PASANGKAYU — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Jurnalis Sulawesi Barat (IJS) Kabupaten Pasangkayu menggelar rapat perdana kepengurusan pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal pembentukan arah kebijakan organisasi yang lebih profesional dan responsif terhadap kebutuhan anggota serta perkembangan dunia jurnalistik di Sulawesi Barat.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPW IJS Pasangkayu, Andi Ansar, dan dihadiri jajaran pengurus inti: Sekretaris Hendi Rusli, Bendahara Amsal M, Penasehat Edison S, serta perwakilan dari sejumlah divisi seperti Humas (Syahril), Pengembangan Informasi (Azis), dan Pengembangan Organisasi (Maul).
Evaluasi sebagai fondasi penguatan
Dalam sambutan pembuka, Andi Ansar menegaskan pentingnya evaluasi kepengurusan sebagai dasar memperkuat konsolidasi internal. Ia menyampaikan harapan agar rapat perdana ini dapat melahirkan ide-ide kreatif dan terobosan yang memperkokoh organisasi.
"Semoga usai rapat ini lahir ide-ide kreatif dan terobosan baru. Saya berharap kepengurusan ini semakin solid, mampu mengembangkan amanah jabatan, dan bersama-sama membesarkan organisasi yang kita cintai ini,"
Suasana rapat berlangsung dinamis dengan diskusi dan perdebatan konstruktif antar peserta. Menurut panitia penyelenggara, seluruh pembahasan diarahkan untuk menemukan solusi terbaik serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan IJS Pasangkayu ke depan.
Agenda kerja dan arah kebijakan
Meski rapat disebut membahas tiga poin utama, dokumen rapat menempatkan evaluasi kinerja kepengurusan sebagai agenda paling penting. Selain itu, sejumlah pembicaraan berfokus pada penataan organisasi agar lebih profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan anggota.
- Evaluasi kinerja kepengurusan yang berjalan sebagai dasar perbaikan;
- Perumusan langkah strategis untuk pengembangan organisasi;
- Penguatan prinsip profesionalisme, transparansi, dan responsivitas terhadap anggota.
Langkah-langkah konkrit yang akan ditindaklanjuti dari rapat belum dirinci secara publik, namun pengurus menegaskan komitmen untuk menyusun kebijakan yang memberi manfaat langsung bagi anggota dan pembangunan kualitas jurnalistik di wilayah Pasangkayu.
Struktur kepengurusan DPW IJS Pasangkayu
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Ketua | Andi Ansar |
| Sekretaris | Hendi Rusli |
| Bendahara | Amsal M |
| Penasehat | Edison S |
| Divisi Humas | Syahril |
| Divisi Pengembangan Informasi | Azis |
| Divisi Pengembangan Organisasi | Maul |
Susunan tersebut memperlihatkan keterlibatan beberapa fungsi penting organisasi, antara lain humas dan pengembangan informasi, yang diharapkan mampu meningkatkan jejaring dan kapasitas profesional anggota IJS Pasangkayu.
Dampak lokal dan harapan anggota
Rapat perdana ini dipandang anggota sebagai tanda keseriusan pengurus baru dalam menyusun arah organisasi. Dengan penekanan pada evaluasi dan profesionalisme, anggota mengharap kebijakan yang lebih transparan serta program pelatihan atau pendampingan yang relevan bagi jurnalis lokal.
Selama beberapa tahun terakhir, perkembangan media lokal di Sulawesi Barat menghadapi tantangan seperti sumber daya, kapasitas teknis, serta kebutuhan adaptasi terhadap perubahan praktik jurnalistik. Penguatan internal organisasi seperti yang dicita-citakan oleh DPW IJS Pasangkayu dinilai penting untuk meningkatkan kualitas informasi bagi publik di tingkat kabupaten dan provinsi.
Editor rapat, Edison S, mencatat bahwa rapat ini menjadi bukti komitmen pengurus untuk bekerja bersama membesarkan organisasi. Sampai penutupan laporan ini, belum ada jadwal publik berikutnya yang diumumkan secara resmi, namun para pengurus menyatakan kesiapan menindaklanjuti hasil rapat melalui rapat kerja dan pertemuan berkala.
Rapat perdana tersebut tercatat mendapat perhatian publik lokal; laporan penyelenggara mencatat 125 kali tampilan halaman laporan acara pada platform berita setempat, menunjukkan minat warga dan pelaku media terhadap langkah konsolidasi organisasi jurnalis di Pasangkayu.
Ke depan, publik dan anggota menantikan tindak lanjut berupa program nyata yang mendukung peningkatan kompetensi wartawan, pembenahan tata kelola organisasi, serta upaya memperkuat peran IJS dalam mengawal informasi yang akurat dan profesional di Sulawesi Barat.