Konsep sport tourism dihadirkan menjelang laga Liga 2
Polres Metro Bekasi Kota bersama Ikatan Keluarga Minang (IKM) dan Dinas Pariwisata Kota Bekasi menyelenggarakan "Sport Tourism by Football Lover" dalam rangka menyambut pertandingan antara Semen Padang FC dan PSIS Semarang pada ajang Pegadaian Championship (Liga 2) yang digelar pada Minggu, 20 September 2026, di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi. Kegiatan dimulai pada pukul 16.00 WIB dan menggabungkan atmosfer pertandingan sepak bola dengan unsur pariwisata, kuliner, serta hiburan lokal.
Ruang bagi pelaku usaha lokal dan pengalaman pengunjung
Menurut Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, konsep ini memadukan pertandingan dengan wisata kuliner, produk UMKM, panggung hiburan, dan ruang silaturahmi. Panitia menyiapkan sekitar 30 stan kuliner dan UMKM di area stadion untuk memberi ruang promosi bagi pelaku usaha lokal sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung sebelum menyaksikan pertandingan.
"Sepak bola membawa orang datang dan mempertemukan berbagai lapisan masyarakat. Arus kunjungan tersebut perlu diubah menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasarnya,"
Kata-kata itu disampaikan oleh Kapolres sebagai bagian dari alasan pendayagunaan arus kunjungan penggemar sepak bola untuk menggerakkan perekonomian lokal.
Keamanan sebagai fondasi manfaat ekonomi dan sosial
Kombes Pol Putu Kholis Aryana menegaskan bahwa keamanan adalah prasyarat agar dampak ekonomi dan sosial dari kegiatan bisa dirasakan secara optimal. Ia menyampaikan bahwa keamanan bukan hanya untuk memastikan pertandingan berjalan lancar, tetapi juga menciptakan situasi publik yang kondusif sehingga pelaku usaha dapat berkembang dan pengunjung menikmati rangkaian acara tanpa gangguan.
Selain itu, Kapolres mengimbau pendukung kedua klub dan masyarakat untuk menjaga sportivitas, menghormati sesama pengunjung, serta menaati ketentuan penyelenggara dan arahan petugas. Upaya ini ditujukan untuk meninggalkan kesan positif bagi pengunjung yang datang bukan hanya untuk menonton pertandingan, melainkan juga merasakan keunikan kuliner dan kreativitas kota penyelenggara.
Implikasi bagi Metro
Bagi pembaca di Metro, penyelenggaraan sport tourism di Bekasi menjadi contoh praktis bagaimana acara olahraga besar dapat dimanfaatkan untuk mendukung UMKM dan pariwisata lokal. Terdapat beberapa aspek yang relevan untuk diperhatikan oleh pengambil kebijakan dan pelaku usaha di Metro jika hendak menerapkan model serupa:
- Kolaborasi lintas instansi: integrasi antara kepolisian, dinas pariwisata, komunitas lokal, dan asosiasi usaha penting untuk memastikan rangkaian acara terkoordinasi.
- Penyediaan ruang bagi UMKM: stan kuliner dan produk lokal memberi kesempatan langsung untuk memasarkan produk kepada pengunjung luar daerah.
- Pengaturan keamanan dan ketertiban: pengamanan yang baik memperkuat kenyamanan pengunjung sehingga berdampak pada lama kunjungan dan potensi konsumsi.
| Aspek | Pengalaman Bekasi |
|---|---|
| Waktu acara | Mulai 16.00 WIB pada 20 September 2026 |
| Jumlah stan UMKM | 30 stan |
| Pelaksana utama | Polres Metro Bekasi Kota, IKM, Dinas Pariwisata Bekasi |
Model sport tourism tidak otomatis sukses jika hanya meniru bentuk luar; perlu adaptasi terhadap karakter lokal, infrastruktur, dan kapasitas penegakan keamanan. Untuk Metro, pengkajian awal meliputi identifikasi acara olahraga potensial, lokasi yang mampu menampung stan dan alur pengunjung, serta kesiapan UMKM lokal untuk menata produk yang menarik bagi pengunjung dari luar daerah.
Secara praktis, upaya semacam ini menawarkan peluang perluasan pasar bagi pelaku usaha mikro dan kecil di daerah. Ketika pengunjung datang karena olahraga, mereka juga membuka peluang transaksi, promosi budaya kuliner, dan jejaring usaha. Namun, manfaat tersebut baru dapat berkelanjutan bila ditopang oleh manajemen acara yang baik, penerapan protokol keamanan, dan tata kelola publik yang responsif.
Peristiwa di Bekasi menjadi pelajaran konkret bahwa pertandingan sepak bola bisa lebih dari sekadar tontonan; jika dikelola baik, ia berperan sebagai katalis ekonomi lokal yang memberikan manfaat nyata bagi komunitas.
Ria Anjani
Koresponden Daerah - Lampung, WE NEWS