Relawan Dilarikan ke Rumah Sakit
Seorang relawan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Murjani Sampit pada Rabu (19/8) setelah mengalami sesak napas dan pingsan saat membantu pemadaman di sejumlah lokasi.
Relawan itu, yang diidentifikasi bernama Rizky Mubarrak, sempat bertugas memadamkan kebakaran di beberapa titik, termasuk wilayah Kecamatan Baamang di sekitar Semekto, sebelum bergerak ke Jalan Kaca Piring Barat, menurut keterangan Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah.
Penyebab Diduga Kelelahan dan Paparan Asap
Menurut Irpansyah, kondisi sesak napas dan pingsan yang dialami Rizky diduga berkaitan dengan kelelahan akibat menangani beberapa titik kebakaran secara berturut-turut serta paparan asap tebal di lokasi kejadian. Setelah mendapat pertolongan di IGD, kondisi Rizky dilaporkan telah stabil, namun tetap menjalani perawatan.
“Kemungkinan karena di luar lokasi itu sangat besar asapnya, kemungkinan kelelahan,”
Keterangan itu mempertegas risiko yang dihadapi relawan lapangan, khususnya mereka yang bekerja lama tanpa jeda memadai dan alat pelindung pernapasan yang memadai. Rizky merupakan relawan dari Masjid Jami di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan diketahui aktif membantu berbagai kegiatan kemasyarakatan termasuk penanganan karhutla.
Dampak pada Relawan dan Imbauan bagi Masyarakat
Insiden ini menyoroti dua aspek penting: kebutuhan perlindungan kesehatan bagi relawan yang bertugas dan urgensi pencegahan kebakaran yang dapat memperburuk paparan asap. Camat Irpansyah mengingatkan agar relawan dan petugas di lapangan tidak mengabaikan kondisi fisik dan segera mencari pertolongan medis bila mengalami gangguan pernapasan atau tanda kelelahan berlebih.
- Relawan yang dilarikan: Rizky Mubarrak (relawan Masjid Jami)
- Lokasi penanganan kebakaran: Baamang (dekat Semekto) dan Jalan Kaca Piring Barat
- Tempat perawatan: IGD RSUD dr. Murjani Sampit
Irpansyah juga mengimbau seluruh warga agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama pada musim kering, karena tindakan tersebut memperbesar risiko kebakaran yang sulit dikendalikan dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat serta personel yang bertugas.
Rekomendasi dan Kewaspadaan
Kasus ini menunjukkan perlunya langkah-langkah praktis untuk melindungi relawan dan masyarakat dari dampak asap, antara lain:
- Menjaga rotasi tugas dan waktu istirahat yang cukup bagi relawan lapangan.
- Memastikan ketersediaan alat pelindung pernapasan (masker) untuk petugas dan relawan.
- Meningkatkan koordinasi antarinstansi dalam penanggulangan titik api untuk mengurangi durasi paparan asap.
Kendati Rizky sudah dilaporkan stabil setelah mendapat penanganan, peristiwa ini menjadi peringatan bagi otoritas setempat dan masyarakat Sampit mengenai bahayanya paparan asap dan pentingnya tindakan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
Tabel Kronologi Singkat
| Waktu | Kegiatan | Lokasi |
|---|---|---|
| Rabu (19/8) | Pemadaman di beberapa titik | Baamang (dekat Semekto) |
| Rabu (19/8) | Melanjutkan pemadaman | Jalan Kaca Piring Barat |
| Rabu (19/8) | Mengalami sesak napas dan pingsan, dilarikan ke IGD | RSUD dr. Murjani Sampit |
Pihak berwenang setempat mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan kebakaran lahan. Kesadaran kolektif diperlukan agar upaya penanggulangan tidak membahayakan relawan dan tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih luas bagi warga Sampit dan sekitarnya.