Pangkalan TNI Angkatan Laut (Mako Lanal) Lampung, Selasa, menjadi lokasi pemusnahan 4.364 cartridge vape yang mengandung narkotika. Barang bukti tersebut disita setelah usaha penyelundupan digagalkan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Nilai perkiraan barang mencapai Rp34,9 miliar.
Penindakan di simpul transportasi strategis
Wakil Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Madya TNI Edwin, menyatakan keberhasilan itu merupakan bagian dari rangkaian operasi bersama aparat penegak hukum dan instansi terkait. Menurutnya, temuan yang diungkap melalui operasi di Bakauheni memiliki implikasi besar bagi upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di tingkat nasional.
"4.364 cartridge yang mengandung narkotika senilai sekitar Rp34,9 miliar, keberhasilan ini berpotensi menyelamatkan lebih dari 13.000 hingga hampir 22.000 anak bangsa."
Edwin mengungkapkan para pelaku berupaya mengelabui petugas dengan menyembunyikan cartridge di balik kardus keripik singkong. Modus seperti ini, menurut Edwin, memanfaatkan kondisi Pelabuhan Bakauheni yang merupakan jalur penghubung utama antara Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.
Alasan pengawasan diperketat
Edwin menekankan bahwa posisi Bakauheni menjadikannya titik rawan yang kerap dimanfaatkan jaringan narkotika. Ia menegaskan pentingnya pengawasan yang kontinu:
- Bakauheni sebagai simpul transportasi antarpulau
- Modus penyelundupan yang semakin berinovasi untuk mengelabui pemeriksaan
- Perlunya kolaborasi antar-instansi untuk menjaga celah masuk
Selain itu, proses pemusnahan barang bukti bertujuan untuk memastikan bahan berbahaya tersebut tidak kembali beredar di masyarakat dan untuk mempertahankan transparansi penegakan hukum.
Konfirmasi kebijakan nasional
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk F. Paulus, menilai pengungkapan ini sesuai dengan prioritas penanganan narkotika di tingkat pemerintahan pusat. Ia mengingatkan bahwa perlawanan terhadap peredaran narkotika merupakan program prioritas yang harus dijalankan secara menyeluruh.
"Bapak Presiden Prabowo Subianto juga pada tanggal 29 Oktober 2025 menjelaskan bahwa narkoba merupakan salah satu ancaman terbesar terhadap masa depan bangsa yang harus diperangi secara menyeluruh dan berkelanjutan."
Dampak dan upaya lanjutan
Pemusnahan ini menurut pihak TNI AL bukan pertama kali dilakukan di wilayah tersebut. Operasi serupa sebelumnya juga menunjukkan pola penyelundupan melalui jalur laut dan penumpang antarpulau. Pengungkapan kali ini diharapkan menjadi peringatan bagi jaringan yang mencoba memanfaatkan simpul transportasi nasional.
Meski demikian, sumber-sumber penanganan belum merinci identitas pelaku atau jaringan yang berhasil digagalkan dalam operasi ini, maupun langkah penyidikan berikutnya yang akan diambil oleh aparat penegak hukum.
Data ringkas barang bukti
| Jenis | Jumlah | Nilai Perkiraan |
|---|---|---|
| Cartridge vape berisi narkotika | 4.364 unit | Rp34,9 miliar |
| Perkiraan generasi yang diselamatkan | 13.000–22.000 orang | |
Untuk masyarakat Lampung, kejadian ini menegaskan pentingnya peran serta warga dalam melaporkan kegiatan mencurigakan di pelabuhan maupun area transportasi lainnya. Aparat keamanan menegaskan terus memperkuat patroli dan pemeriksaan rutin di pintu-pintu masuk antarpulau.
Proses pemusnahan berlangsung di Mako Lanal Lampung dan dipublikasikan melalui siaran media nasional pada 20 Oktober 2026. Pihak terkait menyampaikan bahwa langkah penindakan akan dilanjutkan dengan penyelidikan untuk menelusuri jalur suplai dan jaringan yang terkait.
Dengan pemusnahan barang bukti ini, aparat berharap dapat mengurangi ketersediaan barang terlarang yang berpotensi merusak generasi muda dan stabilitas sosial di wilayah Lampung dan sekitarnya.