Pemerintah Kota Bandar Lampung sedang mempercepat program pembenahan infrastruktur publik yang meliputi perbaikan jalan, pembenahan drainase, dan penataan trotoar di beberapa titik kota. Wali Kota Eva Dwiana melakukan peninjauan langsung pada Selasa, 20 Oktober 2026, untuk mengecek progres pekerjaan dan memastikan hasilnya sesuai kebutuhan masyarakat.
Titik pekerjaan dan metode pengerjaan
Menurut keterangan resmi yang dirilis pemerintah kota, beberapa ruas jalan yang mendapatkan perbaikan menggunakan metode rigid pavement atau perkerasan kaku. Ruas-ruas tersebut antara lain:
- Jalan Pangeran Sultan Ageng Tirtayasa, Kecamatan Sukabumi;
- Jalan Batu Suluh, Kecamatan Sukabumi;
- Jalan Pulau Pisang, Kecamatan Sukarame;
- Jalan Letkol Endro Suratmin, Kecamatan Sukarame;
- Jalan Ratu Dibalau, Kecamatan Tanjung Senang;
- Jalan R.A. Basyid, Kecamatan Tanjung Senang.
Perbaikan juga dilaporkan berlangsung di Jalan Wala Utama Lanjutan dan Jalan Pulau Singkep di Kecamatan Sukabumi. Selain perbaikan badan jalan, program revitalisasi menyentuh trotoar di beberapa ruas utama kota.
Penataan trotoar dan kawasan sentral
Penataan trotoar menjadi bagian penting dari program agar fasilitas pejalan kaki lebih aman dan nyaman. Titik-titik yang disebutkan untuk penataan trotoar meliputi:
- Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Tanjung Karang Pusat;
- Jalan Sultan Agung, Kecamatan Way Halim;
- Kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan H. Juanda hingga Jalan Dr. Susilo.
Revitalisasi juga diarahkan pada Jalan Pangeran Diponegoro di Kecamatan Teluk Betung Utara sebagai upaya memperbaiki tampilan dan fungsi ruang publik.
Tujuan peninjauan dan pernyataan wali kota
Wali Kota Bandar Lampung meninjau langsung lokasii pekerjaan untuk memastikan pengerjaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta standar teknis. Dalam peninjauan itu, wali kota menegaskan komitmen pemerintah kota untuk terus melakukan perbaikan fasilitas umum agar dapat dipakai lebih nyaman oleh warga.
"Saat ini Pemerintah Kota Bandar Lampung sedang aktif melakukan perbaikan jalan dan drainase di sejumlah titik yang tersebar di Kota Bandar Lampung,"
Dalam rilis, wali kota juga menjelaskan bahwa penanganan mencakup berbagai kecamatan termasuk Sukabumi, Sukarame, Tanjung Senang, Way Halim, dan Tanjung Karang Pusat.
Dampak terhadap pengguna jalan dan masyarakat
Pekerjaan perbaikan ini diharapkan memberi manfaat langsung, antara lain:
- Meningkatkan keselamatan pengguna jalan dengan permukaan yang lebih kuat dan rata;
- Mengurangi genangan melalui perbaikan drainase sehingga potensi banjir lokal berkurang;
- Memperbaiki fasilitas pejalan kaki agar lebih layak dan memudahkan mobilitas warga.
Catatan teknis dan penerapan
Metode perkerasan kaku (rigid pavement) yang dipilih pada beberapa ruas berarti pengerasan jalan akan memakai lapisan beton bertulang atau beton pracetak yang memiliki daya tahan terhadap beban lalu lintas dan umur teknis lebih panjang dibandingkan perkerasan lentur pada kondisi tertentu. Pilihan ini biasanya ditimbang berdasarkan volume lalu lintas, kondisi tanah, dan anggaran.
Pengawasan dan tahapan ke depan
Pemerintah kota menyatakan pengawasan pekerjaan dilakukan melalui peninjauan lapangan dan koordinasi antar-OPD terkait. Tahapan berikutnya yang disampaikan meliputi penyelesaian badan jalan, pemasangan trotoar, dan penataan drainase agar infrastruktur bekerja terpadu. Warga diimbau mengikuti informasi resmi terkait jadwal kerja di ruas yang terdampak untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas sementara.
Informasi rinci tentang durasi masing-masing proyek, sumber anggaran, serta jadwal penutupan jalan tidak dicantumkan dalam rilis yang diterima redaksi. Masyarakat yang membutuhkan kepastian jadwal dan pengalihan arus diminta menghubungi instansi terkait di Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Pelaksanaan perbaikan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah kota untuk memperbaiki infrastruktur dasar kota sehingga layak pakai dan mendukung aktivitas ekonomi serta kenyamanan warganya.