Lingkungan Sampit Kalimantan Tengah (KT)

Asap Karhutla Ngepung Sampit, 204 Hotspot dan Ratusan Hektare Terbakar

Kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur meluas dan mengepung kota Sampit. Data BPBD menunjukkan lonjakan hotspot, ratusan hektare terbakar, serta ribuan warga menerima pemeriksaan kesehatan akibat paparan asap.

Asap Karhutla Ngepung Sampit, 204 Hotspot dan Ratusan Hektare Terbakar
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

Karhutla Meluas dan Asap Menyebar ke Dalam Kota

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur kini semakin sulit dikendalikan dan berdampak langsung kepada warga Sampit. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, pada Senin, 10 Agustus 2026 sejumlah 204 titik hotspot terdeteksi. Sejak Januari hingga Agustus, kebakaran telah membakar sekitar 340 hektare lahan.

Dampak Kesehatan dan Respons Layanan Kesehatan

Asap tebal menyebar hingga mengepung wilayah kota Sampit, menimbulkan bau menyengat dan mengganggu pernapasan penduduk. Wakil Komandan Harian III Posko Karhutla, Rihel, menyatakan data titk panas dan luasan yang terbakar serta peningkatan kunjungan warga ke fasilitas kesehatan.

"Hari ini Senin (10/08) ada 204 titik hotspot yang muncul, sementara jumlah luasan yang terbakar mencapai 340 hektar lahan terhitung sejak periode Januari hingga Agustus,"

Rihel juga melaporkan tingginya jumlah warga yang memeriksakan kesehatan akibat paparan asap. Tercatat hampir 4.000 warga melakukan pemeriksaan di 24 puskesmas, dua rumah sakit pertama, dan satu rumah sakit besar, dengan keluhan gangguan pernapasan, batuk, dan iritasi mata.

Kesulitan Penanggulangan dan Upaya Pemadaman

Tim gabungan satgas karhutla mengalami kendala signifikan dalam memadamkan api. Selain luasnya lahan yang terbakar, ketersediaan air menjadi hambatan operasional, sehingga pemadaman darat tidak selalu efektif. Pemerintah daerah telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Kekeringan sejak 30 Juli hingga 26 Agustus 2026.

Upaya pemadaman dilakukan kombinasi dengan intervensi udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi water bombing menggunakan helikopter untuk menekan penyebaran api di lokasi yang sulit dijangkau.

Saksi Mata dan Kondisi Lapangan

Warga Sampit menggambarkan kondisi kabut asap yang menyulitkan aktivitas sehari-hari. Seorang warga, Bambang Nugroho, mengungkapkan dampak langsung pada kenyamanan dan kesehatan pernapasan.

"Kabut asap karhutla menimbulkan bau menyengat, susah bernafas, bahkan mata terasa perih. Kabut asap sering muncul di pagi hari dan menipis menjelang siang hari,"
  • 204 titik hotspot terdeteksi pada 10 Agustus 2026.
  • 340 hektare lahan terbakar sejak Januari hingga Agustus 2026.
  • Hampir 4.000 warga memeriksakan kesehatan di fasilitas layanan primer dan rumah sakit.
  • Status tanggap darurat diberlakukan hingga 26 Agustus 2026.

Konsekuensi Lokal dan Imbauan

Penyebaran asap tidak hanya mengancam kesehatan warga, tetapi juga mengganggu mobilitas dan aktivitas sosial ekonomi di Sampit. Jarak pandang berkurang dan risiko gangguan pernapasan meningkat terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Oleh karena itu, otoritas daerah telah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

Data Angka
Titik hotspot (10 Agustus) 204
Luasan terbakar (Jan–Agu) 340 ha
Warga yang memeriksakan kesehatan ~4.000

Ke depan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi lebih kuat antarinstansi, ketersediaan sumber daya air, serta langkah pencegahan di lahan gambut yang rentan terbakar. Pemantauan titik panas secara terus-menerus dan komunikasi risiko kepada masyarakat menjadi kunci mengurangi dampak kesehatan dan lingkungan terhadap warga Sampit.

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KTKalimantan Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik