RSUD dr Murjani Sampit mengeluarkan imbauan kepada warga Sampit agar tidak hanya mewaspadai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama musim kemarau, tetapi juga memperhatikan kesehatan kulit yang berisiko mengalami kekeringan dan infeksi. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur rumah sakit, dr Yulia Nofiany, pada Sabtu (15/8/2026).
Kulit kering sebagai pintu masuk infeksi
Menurut dr Yulia, kondisi panas dan kelembapan udara yang rendah membuat kulit mudah kehilangan kelembapan sehingga menjadi kering, pecah-pecah, dan rentan terhadap masuknya mikroorganisme. Saat lapisan pelindung kulit terganggu, kuman yang ada di udara atau yang berasal dari tangan yang kurang bersih dapat memasuki tubuh melalui luka kecil tersebut.
“Kulit yang kering dan pecah-pecah jangan dianggap sepele. Kalau masih ringan bisa diatasi dengan krim pelembap, baby oil, atau hand body agar kelembapan kulit tetap terjaga,”
dr Yulia menegaskan bahwa ketika infeksi kulit sudah terjadi, proses penyembuhan dapat berlangsung lebih lama dan pasien kemungkinan memerlukan pengobatan antibiotik sesuai indikasi medis. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa tindakan pencegahan lebih efektif dan mengurangi beban layanan kesehatan.
Langkah pencegahan praktis
RSUD dr Murjani Sampit menyarankan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan warga untuk mencegah kulit kering dan infeksi selama musim kemarau. Berikut poin-poin utama yang disampaikan:
- Gunakan krim pelembap, baby oil, atau hand body secara rutin untuk menjaga kelembapan kulit.
- Hindari mandi dengan air terlalu panas dan kurangi frekuensi penggunaan sabun yang mengeringkan.
- Jaga kebersihan tangan untuk mencegah masuknya kuman melalui kulit yang pecah-pecah.
- Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran untuk mendukung daya tahan tubuh.
- Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda-tanda infeksi, seperti kemerahan yang meluas, nanah, demam, atau luka yang tidak kunjung sembuh.
Imbauan ini relevan untuk berbagai kelompok usia, namun khususnya bagi mereka yang memiliki kondisi kulit sensitif, penyakit kulit kronis, atau gangguan sistem imun yang membuat risiko infeksi lebih tinggi.
Produk pelembap yang direkomendasikan
Berdasarkan penjelasan dr Yulia, beberapa jenis produk yang dapat dipakai untuk menjaga kelembapan kulit meliputi krim pelembap, baby oil, dan hand body. Berikut tabel sederhana untuk perbandingan kegunaan umum masing-masing produk:
| Jenis Produk | Kegunaan Umum |
|---|---|
| Krim pelembap | Menjaga kelembapan kulit kering dan membantu memperbaiki lapisan pelindung kulit. |
| Baby oil | Mengunci kelembapan, umumnya lembut untuk kulit sensitif; cocok untuk area yang sangat kering. |
| Hand body | Perawatan harian untuk menjaga kelembapan tubuh secara keseluruhan; mudah digunakan setelah mandi. |
Walau demikian, dr Yulia mengingatkan bahwa pemilihan produk harus mempertimbangkan kondisi kulit masing-masing. Jika terdapat reaksi iritasi atau alergi, sebaiknya hentikan pemakaian dan konsultasikan ke tenaga medis.
Selain perawatan topikal, konsumsi makanan bergizi menjadi bagian penting untuk memelihara daya tahan tubuh. dr Yulia mengimbau masyarakat untuk memperbanyak asupan buah dan sayuran selama musim kemarau sehingga tubuh lebih siap melawan infeksi apabila terjadi gangguan kulit.
Imbauan dari RSUD dr Murjani Sampit ini menjadi pengingat bagi warga Sampit bahwa dampak musim kemarau tidak hanya berkaitan dengan gangguan pernapasan, tetapi juga masalah kulit yang jika diabaikan dapat meningkat menjadi infeksi memerlukan penanganan medis.
Rumah sakit menegaskan kesiapan untuk melayani masyarakat yang memerlukan pemeriksaan dan pengobatan terkait masalah kulit, sesuai indikasi medis dan rujukan yang berlaku.