenang terkait diharapkan memberikan informasi lanjutan setelah koordinasi dengan BKSDA berlangsung.
Peristiwa ini menambah daftar masalah yang harus dihadapi di Singkawang saat musim kebakaran lahan, yang memerlukan sinergi antarinstansi dan keterlibatan masyarakat untuk menekan dampak terhadap lingkungan dan satwa liar.