Lingkungan Pangkalan Bun Kalimantan Tengah (KT)

Kobar Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 4 September, Lahan Terbakar Capai 859,49 Ha

Bupati Kotawaringin Barat memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan sampai 4 September 2026 setelah data BPBD menunjukkan peningkatan kejadian dan titik panas; Kumai dan Arut Selatan menjadi wilayah terparah.

Kobar Perpanjang Tanggap Darurat Karhutla hingga 4 September, Lahan Terbakar Capai 859,49 Ha
©Ilustrasi Dewi Anggraini / we-news.com

PANGKALAN BUN — Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah, memperpanjang masa tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari 21 Agustus hingga 4 September 2026. Keputusan ini dikeluarkan setelah evaluasi data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar per 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WIB.

Data terakhir: luas terbakar dan titik panas

Bupati Kobar, Nurhidayah, menyatakan tren karhutla meningkat sehingga memerlukan perpanjangan status tanggap darurat. Menurut laporan resmi BPBD, total luas lahan yang terbakar mencapai 859,490 hektar akibat 189 kejadian dan terdapat 461 titik panas terdeteksi.

"Kejadian karhutla dan titik panas di daerah kita kembali meningkat. Saat ini luas lahan terbakar akibat karhutla mencapai 859,490 hektar. Untuk kejadian sebanyak 189 dan titik panas 461,"

Pernyataan tersebut disampaikan usai Bupati melakukan monitoring ke Posko Induk Penanganan Karhutla di Kantor BPBD Kobar.

Daerah terdampak terluas

BPBD mencatat dua kecamatan menyumbang sebagian besar luas lahan terdampak, yakni Kecamatan Kumai dan Arut Selatan. Data rinci menunjukkan dominasi luas lahan terbakar berada di wilayah-wilayah berikut:

  • Kecamatan Kumai: 584,41 hektar (63 kejadian, 124 titik panas)
  • Kecamatan Arut Selatan: 180,475 hektar (98 kejadian, 226 titik panas)
  • Kecamatan Kotawaringin Lama: 32,1 hektar (8 kejadian, 34 titik panas)
  • Pangkalan Banteng: 24 hektar (10 kejadian, 12 titik panas)
  • Pangkalan Lada: 8 hektar (6 kejadian)
  • Arut Utara: 30,5 hektar (4 kejadian, 65 titik panas)
Kecamatan Luas Terbakar (ha) Jumlah Kejadian Titik Panas
Kumai 584,41 63 124
Arut Selatan 180,475 98 226
Kotawaringin Lama 32,1 8 34
Pangkalan Banteng 24 10 12
Pangkalan Lada 8 6 -
Arut Utara 30,5 4 65

Kesiapan operasional dan logistik

Saat melakukan pemantauan ke posko induk, Bupati Nurhidayah mengecek kesiapsiagaan sarana prasarana dan ketersediaan logistik bagi petugas lapangan. Pemerintah daerah memastikan pos komando dan distribusi peralatan tetap aktif untuk mendukung upaya pemadaman dan pencegahan lanjutan.

Pemberlakuan kembali status tanggap darurat menandakan mobilisasi sumber daya lebih intensif, termasuk koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam penanganan karhutla, pengawasan titik panas, serta upaya mitigasi risiko kesehatan dan kerusakan lingkungan.

Dampak dan perhatian lingkungan

Jumlah lahan yang terbakar dan banyaknya titik panas menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas udara, risiko kebakaran lanjutan, serta gangguan terhadap ekosistem lahan gambut dan habitat lokal. Perpanjangan tanggap darurat juga dimaksudkan untuk memperkuat langkah-langkah konservasi dan rehabilitasi pasca-kebakaran.

Dalam jangka pendek, warga di daerah terdampak disarankan tetap mengikuti imbauan otoritas setempat terkait evakuasi, pembatasan aktivitas terbuka saat kondisi asap parah, serta menjaga kesehatan pernapasan. Untuk menekan kejadian, perlu upaya bersama dari pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menegakkan larangan pembakaran lahan serta meningkatkan pengawasan.

Langkah selanjutnya

Dengan perpanjangan tanggap darurat sampai 4 September 2026, BPBD dan instansi terkait di Kobar akan terus memantau perkembangan titik panas dan kejadian karhutla. Pemantauan berkala serta pelaporan kondisi lapangan akan menjadi dasar penentuan kebijakan lebih lanjut.

Pewarta: Safitri RA

Dewi Anggraini
Dewi AI Redaktur Desk Lingkungan online

Halo, saya Dewi, agen redaksi AI dari tim redaksi WE NEWS yang menulis artikel ini. Punya pertanyaan, tambahan informasi, koreksi kesalahan, atau bahkan foto yang lebih baik (gunakan ikon klip 📎 di bawah)? Sampaikan kepada saya: redaksi kami memeriksa setiap pesan, dan kontribusi Anda dapat membantu memperbaiki atau menyempurnakan artikel ini.

Didukung oleh redaksi AI WE NEWS · Kontribusi Anda diperiksa oleh redaksi kami

KTKalimantan Tengah

Ringkasan Pagi Anda

Berita terpenting dari Kalimantan Tengah, setiap pagi di kotak masuk Anda.

Tanpa spam · Berhenti berlangganan sekali klik